MANAJEMEN TERAPI GANGGUAN PERILAKU PADA DEMENSIA

*Natalia Dewi Wardani  -  Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 7 Oct 2019; Published: 8 Oct 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 491 487
Abstract

Latar belakang: Demensia merupakan kondisi hilangnya fungsi kognitif seseorang yang berrsifat progresif dan sering menimbulkan perilaku sulit pada individu tersebut. Perilaku sulit sering ditemukan pada Dementia sedang hingga berat dan bisa menyebabkan stress pada pasien dan caregiver. Perilaku sulit pada Demensia sering disebut Behavioral and Psychological Symptom on Dementia (BPSD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manajemen terapi farmakoterapi dan non farmakoterapi yang efektif untuk perilaku sulit pada BPSD.

Metode: Dilakukan pencarian literatur dengan kata kunci BPSD AND PARANOID AND HALOPERIDOL AND OLANZAPINE
melalui Medscape didapatkan tiga artikel yang sesuai.

Hasil: Clozapine, Risperidon, Olanzapin dan Quetiapin direkomendasikan sebagai lini pertama terapi dibandingkan antipsikotik konvensional. Haloperidol sebagai antipsikotik konvensional memiliki efek samping lebih banyak sehingga perlu dipertimbangkan pemakaiannya.

Simpulan: Dalam literatur yang ditemukan disebutkan manifestasi BPSD bisa bermacam-macam seperti gejala perilaku, afektif, psikotik dan juga somatik. Terapi komprehensif meliputi terapi farmakologi dan non farmakologi sebaiknya diberikan pada pasien Demensia.

Keywords: manajemen terapi; gangguan perilaku; demensia.

Article Metrics: