skip to main content

ERITROSIT BERINTI SEBAGAI ALAT PENUNJANG DIAGNOSIS ASIDOSIS PADA ASFIKSIA NEONATORUM

*Farid Agung Rahmadi  -  Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS DR KARIADI/ FK UNDIP, Indonesia
Muhammad Sholeh Kosim  -  Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS DR KARIADI/ FK UNDIP, Indonesia
Gatot Irawan Santosa  -  Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS DR KARIADI/ FK UNDIP, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Asfiksia neonatorum merupakan penyebab utama kematian neonatus sebesar 19% dari lima juta bayi lahir hidup di dunia setiap tahun. Asfiksia mengakibatkan hipoksia, hiperkapnia, dan asidosis. Baku emas pemeriksaan asidosis adalah dengan pH darah arteri yang belum dapat dilakukan di tempat dengan sarana yang terbatas. Hipoksia memicu terjadi peningkatan jumlah eritrosit dan eritrosit berinti. Peningkatan jumlah ini bertujuan untuk meningkatkan oksigenasi jaringan dan berbanding lurus dengan semakin beratnya hipoksia. Pemeriksaan jumlah eritrosit berinti dapat dilakukan di tempat dengan sarana terbatas dengan pembacaan preparat darah apus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan jumlah eritrosit berinti dapat menjadi alat penunjang diagnosis asidosis pada asfiksia neonatorum

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik. Asfiksia ditentukan dengan nilai Apgar, asidosis ditentukan dengan pH dari pemeriksaan analisis gas darah, dan eritrosit berinti diperiksa menggunakan preparat darah apus. Analisis statistik menggunakan uji Spearmans, ROC, X2, sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif. Analisis data menggunakan program komputer.

Hasil: Subyek penelitian berjumlah 49 neonatus asfiksia dengan jumlah bayi yang mengalami asidosis sebanyak 23. Terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah eritrosit berinti dengan asidosis (p<0,0001), dengan nilai korelasi sedang (r = -0,516). Jumlah eritrosit berinti 7/100 leukosit memiliki sensitivitas dan spesifisitas sebesar 82,6% dan 69,2%, NDP dan NDN sebesar 70,4% dan 81,8%.

Simpulan: Terdapat hubungan sedang negatif antara jumlah eritrosit berinti dengan asidosis. Jumlah eritrosit berinti 7/100 leukosit dapat digunakan sebagai alat penunjang diagnosis asidosis pada asfiksia neonatorum.

Kata kunci: Eritrosit berinti, asidosis, asfiksia

Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.