Penguatan Kapasitas Kelembagaan dalam Pembangunan Kelurahan Berkelanjutan Berbasis Agrowisata di Kumpulrejo, Kota Salatiga

*Rahayu Rafikahwulan Sari  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia
Royke Robert Siahainenia  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia
Suryo Sakti Hadiwijoyo  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia
Received: 29 Jun 2020; Published: 31 Aug 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jwl.8.2.187-201 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Copyright Transfer Agreement
  Download (1MB)    Indexing metadata
Open Access Copyright (c) 2020 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract
Kumpulrejo Village becomes the priority of Salatiga City in the sustainable village development based on the local potential of agrotourism. Kumpulrejo holds potential in livestock farming, nearly 80% of the population are dairy farmers. Suboptimal institutional capacity of the Livestock Farmer Groups in managing potentials results in problems regarding sustainable village development program in Kumpulrejo. The community’s social capital is expected to significantly affect the Livestock Farmer Groups’s institutional capacity strengthening. The present study aims to find out the affect of social capital on the institutional capacity strengthening with regard to argoturism-based sustainable village development in Kumpulrejo. The method that used was quantitative-descriptive, data obtained from questionnaires, observation, and interview. The sampling technique used by simple random sampling, to the 60 respondents. The study showed that social capital which consist of a trust, social network, and norms significantly affect to the institutional capacity strengthening by 57,9%. Partially, a trust did not hold significantly affect, while social network and norms significantly affect the institutional capacity strengthening of livestock farmer groups in Kumpulrejo Village.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: livestock farmer groups; social capital; strengthening institutional capacity; sustainable village development

Article Metrics:

  1. Amin, S. (2016). Pengaruh unsur modal sosial terhadap keberhasilan kelompok tani-ternak penerima bantuan program sarjana membangun desa (SMD) di Kabupaten Bone. Universitas Hassanudin
  2. Andi Samsu Alam, & Prawitno, A. (2015). Pengembangan kapasitas organisasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 8(2), 93–104
  3. Anggraini, O., & Agus, M. (2018). Penguatan modal sosial berbasis kelembagaan lokal masyarakat pesisir perspektif gender di Kabupaten Bantul. Journal of Social and Agricultural Economics, 11(2), 11-24. doi: 10.19184/jsep.v11i2.6889
  4. BPS Kota Salatiga. (2020). Kota Salatiga dalam angka 2020. Salatiga
  5. Daryanto, A. (2009). Dinamika daya saing industri peternakan. Bogor: IPB Press
  6. Dinas Pertanian Kota Salatiga. (2018). Buku saku dinas pertanian Kota Salatiga tahun anggaran 2019. Salatiga
  7. Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1-17. doi: 10.22146/jps.v6i1.47463
  8. Fitriani, F. (2015). Penguatan kapasitas kelembagaan gapoktan melalui pembentukan koperasi pertanian. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 28(2), 63–69. doi: 10.20473/mkp.V28I22015.65-71
  9. Fukuyama, F. (1995). Trust: The social virtues and the creation of prosperity. New York: Free Press
  10. Gefen, D., Karahanna, E., & Straub, D. W. (2003). Trust and TAM in online shopping: An integrated model. MIS Quarterly, 27(1), 51–90. doi: 10.2307/30036519
  11. Hadiwijoyo, S. S., & Anisa, F. D. (2019). SDGs, paradigma baru pembangunan global. Yogyakarta: Sprektrum Nusantara
  12. Kadarisman, M. (2017). Pengembangan sumber daya manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
  13. Kholifa, N. (2016). Pengaruh modal sosial terhadap produktivitas petani (Studi kasus di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap). Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 5(2), 89–97
  14. Kim, D., & Benbasat, I. (2003). Trust-related arguments in internet stores: A framework for evaluation. Journal of Electronic Commerce Research, 4(2), 49–64
  15. Lawang, R. M. Z. (2004). Kapital sosial: dalam perspektif sosiologik suatu pengantar. Depok: FISIP-UI Press
  16. Milen, A. (2004). Pegangan dasar pengembangan kapasitas. Yogyakarta: Pondok Pustaka Jogja
  17. Pratama, A., Muchammad, M., & Djumiarti, T. (2014). Pengembangan kapasitas kelembagaan dalam koordinasi pelayanan perizinan di BPPT Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 3(1), 1–11. doi: 10.14710/jppmr.v3i1.4373
  18. Rizki, D. M. (2015). Pengembangan kapasitas (capacity building) kelembangaan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era revolusi industri 4.0 pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Ciamis. Universitas Galuh
  19. Ruhimat, I. S. (2017). Peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani dalam pengembangan usahatani agroforestry: Studi kasus di Desa Cukangkawung, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(1), 1–17. doi: 10.20886/jpse.2017.14.1.1-17
  20. Seran, Y. L., & Kote, M. (2007). Strategi penguatan kelembagaan secara partisipatif sebagai solusi terhadap kesenjangan partisipasi stakeholders (Kasus Prima Tani Desa Tobu – TTS). BPTP NTT
  21. Simatupang, R. A. (2017). Pengaruh kepercayaan, kepuasan konsumen, dan nilai terhadap loyalitas produk. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 12(1), 55–70
  22. Soeprapto, T. (2006). Penguatan kapasitas dengan sumber daya manusia. Yogyakarta: Media Pressindo
  23. Subekti, S., Sudarko, S., & Sofia, S. (2015). Penguatan kelompok tani melalui optimalisasi dan sinergi lingkungan sosial. Journal of Social and Agricultural Economics, 8(3), 50–56. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JSEP/article/view/3760
  24. Suyitman, S., Sutjahjo, S. H., Herison, C., & Muladno, N. (2016). Status keberlanjutan wilayah berbasis peternakan di Kabupaten Situbondo untuk pengembangan kawasan agropolitan. Jurnal Agro Ekonomi, 27(2), 165. doi: 10.21082/jae.v27n2.2009.165-191
  25. Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat Dan Budaya
  26. Syahyuti, S. (2011). Gampang-gampang susah mengorganisasikan petani. Bogor: IPB Press
  27. Triambodo, S. & D. (2015). Analisis strategi penguatan kelembagaan desa wisata berbasis ekonomi kreatif (studi di Desa Wisata Kerajinan Tenun Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY). Universitas Gadjah Mada

Last update: 2021-04-13 12:25:26

No citation recorded.

Last update: 2021-04-13 12:25:27

No citation recorded.