Kajian Daya Tampung dan Mutu Kelas Air Daerah Aliran Sungai Banjir Kanal Timur, Kota Semarang

*Thomas Triadi Putranto orcid scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Novie Susanto scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 May 2018; Published: 31 Aug 2019.
DOI: https://doi.org/10.14710/jwl.7.2.121-136 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Copyright Transfer Agreement
  Download (552KB)    Indexing metadata
Open Access Copyright (c) 2019 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

The increasing population every year and the rapid economic development in Semarang City caused environmental problems related to the water resources used. One of the impacts of environmental problems is the lowering water quality of the Banjir Kanal Timur (BKT) Watershed. The study aims to identify the potential and conditions of the BKT watershed, and river segmentation as a basis for determining representative monitoring points that are used to determine the capacity that is adjusted to the description of river water segmentation class. The methods were descriptive and quantitative analysis approach based on the observation and measurement in the field campaign as well as the laboratory analysis. In addition, this research was also compiling the QUAL2E modeling to determine estimation of contamination load and capacity of contamination of Banjir Kanal Timur. The results conducted that the BKT has poor water quality based on the parameters of DO, BOD, and fecal coliform, while for the NO3 and NO2 parameters indicate good water quality. Segment that has load capacity of BOD contamination is segment 1. Segments that have load capacity of Nitrite (NO2) and Nitrate (NO3) contents are segment 1 to segment 4. The segment which has load capacity of contamination of fecal coliform is segment 2. Thus, Segment 1 can be classified into second class while segment 2 goes into third class. Furthermore, segment 3 and 4 are into fourth class respectively.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Banjir Kanal Timur River; carrying capacity of contaminant load; contaminan load; QUAL2E

Article Metrics:

  1. Aftriana, C. V. (2013). Analisis perubahan kerapatan vegetasi Kota Semarang menggunakan aplikasi penginderaan jauh. Geo-Image, 2(2), 1–7. doi: 10.15294/geoimage.v2i2.2188
  2. Anggani, H. (2005). Analisis lingkungan pemanfaatan Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (studi kasus di Kelurahan Kaligawe Semarang). Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/11482/.
  3. Anhwange, B. A., Agbaji, E. B., & Gimba, E. . (2012). Impact assessment of human activities and seasonal variation on River Benue, within Makurdi Metropolis. International Journal of Science and Technology, 2(5), 248–254.
  4. Asrori, M. N., & Saputro, P. T. (2017). Analisis hidrologi Sungai Banjir Kanal Timur di Kawasan Sawah Besar Kelurahan Kaligawe Kota Semarang. Universitas Islam Sultan Agung. Retrieved from http://repository.unissula.ac.id/10348/.
  5. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang. (2016). Kota Semarang dalam angka 2016. Semarang: Badan Pusat Statistik Kota Semarang.
  6. Badan Standarisasi Nasional (BSN). (2008). Standar Nasional Indonesia nomor 6898 bagian 57 tahun 2008 tentang metode pengambilan contoh air permukaan. Badan Standarisasi Nasional. Retrieved from http://sisni.bsn.go.id/.
  7. Barnwell, Jr, T. O., Brown, L. C., & Whittemore, R. C. (2004). Importance of field data in stream water quality modeling using QUAL2E-UNCAS. Journal of Environmental Engineering, 130(6). doi: 10.1061/(asce)0733-9372(2004)130:6(643)
  8. Blume, K., Macedo, J., Meneguzzi, A., Silva, L., Quevedo, D., & Rodrigues, M. (2010). Water quality assessment of the Sinos River, Southern Brazil. Brazilian Journal of Biology, 70(4), 1185–1193. doi: 10.1590/S1519-69842010000600008
  9. Brahmana, S. J., & R, H. (2008). Pengendalian pencemaran sumber air dengan ekoteknologi (wetland buatan). Jurnal Sumber Daya Air, 4(2), 125–138.
  10. Hakki, W., Sugiyanta, I. G., & Haryono, E. (2015). Dampak pemanfaatan bantaran sungai terhadap kualitas lingkungan di Kelurahan Pasar Krui. Jurnal Penelitian Geografi, 3(4), 1–11.
  11. Herlambang, A. (2006). Pencemaran air dan strategi penanggulangannya. Jurnal Air Indonesia, 2(1), 16–29. doi: 10.29122/jai.v2i1.2280
  12. Jaworska, J. S., Masscheleyn, P., & Mcavoy, D. C. (2001). Application of the QUAL2E water quality model for untreated discharge risk assessment in Central and Eastern Europe. In L. I & P.-O. J (Eds.), Assessment and management of environmental risks (NATO Scien, pp. 163–172). Dordrecht, Netherlands: Springer. doi: 10.1007/978-94-010-0987-4_16
  13. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 1 tahun 2010 tentang tata laksana pengendalian pencemaran air. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Retrieved from http://jdih.menlh.go.id/.
  14. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2003a). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 110 tahun 2003 tentang pedoman penetapan daya tampung beban pencemaran air pada sumber air. Jakarta. Retrieved from http://jdih.menlh.go.id/.
  15. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2003b). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 115 tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air. Jakarta. Retrieved from http://jdih.menlh.go.id/.
  16. Kurniawan, T. V. (2017). Peran Badan Lingkungan Hidup dalam pengendalian pencemaran sungai Bengawan Solo di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya. Retrieved from http://e-journal.uajy.ac.id/12254/.
  17. Ma’rruf, A., Graha, A. S., Salamun, S., & Ismiyati, I. (2015). Pengembangan Sungai Banjir Kanal Timur Semarang sebagai transportasi sungai untuk tujuan wisata. Jurnal Karya Teknik Sipil, 4(4), 107–120.
  18. Parveen, N., & Singh, S. (2016). Application of Qual2e model for river water quality modelling. International Journal of Advance Research and Innovation, 4(2), 429–432.
  19. Pavita, K. Della, Widiatmono, B. R., & Dewi, L. (2014). Studi penentuan daya tampung beban pencemaran sungai akibat buangan limbah domestik (studi kasus Kali Surabaya-Kecamatan Wonokromo). Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(3), 21–27. Retrieved from https://jsal.ub.ac.id/index.php/jsal/article/view/143.
  20. Pemerintah Republik Indonesia. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Retrieved from https://www.minerba.esdm.go.id.
  21. Priyambada, I. B., Oktiawan, W., & Suprapto, R. P. E. (2008). Analisa pengaruh perbedaan fungsi tata guna lahan terhadap beban pencemaran BOD sungai (studi kasus: Sungai Serayu Jawa Tengah). Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi Dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 5(2), 55–62. doi: 10.14710/presipitasi.v5i2.55-62
  22. Puspitasari, D. E. (2009). Dampak pencemaran air terhadap kesehatan lingkungan dalam perspektif hukum lingkungan (studi kasus Sungai Code Di Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan dan Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan Yogyakarta). Mimbar Hukum, 21(1), 24–34. doi: 10.22146/jmh.16254
  23. Rahayu, S., & Tontowi, T. (2009). Penelitian kualitas air Bengawan Solo pada saat musim kemarau. Jurnal Sumber Daya Air, 5(2), 127–136.
  24. Salmin, S. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 21–26.
  25. Samudro, S., Agustiningsih, D., & Sasongko, S. B. (2012). Analisis kualitas air dan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi Dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 9(2), 64–71. doi: 10.14710/presipitasi.v9i2.64-71
  26. Sholichin, M., Othman, F., & Limantara, L. M. (2010). Use of PI and STORET methods to evalute water quality status of Brantas River. Journal of Mathematics and Technology, 3, 116–124.
  27. Siahaan, R., Indrawan, A., Soedharma, D., & Prasetyo, L. B. (2011). Kualitas air sungai Cisadane, Jawa Barat– Banten. Jurnal Ilmiah Sains, 11(2), 268–273. doi: 10.35799/jis.11.2.2011.218
  28. Sofia, Y., Tantowi, T., & Rahayu, S. (2010). Penelitian pengolahan air sungai yang tercemar oleh bahan organik. Jurnal Sumber Daya Air, 6(2), 145–160.
  29. Suparjo, M. N. (2009). Kondisi pencemaran perairan sungai Babon Semarang. Jurnal Saintek Perikanan, 4(2), 38–45. doi: 10.14710/ijfst.4.2.38-45
  30. Sutriati, A. (2011). Penilaian kualitas air sungai dan potensi pemanfaatannya (studi kasus Sungai Cimanuk). Jurnal Sumber Daya Air, 7(1), 61–76.
  31. Syofyan, I., Usman, U., & Nasution, P. (2011). Studi kualitas air untuk kesehatan ikan dalam budidaya perikanan pada aliran Sungai Kampar Kiri. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 16(1), 64–70. Retrieved from https://jpk.ejournal.unri.ac.id/index.php/JPK/article/view/48.
  32. Vagnetti, R., Miana, P., Fabris, M., & Pavoni, B. (2003). Self-purification ability of a resurgence stream. Chemosphere, 52(10), 1781–1795. doi: 10.1016/S0045-6535(03)00445-4
  33. Winata, I. N. A., Siswoyo, A., & Mulyono, T. (2000). Perbandingan kandungan P dan N total dalam air sungai di lingkungan perkebunan dan persawahan. Jurnal Ilmu Dasar, 1, 24–28.
  34. Yudo, S. (2010). Kondisi kualitas air Sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta ditinjau dari parameter organik, amoniak, fosfat, deterjen dan bakteri coli. Jurnal Air Indonesia, 6(1), 34–42.
  35. Yuwono, E., & Setyobudiarso, H. (2016). Sinkronisasi status mutu dan daya tampung beban pencemaran air Sungai Metro. In Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (SENIATI) 2016 (pp. 41–54). Malang: Institut Teknologi Nasional Malang.

Last update: 2021-01-25 09:19:42

No citation recorded.

Last update: 2021-01-25 09:19:43

No citation recorded.