BibTex Citation Data :
@article{JWL20137, author = {Syahrial Fahmi and Diki Wahyudi and Muhammad Arif}, title = {Analisis Hubungan Perkembangan Kawasan Terbangun dan Land Surface Temperature Terhadap Environmental Criticality Index di Kota Bandung Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh}, journal = {Jurnal Wilayah dan Lingkungan}, volume = {12}, number = {3}, year = {2025}, keywords = {Environmental Criticality Index; Enhance Built-up and Bareness Index; Land Surface Temperature; Penginderaan Jauh}, abstract = {Kota Bandung merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan pesat di Jawa Barat. Hal itu ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan infrastruktur. Masifnya pembangunan infrastruktur menyebabkan perubahan alih fungsi lahan dari kawasan bervegetasi menjadi kawasan terbangun yang berakibat pada penurunan indeks kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kawasan terbangun, suhu permukaan, dan tingkat kekritisan lingkungan menggunakan Environmental Criticality Index (ECI) dengan variabel EBBI dan LST berbasis data Landsat-8 OLI/TIRS tahun 2013 dan 2023. Secara khusus, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara EBBI dan LST terhadap Environmental Criticality Index. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan luas kawasan terbangun sebesar 490,2 ha dari 9.674 Ha di tahun 2013 menjadi sebesar 10.164,2 Ha di tahun 2023. Sementara itu, hasil kondisi suhu permukaan mengalami peningkatan luas area yang didominasi rentang suhu moderate (22,2°C – 25,1°C) dan terjadi peningkatan luas area tingkat kekritisan lingkungan yang signifikan untuk kategori tinggi dari 461,5 Ha di tahun 2013 menjadi sebesar 5402,9 Ha di tahun 2023. Adapun wilayah di Kota Bandung dengan tingkat kategori kekritisan lingkungan tinggi paling luas berada di Kecamatan Babakan Ciparay dengan luas area sebesar 386,8 Ha di tahun 2023. Masing-masing variabel EBBI dan LST memiliki korelasi hubungan terhadap tingkat kekritisan lingkungan dan nilai korelasi hubungan paling tinggi, yaitu variabel EBBI terhadap tingkat kekritisan lingkungan sebesar 99,4% di tahun 2013 dan 97,6% di tahun 2023. Hasil analisis tingkat kekritisan lingkungan di Kota Bandung diharapkan dapat direkomendasikan sebagai salah satu data pelengkap dalam pengambilan kebijakan terkait pengembangan dan perencanaan kota.}, issn = {2407-8751}, pages = {307--320} doi = {10.14710/jwl.12.3.307-320}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jwl/article/view/20137} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Start from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Wilayah dan Lingkungan (JWL) retain full copyright ownership (Copyright@Authors) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Before it, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership.
Research Group in Regional Development and Environmental Management Department of Urban and Regional PlanningFaculty of Engineering - Diponegoro University
Building B, 3rd Floor Department of Urban and Regional Planning Campus Jl. Prof Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang 50275, Indonesia Telp/Fax: (024) 76480856 Email: jwl.laredem@gmail.com
Jurnal Wilayah dan Lingkungan by http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jwl is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats