skip to main content

Evaluasi Penerapan Indikator Tuberkulosis Paru dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan Model CIPP (Studi pada Puskesmas Pudakpayung)

*Annisa Shafa Azzahra  -  Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pudakpayung Public Health Center recorded the lowest pulmonary tuberculosis (TB) indicator achievement within Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) in the Banyumanik District of Semarang City, at only 36.36%, and also had the lowest IKS in the city. This study aimed to evaluate the implementation of the pulmonary TB indicator under the PIS-PK at Pudakpayung Public Health Center. The research was conducted from May 2024 to July 2025. This research was a qualitative study using a descriptive approach through in-depth interviews, observations, and literature review. Participants were selected using purposive sampling. The evaluation was conducted using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model by Daniel L. Stufflebeam, which was modified in accordance with Permenkes No. 39 of 2016. Results of this study revealed the absence of technical Standard Operating Procedures (SOPs) for home visit activities, insufficient funding, a high workload among health personnel, insufficient IT skills in operating Aplikasi Keluarga Sehat, and inadequate understanding of operational definitions for identifying TB symptoms. Additionally, educational media such as Pinkesga were not consistently available and there was no integrated information system between the PIS-PK and TB program. Suboptimal maintenance and utilization of electronic tablets and inadequate health education and communication efforts to support TB treatment adherence were also noted. These factors collectively contributed to the underachievement of the TB indicator targets. Overall, the implementation of the pulmonary TB indicator within the PIS-PK at the Pudakpayung Public Health Center was found to be suboptimal and requires further improvement to comply with the standards outlined in Permenkes No. 39 of 2016. 

Fulltext

Article Metrics:

  1. Referensi
  2. Kementerian Kesehatan Indonesia. Pedoman Umum: Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
  3. Sari NR, Suryawati C, Nandini N. Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Pada Indikator TB Paru Di Kabupaten Pati (studi kasus pada Puskesmas Tayu II). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;7(4)
  4. Sary L, Saputri AD, Lestari HD, Putri MK, Restu ZD. Evaluasi Program Indonesia Sehat–Pendekatan Keluarga (Pis-Pk) Di Desa Sidosari Kecamatan Natar Tahun 2021. Indonesian Journal Of Community Service. 2021 Sep 22;1(3):614-9
  5. Pratidina E, Rokayah C. Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (Pis-Pk) Dan Peran Perawat Di Puskesmas Cipadung Kota Bandung. HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan. 2023 Apr 14;2(1):42-50
  6. Tjandra DH, Mubasyiroh R, Dharmayanti I. Pencapaian Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat dan Indeks Keluarga Sehat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2018 Aug 28;21(2):90-6
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta, 2016
  8. Pramudaningsih IN, Cahyanti L, Yuliana AR, Khamdannah EN, Fitriana AA. Pencegahan Penularan TBC Melalui Implementasi Cekoran Bu Titik (Cegah Resiko Penularan Melalui Batuk Efektif dan Etika Batuk) Pada Remaja di SMAN 2 Kudus. Jurnal Pengabdian Kesehatan. 2023 Jan 30;6(1):77-87
  9. Jariyah A, Marlina AE, Fitriyah F, Sumanto F, Ulfah R, Paramarta V. Strategi Penurunan Stigma Masyarakat Terhadap Penyakit Tuberkolosis Menuju Eliminasi Tb 2030 Metode Systematic Literature Review (SLR). J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah. 2024 Oct 16;3(6):7529-46
  10. Sugiharti S, Mujiati M, Masitoh S, Laelasari E. Gambaran Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Prasarana Puskesmas dalam Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK): Analisis Data Risnakes 2017. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan. 2019 Oct 2:31-9
  11. Lestari, R. A., Suryoputro, A., & Kartini, A. (2021). Analisis Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (Pispk) Dalam Capaian Indeks Keluarga Sehat Di Kabupaten Brebes Tahun 2020 Studi Pada Puskesmas Kluwut Kabupaten Brebes. 2021: 20(1), 127–137
  12. Nia IM. Hambatan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Puskesmas: Literature Review. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022 Jun 8;12(1):1-7
  13. Merzistya AN, Rahayu SR. Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2019 May 2;3(2):298-310
  14. Fuady A, Arifin B, Yunita F, Rauf S, Fitriangga A, Sugiharto A, Yani FF, Nasution HS, Putra IW, Mansyur M, Wingfield T. Stigma, depression, quality of life, and the need for psychosocial support among people with tuberculosis in Indonesia: A multi-site cross-sectional study. PLOS Global Public Health. 2024 Jan 8;4(1):e0002489
  15. Van Rie A, Sengupta S, Pungrassami P, Balthip Q, Choonuan S, Kasetjaroen Y, Strauss RP, Chongsuvivatwong V. Measuring stigma associated with tuberculosis and HIV/AIDS in southern Thailand: exploratory and confirmatory factor analyses of two new scales. Tropical medicine & international health. 2008 Jan;13(1):21-30
  16. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Kementerian Kesehatan RI; 2016
  17. Kementerian Kesehatan RI. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan STRANAS TB. 2020;135:1-216
  18. Deswinda D, Rasyid R, Firdawati F. Evaluasi penanggulangan tuberkulosis paru di puskesmas dalam penemuan penderita tuberkulosis paru di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kesehatan Andalas. 2019 May 14;8(2):211-9
  19. Rusdianah E, Widiarini R. Evaluasi program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK): studi kasus di tingkat puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI. 2019 Sep;8(04)
  20. Rahmawati F, Suryana NN. Pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Konsistensi Operasional Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini (JUMBIDTER). 2024;1(3):2-15
  21. Daulay DL, Efendi I, Nuraini N. Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga Sehat (PIS-PK) Di Puskesmas Bestari Kota Medan. Jurnal Online Keperawatan Indonesia. 2019 Dec 22;2(2):50-67
  22. Yusmaniar W, Satrianegara MF, Arranuy ZF. Analisis Implementasi Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kabupaten Soppeng Tahun 2023 (Studi Kasus di Puskesmas Goarie). Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2024;13(1):25-30
  23. Attriani AN. Tantangan dan isu strategis sumber daya kesehatan manusia kesehatan pada puskesmas di indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2022 Aug 25;3(3):363-8
  24. Virdasari E, Arso SP, Fatmasari EY. Analisis Kegiatan Pendataan Keluarga Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga Di Puskesmas Kota Semarang (Studi Kasus Pada Puskesmas Mijen). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018 Oct 1;6(5):52-64
  25. Novianti N, Sulistiyowati N, Simarmata OS, Prasodjo RS, Anwar A, Laelasari E, Irianto J. Evaluasi pelaksanaan pis-pk di puskesmas kabupaten labuan batu, provinsi sumatera utara dan kota semarang, provinsi jawa tengah. J Ekol Kesehat. 2020 Jun 19;19(1):59-75
  26. Asri AC, Budiono I. Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2019 Nov 25;3(4):556-67
  27. Faisal L. Analisis Sistematis Literatur Tentang Optimalisasi Sistem Informasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Kualitas Layanan Di Puskesmas. Simtek: jurnal sistem informasi dan teknik komputer. 2025 Apr 3;10(1):63-9
  28. Nugraha IM, Marhaendra TB, Mahardiananta IM, Putra PA. Perawatan Peralatan Kesehatan dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan di Puskemas Banjarangkan II Klungkung. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian pada Masyarakat. 2021 Oct 2;5(4):641-51
  29. Supriyana DS, Prasetyawati AE. Pendekatan Home Care untuk Meningkatkan Dukungan Keluarga dalam Manajemen Tuberkulosis Paru pada Pasien Lanjut Usia: Laporan Kasus. Jurnal Stethoscope. 2020 Jul 2;1(1)
  30. Hartati NS, Sulistiowati E, Susilawati MD. Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Puskesmas. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2021;31(3):161-70
  31. Dheaanti Fadillah D. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Degan Media Flipbook Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Penderita Tb Paru Di Wilayah Puskesmas Kemusu Kabupaten Boyolali (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta). 2023
  32. Tuten, TL. Social media marketing. 2nd ed. London: SAGE Publications. 2023
  33. Septyawati M, Sutrisno D, Mitra AD. Pengaruh Pemberian Informasi Obat TB Paru dengan Media Reels Instagram terhadap Pengetahuan PMO Pasien TB Paru di Dua Puskesmas di Kabupaten Bungo. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024 Mar;5(1):559-565
  34. Olivia C. Strategi Peningkatan Motivasi Karyawan pada PT Gigantara Sukses Mandiri Raharja Surabaya. Agora. 2022;10(1):358482
  35. Yanti NL, Sulistyawati F. Implementasi Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (Pis-Pk) Pada Masa Pandemi. Jurnal Delima Harapan. 2022 Sep 5;9(2):117-27

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.