skip to main content

Hubungan Praktik Penggunaan APD dan Karakteristik Individu dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pemulung di TPA Sanggrahan Kabupaten Temanggung

*Ida Prasetiyawati  -  Mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Suhartono Suhartono  -  Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Onny Setiani  -  Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Sanggrahan landfill is an area used as place to collect solid waste in Temanggung Regency. The existence of a landfill to reduce waste accumulation in the environment, but on the other side a landfill can cause a problem like air pollution caused by waste decomposition. Waste pickers in the landfill have a risk respiratory disorder as a result of exposure to air pollutants. The purpose of this study was to analyze association between the  use of personal protective equipment (PPE) and individual characteristics with respiratory disorders on waste pickers  at Sanggrahan landfill. The type of this study was an observational analitical using a cross sectional approach. Subjects involved in this reseach were 69 waste pickers and were taken by using total sampling technique. The results showed that there were 68,12% waste pickers suffered complaints of respiratory disorder, the most of them having cough 43,4%, flu 47,8% and fever 27,5%. Chi square analyze showed that there were no association  between gender(p=0,464), age (p=0,206), education (p=0,318), and smoking habit (p=0,585) with complaints of respiratory disorder. While, there were association between the working hours (p=0,039), length ofwork(p=0,025), use of PPE(p=0,0019), and the use of respiratory protective equipment (p=0,021) with complaints of respiratory disorder. It is expected that waste pickers can use full PPE such as a hats, long clothes, gloves, foot protection, and standard mask during their working activites or while working  in the landfill area.

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Mahyudin R. Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah dan Dampak Lingkungan di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 3, No.1 tahun 2017: 66-74
  2. Santoso AJK, Purnomo MDE, Sumaryoto. Tempat Pembuangan Akhir Kaliori Sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Banyumas dengan Penekanan Desain Pengolahan Sekuen Ruang. Arsitektura, Vol. 14, No.2, Oktober 2016
  3. Dermawan, A. Penyakit Sistem Respirasi Akibat Kerja. Jambi Medical Journal. Vol. 1, No. 1, Mei 2013, Hal : 68 – 83
  4. Andhika, RdanTofanA. PengaruhPaparan CH4dan H2S TerhadapKeluhanGangguanPernapasanPemulung di TPA MricanKabupatenPonorogo. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 1, No. 1, Oktober 2016
  5. Triarfiani R, Joko T, Dangiran HL . Hubungan Karakteristik Pemulung Dan Penggunaan Alat Pelindung Pernapasan dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pemulung di TPA Jatibarang, Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 5, Nomor 5, Oktober 2017
  6. Panjaitan D. Pengaruh Paparan Hidrogen Sulfida (H2S) dan Karakteristik Pemulung Terhadap Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pemulung di TPA Sei Giling Kota Tebing Tinggi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatra Utara.2019
  7. Dwicahyo HB. Analisis Kadar NH3, Karakteristik Individu Dan Keluhan Pernapasan Pemulung di TPA Sampah Benowo dan Bukan Pemulung di Sekitar TPA Sampah Benowo Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 9, No. 2 Juli 2017: 135–144
  8. Hasan H, Arusita R. Perubahan Fungsi Paru Pada Usia Tua. Jurnal Respirasi (JR), Vol. 3. No. 2 Mei 2017: 52−57
  9. Irsyandi E. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pemulung di TPA Winongo Kota Madiun. Stikes Bhalti Husada Mulia Madun.2019
  10. Notoatmodjo S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta
  11. Rustami M. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Pernafasan Pada Pekerja Pembuat Furniture di Kecamatan Medan Johor. Universitas Sumatara Utara.2018
  12. Ramdan IM, Adawiyah R, Firdaus AR. Analisis Risiko Paparan SO2 Terhadap Risiko Non Karsinogenik Pada Pekerja Penyapu Jalan di Kota Samarinda. Jurnal Husada Mahakam Volume IV No. 5 November 2017, Hal 255-269
  13. Fujianti. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Keluhan Gangguan Pernapasan Pada Pekerja Mebel Jati Berkah Kota Jambi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, November 2015, 6(3):186-194
  14. Pratama D. Hubungan Usia, Lama Kerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Fungsi Paru pada Juru parker di Jalan Pandanaran Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Volume 1 Nomor 3 Tahun 2012
  15. Oktaria D, Ningrum MS. Pengaruh Merokok dan Defisiensi Alfa-1 Antitripsin terhadap Progresivitas Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Emfisema. Majority, Vol. 6, No.2, Maret 2017
  16. Singga S. Gangguan Kesehatan pada Pemulung di TPA Alak Kota Kupang. Jurnal MKMI, Maret 2014, hal 30-35
  17. Zubair M. Hubungan Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Fungsi Paru pada Siswa SMA Negeri 1 Sungguminasa. Universitas Muhammadiyah Makassar. 2014
  18. Azizah SN. Hubungan Masa Kerja dan Penggunaan APD dengan Kapasitas Fungsi Paru pada Pekerja Tekstil Bagian Ring Frame Spinning I Di PT.X Kabupaten Pekalongan. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.2019

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.