skip to main content

PENDAMPINGAN PEMBUATAN BIOPORI DI DESA JEMBRAK, SALATIGA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PELESTARIAN AIR TANAH

*Undayani Cita Sari  -  Diponegoro University
Yulita Arni Priastiwi  -  Diponegoro University
Moh Nur Sholeh  -  Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 Jurnal Pengabdian Vokasi

Citation Format:
Abstract
Setiap aktivitas manusia membutuhkan sumber daya air dalam pelaksanaannya. Saat ini, dengan perkembangan penduduk yang semakin banyak menyebabkan kebutuhan air bersih pun meningkat. Suplai air bersih dapat diperoleh dari air permukaan. Apabila tidak ada, maka dapat menggunakan air tanah, namun, eksploitasi air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya cadangan air tanah, yang berakibat jangka panjang terhadap terjadinya penurunan tanah. Dengan demikian, diperlukan kegiatan pengelolaan dan pelestarian air dimana salah satunya adalah menggunakan Biopori. Biopori selain untuk menjaga ketersediaan air, juga dapat mengurangi sampah organik, menyuburkan tanah, serta membantu mencegah terjadinya banjir. Telah banyak sosialisasi biopori yang dilakukan, namun demikian, masyarakat masih belum dapat mengimplementasikan di lapangan karena kurangnya contoh secara nyata. Pendampingan secara langsung diperlukan sebagai rangkaian kegiatan pembuatan biopori, oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberikan contoh langsung pembuatan Biopori kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yang dilakukan melalui sosialisasi dan dilanjutkan pendampingan pembuatan Biopori, maka diharapkan semakin membuat masyarakat sadar akan pentingnya Biopori. Selain itu, pelaksanaan Biopori yang mudah, cepat, dan murah diharapkan dapat membangkitkan ketertarikan bagi masyarakat untuk membuatnya.
Fulltext View|Download
Keywords: Biopori, air, masyarakat

Article Metrics:

  1. Sutandi, M.C., Husada, G., Tjandrapuspa, K., Rahmat, D., Sosanto, T. “Penggunaan Lubang Resapan Biopori untuk Minimalisasi Dampak Bahaya Banjir pada Kecamatan Sukajadi Kelurahan Sukawarna RW004 Bandung” Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7), 24-26 Oktober 2013, L-9 – L-14
  2. Widiya, M., Krisnawati, Y. “Perbandingan Efektifitas Laju Resapan Air berdasarkan Variasi dan Umur Sampah dalam Teknologi Resapan Biopor”. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2017, Palembang 19-20 Oktober 2017, PP 489-496
  3. Purwadi, O.T., Yulianto, H., Mashabi. “Lubang Resapan Biopori Sebuah Strategi Untuk Memanfaatkan Air Hujan Dalam Menjaga Kelestarian Sumber Air di Kota Bandar Lampung”, Jurnal Rekayasa, Vol. 18, No. 1, April 2014, PP 47-58
  4. Herminingsih, H., Prastiti, T.D., Suhastuti, S. “Teknologi Biopori untuk Pelestarian Lingkungan di RW 016 Patrang Kelurahan Patrang Kabupaten Jember”, Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Terbuka, PP 192-199
  5. Prameswari, D. Supriyanto, Saharjo, B.H., Wasis, B. Pamoengkas, P. “Aplikasi Lubang Resapan Biopori dan Cross Drain untuk Rehabilitasi di Jalan Sarad”, Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Vol. 12 No. 2, Agustus 2015, PP 177-189
  6. Corry, Y., Griandini, D., Muzambeq, S. “Penerapan Pembuatan Teknik Lubang Biopori Resapan sebagai Upaya Pengendali Banjir”, Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol.1 No. 2 Desember 2017, PP 296-308

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.