MODUL DESAIN ALAT APUNG UNTUK KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP ANCO

Sunarso Sugeng -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sulaiman sulaiman -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Samuel Febriary Khristyson -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Adi Kurniawan Yusim -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 25 May 2019; Published: 17 Jun 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 64 67

Abstract

Sejauh ini penggunaan anco sering menggunakan bahan bambu sebagai rangkanya. Pemanfaatan material bambu untuk berbagai keperluan sudah sejak lama dilakukan. Mulai dari bahan konstruksi, bahan bangunan, furnitur, alat musik hingga bahan baku kerajinantangan. Mendesain alat apung merupakan proses interaktif terutama pada tahap awal, dimana dibutuhkan informasi mengenai kondisi lingkungan sebagai wilayah operasionalnya. Perkembangan teknologi alat apung sering kali mengabaikan pengaruh ukuran dan bentuknya. Belum terlalu banyaknya penelitian mengenai interaksi gaya-gaya luar terhadap struktur bangunan apung. Modul alat apung yang dimaksud adalah alat apung sebagai sarana untuk pernunjang penangkapan ikan. Modul desain alat apung untuk kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap anco dapat mengoptimalkan hasil tangkapan masyarakat nelayan sehingga mempengaruhi hasil tangkapan warga. Modul desain alat apung ini diharapkan proses pembuatan dan penangkapan ikan menjadi standar sehingga hasil tangkapan ikan menjadi lebih baik dan stabil. Berdasarkan perencanaan denga nmenggunakan software didapatkan ukuran kapal dengan panjang loa 8 m, lebar 5 m dan tinggi sarat 1,5 m, serta perhitungan stabilitas nilai GZ maksimum memenuhi kriteria standart IMO sehingga modul alat apung yang direncanakan  aman dalam pengoperasiannya.

Keywords
Alat apung, anco, stabilitas

Article Metrics:

  1. Von Brandt, A. Fishing Catching Method of the World. 3rd Edition. Fishing news (Books) Ltd. England, 1984.
  2. Subani, W. Dan H.R. Barus. Alat Penangkap Ikan dan Laut di Indonesia (Fishing Gears for Marine Fish and Srimp in Indonesia). Jurnal Penelitian Perikanan Laut.Balai Penelitian Perikanan Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Jakarta. 50(1):177 dan 142.hal, 1989.
  3. FRIDMAN, A. L. Calculation for Fishing Gear Designs. Fishing News (Books)Ltd. London. 241 p, 1986.
  4. NOMURA. Fishing Techniques 1 & 2. Japan International Cooperation Agency. Tokyo, 1978.
  5. Misra, S.C. Design Priciples of Ship and Marine Structures. New York: CRC Press, 2016.
  6. Tupper, E.C. Introduction to Naval Architecture. Butterworth: Amsterdam, 2004.
  7. Barrass, Derrett. Ship Stability for Masters and Mates. Amsterdam: Elsevier, 2006.
  8. BKI. Rules for Fishing Vessel. Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia, 2003.
  9. Utomo, B and S. Khristyson, "Studi Perancangan Propulsi Kapal Peti Kemas 100 TEUS," Gema Teknologi, vol. 20, no. 2, pp. 46-50, Apr. 2019. https://doi.org/10.14710/gt.v20i2.21633
  10. Vassalos, D. Risk based ship design and Application. Berlin: Springer, 2009.
  11. Menon, T.R----. Hand Book on Tuna Long Lining. Central Institute of Fisheries, Nautical and Engineering Training. Ministry of Agriculture and Irrigation. Government of India.