skip to main content

OPTIMALISASI UMKM KOPI CAP TUGU JUANG DENGAN INOVASI SABUN MANDI BATANG DARI KULIT KOPI DI DESA PULOSARI, KABUPATEN PEMALANG

*Fahmi Arifan scopus  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Wisnu Broto Broto  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Edy Supriyo  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
nanik kartikasari  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Oktaviani Kusuma Wardani orcid  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Mirza Muhammad Faisal  -  Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Jurnal Pengabdian Vokasi

Citation Format:
Abstract
Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang terletak di dataran ditinggi kaki yang memiliki suhu 17-24 derajat celcius. Desa tersebut memiliki potensi dibidang perkebunan. Terdapat banyak lahan perkebunan di Desa Pulosari. Lahan tersebut diantaranya ditanam pohon kopi dan juga nanas. Tanaman kopi tersebut ditanam disekitar rumah warga. Namun, permasalahan yang dialami oleh warga Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari adalah kurangnya pemahaman serta kesadaran warga dalam memanfaatkan limbah kulit kopi yang tidak terpakai menjadi bahan baku untuk meningkatkan nilai jual dari kulit kopi. Masyarakat Desa Pulosari belum memiliki inovasi baru terkait dengan pengolahan kopi. Maka dari itu program pengabdian masyarakat ini menggunakan inovasi dalam sabun mandi batang limbah kulit kopi.
Fulltext View|Download
Keywords: Kulit Kopi, Pulosari, Sabun Mandi batang,
Funding: Universitas Diponegoro

Article Metrics:

  1. Badan Standarisasi Nasional., 1994. Standar Mutu Sabun Mandi. SNI 06-3532-1994. Dewan Standardisasi Nasional. Jakarta
  2. BPS Kab. Kuningan. 2015. Kabupaten Kuningan dalam Angka (Kuningan Regency in figure). Katalog BPS: 1102001.3208
  3. Kemenperin. 2016. Siaran Pers: Menperin Pacu Diversifikasi Kopi ke Non-Pangan. http://kemenperin.go.id/artikel/14395/Menperin-Pacu-Diversifikasi-Kopi-ke-NonPangan. Purnamawati, Debbi. 2006. Kajian Pengaruh Konsentrasi Sukrosa dan Asam Sitrat terhadap Mutu Sabun Transparan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor
  4. Khuzaimah, S. (2016). Pembuatan Sabun Padat dari Minyak Goreng Bekas Ditinjau dari Kinetika Reaksi Kimia. Ratih: Jurnal Rekayasa Teknologi Industri Hijau, 2(2), 11. https://ejournal.unugha.ac.id/index.php/rati h/article/view/70
  5. Mayasari, N. 2009. Pengaruh Penambahan Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) Produk Fermentasi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Dalam Ransum Terhadap Konsentrasi VFA Dan NH3 (In Vitro). Bandung: KPP Ilmu Hayati LPPM ITB
  6. Palinggi, N.N., Usman, Kamaruddin dan A. Laining. 2013. Perbaikan mutu bungkil kopra melalui bioprosessing (fermentasi) untuk bahan pakan ikan bandeng. Hasil penelitian yang disajikan pada Forum Inovasi Teknologi, 3-4 September 2013. Solo, Jawa Tengah
  7. Panggabean. (2012). Kopi. Retrieved Februari 15, 2021, from http://scholar.unand.ac.id/3931/2/PENDAHULUAN.pdf
  8. Wahyudi, A. (2018). PENGARUH PENAMBAHAN ARENGA SACCHARIFERA TERHADAP KUALITAS PRODUK SABUN TRANSPARAN. Jurnal Redoks, 3(2), 30. https://doi.org/10.31851/redoks.v3i2.2386
  9. Widyasanti, A., Farddani, C., & Rohdiana, D. (2016). PEMBUATAN SABUN PADAT TRANSPARAN MENGGUNAKAN MINYAK KELAPA SAWIT (Palm oil) DENGAN PENAMBAHAN BAHAN AKTIF EKSTRAK TEH PUTIH (Camellia sinensis). Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 5(3)
  10. Zaenuddin, M. (1995). Kulit Kopi. Retrieved Februari 15, 2021, from https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/61baeac2d565010883153c08055fa5b1.pdf

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.