HOTEL TRANSIT BANDARA INTERNASIONAL KUALANAMU DENGAN KONSEP BUDGET HOTE

*OKTAVIA ELISABETH SINAGA  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia, Indonesia
Received: 22 Mar 2020; Published: 22 Mar 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Kota Medan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat dalam bidang perdagangan, infrastruktur, pariwisata, sosial budaya, sehingga kota ini memiliki fungsi dan peran yang cukup penting secara regional. Kota Medan juga dijadikan sebagai hub penerbangan domestik wilayah Indonesia bagian barat, dikarenakan Bandara Internasional Kualanamu berada pada posisi geografis yang strategis. Hal tersebut berdampak positif menjadikan Kota Medan sering dikunjungi oleh pebisnis atau wisatawan dari dalam/luar negeri, dikarenakan kemudahan dan keefisienan dalam menggunakan moda transportasi udara (pesawat). Namun terkadang, keterlambatan atau tertinggal pesawat dapat terjadi di bandara sehingga perlu melakukan transit untuk sementara waktu.

  Saat ini, ketersediaan fasilitas akomodasi untuk melayani pengguna pesawat yang melakukan transit masih minim di sekitar kawasan Bandara Internasional Kualanamu. Salah satu fasilitas akomodasi yang dibutuhkan pengguna pesawat ketika transit adalah hotel transit. Maka dari itu, perancangan hotel transit ini berada di kawasan bandara dan mampu menunjang aktivitas pengguna yang melakukan transit dalam jangka waktu yang relatif singkat

Article Metrics:

  1. Suwithi, N. W., & Boham, C. E. (2008). Akomodasi Perhotelan Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
  2. Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 Tentang Standar Usaha Hotel.