HOTEL BINTANG 3 DAN RESTORAN DI PERIFERI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS

*RAYHAN AZKA  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 23 Dec 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 54 19
Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu dari lima kota metropolitan terbesar di Indonesia memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan investasi bisnis yang baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kota Semarang dari yang semula pada tahun 2015 sebesar 5,79 meningkat pada tahun 2016 menjadi 5,8. Geliat perkembangan bisnis akomodasi terlihat pada semakin tingginya jumlah investasi hotel khususnya di kawasan Kota Semarang, hal ini juga didukung dengan tidak dibatasinya jumlah investasi bidang perhotelan oleh pemerintah Kota Semarang. Untuk menghindari dampak buruk dari pembangunan hotel yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, serta terdegradasinya fungsi-fungsi lahan hijau dan daerah resapan yang dapat berakibat pada kerusakan lingkungan, maka diperlukan sebuah usaha pengembangan konsep hotel berbasis eko arsitektur, dimana bangunan dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan disekitarny

Article Metrics:

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 2013. Standar Usaha Hotel. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta.
  2. Frick, Heinz. 1988. Arsitektur dan Lingkungan. Yogyakarta : Kanisius.
  3. Frick, Heinz dan Tri Hesti M. 2006. Arsitektur Ekologis. Yogyakarta : Kanisius.
  4. Setiyono. 2009. Disain Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Re-Use Air di Lingkungan Perhotelan. Jurnal Air Indonesia, Jakarta