BENGAWAN SOLO PARK DI KAWASAN TAMAN SATWA TARU JURUG

*AVIDIA LARASATI  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 Nov 2019; Published: 18 Nov 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 102 46
Abstract

Pariwisata sebagai leading sector dalam perekonomian Indonesia
di tahun 2017 berhasil menyumbang 33% bagi GDP Indonesia (Word
Travel Tourism Council (2018), dominasi ini menandakan peran besar
pariwisata bagi perekonomian Indonesia. Hal ini memicu pemerintah untuk
lebih fokus dalam mengembangan pariwisata Indonesia. Seperti yang
dilakukan oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Surakarta yang
mengeluarkan mengeluarkan rencana revitalisasi kawasan Taman Satwa
Taru Jurug (TSTJ). Rencana ini hadir berkat dukungan pemerintah pusat
dan PKBSI (Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) serta kritik dari
pihak luar negeri terhadap kondisi kawasan.
Didalam rencana revitalisasi TSTJ tertulis bahwa kawasan TSTJ
dibagi menjadi dua area yaitu; area konservasi (Taman Satwa) dan area
komersil (Bengawan Solo Park (BSP) ). BSP direncanakan untuk menjadi
sebuah taman rekreasi mini yang berkedudukan untuk menunjang area
konservasi dan bersama – sama menjadi tempat hiburan untuk rakyat.
Berdasarkan rencana BSP akan berisikan Gesang Cendana Laras,
Museum Satwa dan taman bermain air (water park). Tujuan yang ingin
dicapai adalah membuat BSP sesuai dengan rencana revitalisasi kawasan
TSTJ dengan berpegang pada prinsip – prinsip pariwisata berkelanjutan.

Article Metrics:

  1. ___