skip to main content

BLUE FISHERES HUB COMACO - CONNECTING MARITIME COMMUNITIES TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA

*Muhammad Arya Guna Akbar  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Jawa Tengah memiliki wilayah pesisir yang panjang dengan potensi perikanan besar, namun konsumsi ikan masyarakatnya masih rendah (40,14 kg/kapita/tahun pada 2024) dibanding rata-rata nasional (57–60 kg/kapita/tahun). Permasalahan ini diperparah oleh minimnya ruang inovasi nelayan, tambak rentan rusak akibat ombak, sulitnya pengolahan hasil tangkapan, rendahnya daya jual, terbatasnya alat tangkap, serta tidak adanya ruang interaktif bagi anak pesisir di Tambak Lorok, Semarang Utara. Untuk menjawab isu tersebut, dirancang Blue Fisheries Hub dengan konsep COMACO (Connecting Maritime Communities), yaitu kawasan terpadu yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas nelayan, dan sistem perikanan dalam satu ruang berkelanjutan. Rancangan menyatukan alur penangkapan ikan, pengolahan, distribusi, dan konsumsi, dengan fungsi pasar ikan, galeri nelayan, ruang aspirasi, area pemeliharaan kapal, dan kuliner dalam satu ekosistem bangunan di atas laut. Perancangan mempertimbangkan kebutuhan pengguna (nelayan, pengunjung, anak-anak, marketeer) yang diterjemahkan ke empat zona: eksibisi, workshop, fish market, dan shipyard. Transformasi massa menghasilkan bangunan panggung yang adaptif terhadap pasang surut, terbuka dan ramah iklim, serta mendorong konektivitas antarkomunitas pesisir. Konsep ini diharapkan menjadi wadah produktif dan sosial yang meningkatkan ekonomi nelayan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kata kunci: Blue Fisheries Hub, COMACO, kawasan pesisir, perikanan berkelanjutan, arsitektur adaptif
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.