skip to main content

Perancangan Kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta Sebagai Urban Transit Node Berbasis Transit Culture

*Maya Aurel  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perkembangan mobilitas perkotaan menempatkan stasiun kereta api sebagai simpul penting dalam sistem transportasi umum yang tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga sebagai ruang transisi yang membentuk pola pergerakan dan aktivitas masyarakat. Dalam konteks kota yang terus berkembang, keberadaan stasiun memiliki peran strategis dalam membangun mobility culture yang mendorong penggunaan transportasi publik secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Namun, pada banyak kasus, kawasan stasiun masih menghadapi permasalahan keterputusan antara fasilitas transportasi, ruang publik, dan lingkungan perkotaan di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perancangan arsitektur yang mampu mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep perancangan stasiun kereta api yang tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional transportasi, tetapi juga memperkuat integrasi kawasan melalui pengaturan ruang, sirkulasi, serta keterhubungan dengan moda transportasi lain dan aktivitas perkotaan di sekitarnya. Melalui pendekatan perancangan yang memperhatikan aspek fungsional, teknis, dan arsitektural, diharapkan tercipta sebuah lingkungan stasiun yang adaptif terhadap dinamika mobilitas perkotaan, sekaligus mampu mendukung terbentuknya budaya mobilitas masyarakat yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penggunaan transportasi umum.
Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.