skip to main content

Redesain Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Pulau Baai Kota Bengkulu dengan Pendekatan Arsitektur Hijau

*Siti Zahara Fairuszita  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Provinsi Bengkulu memiliki keunggulan strategis dengan garis pantai sepanjang 525  km yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Sejalan dengan Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2025-2029,  Pelabuhan Pulau Baai menjadi aset krusial untuk mengoptimalkan potensi sumber daya daerah  sebagai penggerak ekonomi dan gerbang logistik utama. Dalam komoditas perikanan,  operasional perikanan Provinsi Bengkulu berpusat di Pelabuhan Perikanan dan Tempat  Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai. Namun, kondisi Pelabuhan Perikanan dan TPI Pulau Baai  saat ini dinilai masih jauh dari standar kelayakan yang memadai.  Kondisi yang masih kotor,  becek, dengan aroma yang tidak sedap akan berdampak langsung pada kualitas produk yang  dipasarkan, dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai serta harga jual dari produk tersebut.  Sebagai solusi, redesain Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Pulau Baai dilakukan dengan  mengintegrasikan standar Pasar Ikan Higienis melalui pendekatan Arsitektur Hijau. Pendekatan  ini tidak hanya sekadar memenuhi rencana pembangunan daerah dan kesadaran lingkungan,  tetapi secara teknis diaplikasikan untuk menciptakan infrastruktur perikanan yang higienis dan  efisien energi.  Kata Kunci: Pelabuhan Perikanan, Pasar Ikan, Pulau Baai, Arsitektur Hijau.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Muhdi, S., Wibowo, S., Winarno, A., lsyaturradhiyah, Gantira, U., Wulandari, N. A., & Setiabudi, E. (2007). Pedoman Umum Pembangunan Pasar Ikan Tradisional. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Chiara, J. De. (1983). Time Saver Standards for Building Types 2nd Edition. McGraw-Hill. Neufert, E. (1996). Data Arsitek Jilid 1 (33rd ed.). Erlangga

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.