skip to main content

Redesain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Karangroto Baru Kota Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku

*Esti Desiana  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Urbanisasi di Indonesia yang terus meningkat berdampak pada tingginya kebutuhan  hunian di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Semarang, sementara ketersediaan lahan  yang terbatas memicu kenaikan harga tanah dan munculnya permukiman informal.  Pemerintah menghadirkan solusi hunian vertikal melalui pembangunan rumah susun, salah  satunya Rusunawa Karangroto Baru, sebagai upaya penyediaan hunian layak bagi  masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, dalam perkembangannya, kualitas lingkungan  hunian mengalami penurunan akibat ketidaksesuaian antara desain fisik bangunan dengan  pola perilaku dan kebutuhan sosial penghuni, yang ditandai oleh alih fungsi ruang dan  menurunnya kualitas lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan redesain dengan pendekatan  Arsitektur Perilaku untuk menghasilkan hunian yang lebih responsif terhadap aktivitas dan  interaksi penghuni, sehingga mampu meningkatkan kualitas lingkungan secara fisik maupun  sosial serta mengembalikan fungsi rusunawa sebagai solusi perumahan yang layak dan  berkelanjutan.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Altman, I. (1975). The Environment and Social Behavior: Privacy, Personal Space, Territory, Crowding. Monterey, CA: Brooks/Cole Publishing Company. Ismiranti, A. S. (2023). Efektivitas Interior Rumah Susun 18 m2 dengan Konsep Modular. Waca Cipta Ruang, 9(2), 87–91. https://doi.org/10.34010/wcr.v9i2.9683. Marlina, H., & Ariska, D. (2019). Arsitektur perilaku. In Fakultas Teknik UNMUHA

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.