skip to main content

Response to Third Space Crisis: Perancangan Youth Center di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Social Condenser Architecture

*Diandra Naritha  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kota Tangerang Selatan menghadapi “Third Space Crisis” akibat kurangnya fasilitas inklusif bagi kaum muda berusia 15–24 tahun, sebagaimana dibuktikan dengan maraknya perkelahian antar-geng yang melibatkan 108 remaja dan balapan liar yang melibatkan 371 remaja selama periode 2024–2026, meskipun Rata-rata Lama Bersekolah telah mencapai 11,86 tahun. Penelitian ini mengembangkan konsep Youth Center sebagai “Third Space” yang ditargetkan, dengan menerapkan pendekatan Social Condenser Architecture untuk mengarahkan energi pemuda ke arah kegiatan yang konstruktif. Tinjauan pustaka mencakup teori third space dari Ray Oldenburg, konsep kenakalan remaja dari Kartini Kartono, serta studi kasus komparatif seperti TIM, BAC Youth Center, dan New Generation Youth Centre. Youth Center ini diharapkan mampu mengurangi kenakalan remaja dengan mendorong interaksi sosial yang produktif dan mempromosikan inklusivitas. Kata Kunci: Youth Center, Third Space Crisis, Social Condenser Architecture, Tangerang Selatan, Kenakalan Remaja
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Annisa, D., & Zahrah, W. (2024). Perancangan Youth Center di Tebing Tinggi dengan Pendekatan Arsitektur Metafora. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.