BibTex Citation Data :
@article{JPPS32634, author = {Aurel Parsa Awanta}, title = {“ARSITEKTUR SEBAGAI AGEN SISTEM KONSERVASI IN-SITU: PERANCANGAN FASILITAS PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL DAN LANSKAP KONSERVASI GAJAH DI TWA SEBLAT, BENGKULU”}, journal = {Jurnal Poster Pirata Syandana}, volume = {7}, number = {01}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = {Indonesia, khususnya Sumatera, satwa dan habitatnya menghadapi krisis ekologi akibat deforestasi, fragmentasi habitat, perburuan liar, dan perubahan iklim yang mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies fauna terancam punah. Taman Nasional dipahami sebagai salah satu perlindungan dan habitat asli dari satwa-satwa yang terancam punah. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai salah satu kawasan konservasi terbesar di Sumatera menjadi habitat megafauna kunci seperti harimau sumatera, gajah sumatera, dan tapir, namun terus menghadapi tekanan antropogenik yang semakin intensif. Di area penyangga TNKS, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat yang memiliki Pusat Latihan Gajah (PLG) sebagai salah satu pusat konservasi gajah sumatera. Berdasarkan hal tersebut, studi terkait kegiatan dan sistem konservasi menghasilkan pemahaman bahwa rangkaian kegiatan konservasi satwa memiliki berbagai utama tahap yang mencakup penyelamatan, rehabilitasi, hingga monitoring pasca pelepasliaran atau penangkaran jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut difahami bahwa kegiatan tersebut memiliki berbagai sistem, aktor, dan rangkaian kegiatan yang beragam. Arsitektur di posisikan sebagai instrumen yang dapat berkontribusi dalam sistem konservasi satwa dan habitat aslinya (in-situ) melalui akomodasi ruang berdasarkan sistem, aktor, dan rangkaian kegiatan konservasi yang berorientasi di perlindungan satwa dan habitat aslinya, penyelamatan dan rehabilitasi, serta produksi ilmu pengetahuan. Metode penelitian mencakup pendekatan deskriptif, pengumpulan data melalui studi literatur dan data statistik, analisis komparatif terhadap preseden fasilitas taman nasional nasional dan internasional, serta survei lapangan di lokasi TWA Seblat, menghasilkan program rancangan yang terdiri atas dua sistem utama: (1) fasilitas pengelolaan taman nasional berbasis operasional lapangan, mencakup area riset, area penyelamatan satwa, dan markas pelatihan lembaga keamanan kawasan; (2) pengembangan kawasan PLG Seblat sebagai pusat konservasi dan penyelamatan gajah sekaligus destinasi ekowisata etis-edukatif yang dapat menopang keberlanjutan finansial program konservasi. Kata kunci: arsitektur konservasi satwa dan ekosistem, taman nasional, gajah sumatera, Kerinci Seblat, TWA Seblat, ekowisata, fasilitas pengelolaan, konservasi in-situ}, issn = {2715-6397}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/view/32634} }
Refworks Citation Data :
Last update:
JURNAL POSTER PIRATA SYANDANA (ISSN : 2715-6397)
Mailing Address:
Departemen Arsitektur FT. UNDIP
Jl. Prof. Soedarto, SH Kampus Tembalang Semarang Indonesia 50275
Telp. (024) 7470690 Fax. (024) 7470690
email : jpps@arsitektur.undip.ac.id
indexed by googlescholar, portal garuda