skip to main content

GRIYA RANCANG BUSANA DENGAN PENDEKATAN TROPICAL DESIGN

*Nadia Saskia Putri  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Industri fashion di Kota Semarang mengalami perkembangan pesat sejak ditetapkannya Semarang sebagai kota kreatif pada tahun 2016. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai butik dan desainer lokal yang semakin mengembangkan kreativitas mereka dalam dunia mode. Namun, meskipun ada banyak desainer berbakat, Kota Semarang masih menghadapi kekurangan fasilitas yang mendukung pengembangan industri fashion, seperti kurangnya pusat rancang busana, ruang peragaan busana (fashion show), serta ruang fleksibel untuk kegiatan workshop dan acara kreatif. Kondisi ini membatasi potensi pertumbuhan industri fashion lokal yang semakin diminati masyarakat. Oleh karena itu, perancangan Griya Rancang Busana di Kota Semarang menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Griya Rancang Busana ini diharapkan dapat menyediakan ruang kreatif bagi desainer untuk berkarya, serta fasilitas untuk memproduksi dan mempromosikan karya mereka, termasuk ruang untuk peragaan busana dan kegiatan workshop. Dengan pendekatan tropical design yang disesuaikan dengan iklim tropis Kota Semarang, bangunan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kreativitas dan inovasi, tetapi juga memperkuat identitas kreatif Semarang dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Fulltext View|Download
  1. Adi, W. (2019). Arsitektur Interaktif: Merancang Ruang Edukatif di Era Digital. Jakarta: Penerbit Gramedia. Adiwijaya, M. (2010). Perancangan Pusat Mode di Surabaya. Dimensi Interior, 8(1), 52–62. Karyono, T. H. (2016). Arsitektur Tropis: Bentuk, Teknologi, Kenyamanan & Penggunaan Energi. Jakarta: Erlangga

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.