skip to main content

Perancangan Youth Recreational Hub sebagai Ruang Ekspresi dan Interaksi Generasi Muda di Semarang

*Raden Roro Syifa Untsa Athaya  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perancangan Youth Recreational Hub dengan pendekatan arsitektur rekreatif dan inklusif di Tembalang, Semarang, bertujuan untuk mewadahi aktivitas rekreasi, kreativitas, serta interaksi sosial generasi muda dalam satu kawasan terpadu. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan ruang publik yang mampu mendukung pengembangan potensi anak muda secara fisik, sosial, dan kreatif, khususnya di kawasan Tembalang yang berkembang sebagai kawasan pendidikan dan hunian. Youth Recreational Hub dirancang sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga sebagai wadah ekspresi dan kolaborasi yang aman, nyaman, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan arsitektur rekreatif diterapkan untuk menciptakan suasana ruang yang menyenangkan, atraktif, dan mampu memberikan pengalaman ruang yang positif bagi pengguna. Sementara itu, pendekatan arsitektur inklusif diterapkan melalui perancangan aksesibilitas yang ramah bagi seluruh pengguna, kejelasan sirkulasi, fleksibilitas ruang, serta pengolahan ruang dalam dan luar yang saling terhubung. Metode perancangan dilakukan secara holistik melalui studi literatur, studi preseden bangunan sejenis di tingkat nasional dan internasional, serta analisis kondisi tapak dan konteks lingkungan di Tembalang, Semarang. Hasil dari perancangan ini adalah konsep dan panduan desain Youth Recreational Hub yang mampu menjadi pusat aktivitas rekreatif dan sosial bagi generasi muda, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas ruang publik dan citra kawasan Tembalang sebagai kawasan yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan anak muda. Kata Kunci: Youth Recreational Hub; Arsitektur Rekreatif; Arsitektur Inklusif; Ruang Publik; Generasi Muda.
Fulltext View|Download
  1. Stevens, Q. (2007). The Ludic City: Exploring the Potential of Public Spaces. London: Routledge. CABE. (2008). Designing for Play: A Guide to Creating Successful Play Spaces. London: Commission for Architecture and the Built Environment. Appleton, I. (2008). Buildings for the Performing Arts: A Design and Development Guide Second Edition. Burlington: Elsevier Limited. ArchDaily. (t.thn.). Youth Center Copenhagen. Diambil kembali dari ArchDaily: https://www.archdaily.com/

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.