skip to main content

Pengembangan Metode Daur Ulang Limbah Silika Fase Diam Kromatografi Untuk Kegiatan Praktikum Di Laboratorium

IPB University, Indonesia

Open Access Copyright 2023 Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Silika merupakan salah satu limbah laboratorium yang dapat merusak lingkungan. Daur ulang limbah silika mampu meminimalisasi jumlah limbah di laboratorium. Proses daur ulang limbah silika gel terdiri dari empat tahapan yaitu pencucian dengan metanol dan aseton secara maserasi, proses sonikasi dengan gelombang ultrasonik, pemanasan dengan tanur pada suhu 600oC selama 8 jam dan karakterisasi dengan radiasi sinar UV dan FTIR. Hasil karakterisasi dengan radiasi sinar UV pada berbagai perlakuan daur ulang limbah silika gel dapat membuktikan bahwa lama dan jumlah ulangan pencucian berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan daur ulang limbah silika. Hal tersebut dapat diindikasikan dengan noda atau area hitam yang semakin memudar. Perlakuan proses daur ulang terbaik berdasarkan karakterisasi dengan lampu UV dilanjutkan proses karakterisasinya dengan FTIR. Berdasarkan hasil karakterisasi dengan radiasi sinar UV dan FTIR perlakuan terbaik untuk proses daur ulang limbah silika gel pada penelitian ini adalah pada perlakuan dengan proses tiga kali pencucian metanol dan aseton dalam waktu 6 jam dalam setiap tahap pencucian.

 

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Results
PENGEMBANGAN METODE DAUR ULANG LIMBAH SILIKA FASE DIAM KROMATOGRAFI UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM
Subject
Type Research Results
  Download (94KB)    Indexing metadata
Keywords: Limbah, Silika gel, Daur ulang, FTIR, Radiasi UV

Article Metrics:

  1. Agoes G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung : Penerbit ITB
  2. Cahyono, B., Maduwu, R. D., Widayat, & Suzery, M. (2015). Regenerated silica gel as stationary phase on vacuum column chromatography to purify temulawak’s extracts. AIP Conference Proceedings, 1699. https://doi.org/10.1063/1.4938376
  3. Coates, J. (2006). Interpretation of Infrared Spectra, A Practical Approach. In Encyclopedia of Analytical Chemistry
  4. Harvey, David. 2003. Modern Analytical Chemistry. New York: McGraw-Hill Comp
  5. Oscik. (1982). Adsorption. England: Ellis Horwod Limited
  6. Royani, A., Sulistiyono, E., & Sufiandi, D. (2018). Pengaruh Suhu Kalsinasi Pada Proses Dekomposisi Dolomit. Jurnal Sains Materi Indonesia,18(1). https://doi.org/10.17146/jsmi.2016.1 8.1.4186
  7. Shokri, B., Firouzjah, M. A., & Hosseini, S. I. (2009). FTIR analysis of silicon dioxide thin film depos5ited by metal organic-based PECVD. Proceedings of 19th International Plasma Chemistry Society. https://doi.org/www.ispc-conference.org
  8. Wahshi, Fatima Sbait, Maitha D A , Manhal A , Abdullah A , Muna B , Tholkappiyan R , Fathalla H and Thies T (2018). Our Experience of Using Thermally Recycled Silica Gel in a Teaching and Small Research Laboratory Setting. Proceedings, 9(1),28. https://doi.org/10.3390/ ecsoc-22-05696

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.