BibTex Citation Data :
@article{JPK589, author = {Arya Rezagama and Ahmad Tamlikha}, title = {IDENTIFIKASI PENCEMAR WADUK MANGGAR KOTA BALIKPAPAN}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {4}, number = {1}, year = {2017}, keywords = {Waduk Manggar, Beban Pencemar, Air Asam}, abstract = { Waduk Manggar terletak di Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara merupakan sumber air baku utama sebesar 900 liter/detik. Status mutu air waduk tahun 2013 menunjukkan kondisi tercemar Berat (Badan Lingkungan Hidup, 2013). Kualitas air waduk terukur fluktuatif dimana terjadi penurunan kualitas air secara sesaat hingga baku mutu kelas 4. Untuk mengetahui faktor pencemaran Waduk diperlukan analisa sumber pecemar dan kemampuan daya tampung Waduk Manggar. Sumber pencemaran dapat bersifat alamiah maupun antropogenik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dikuatkan dengan analisa kualitatif. Perhitungan debit menggunakan metode pendekatan konversi curah hujan peanman, analisa daya tampung waduk menggunakan panduan PERMEN LH No. 28 Tahun 2009. Ketersediaan inlet debit kritis pada bulan agustus mencapi 2,8 m3/det. Sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus, September dan Oktober. Beban pencemaran dominan disebabkan oleh sumber alami tanah podsolik yang bersifat masam dan melarutkan kadar besi yang tinggi di batuan. Hal ini yang menyebabkan penurunan DO secara fluktuatif. Sedangkan beban pencemaran dari aktivitas manusia masih sangat kecil dibandingkan daya purifikasi waduk. Kualitas air waduk memiliki daya tampung yang masih baik dan tergolong kelas 1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kondisi tahun basa dan kering terhadap kualitas air. Pada musim basah, kualitas air waduk cenderung memiliki DO rendah, Fe yang tinggi. }, issn = {2503-0361}, pages = {40--48} doi = {10.14710/jpk.4.1.40-48}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/589} }
Refworks Citation Data :
Waduk Manggar terletak di Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara merupakan sumber air baku utama sebesar 900 liter/detik. Status mutu air waduk tahun 2013 menunjukkan kondisi tercemar Berat (Badan Lingkungan Hidup, 2013). Kualitas air waduk terukur fluktuatif dimana terjadi penurunan kualitas air secara sesaat hingga baku mutu kelas 4. Untuk mengetahui faktor pencemaran Waduk diperlukan analisa sumber pecemar dan kemampuan daya tampung Waduk Manggar. Sumber pencemaran dapat bersifat alamiah maupun antropogenik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dikuatkan dengan analisa kualitatif. Perhitungan debit menggunakan metode pendekatan konversi curah hujan peanman, analisa daya tampung waduk menggunakan panduan PERMEN LH No. 28 Tahun 2009. Ketersediaan inlet debit kritis pada bulan agustus mencapi 2,8 m3/det. Sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus, September dan Oktober. Beban pencemaran dominan disebabkan oleh sumber alami tanah podsolik yang bersifat masam dan melarutkan kadar besi yang tinggi di batuan. Hal ini yang menyebabkan penurunan DO secara fluktuatif. Sedangkan beban pencemaran dari aktivitas manusia masih sangat kecil dibandingkan daya purifikasi waduk. Kualitas air waduk memiliki daya tampung yang masih baik dan tergolong kelas 1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kondisi tahun basa dan kering terhadap kualitas air. Pada musim basah, kualitas air waduk cenderung memiliki DO rendah, Fe yang tinggi.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.