TRANSFORMASI SOSIO-SPASIAL KAWASAN PECINAN KOTA SEMARANG

Tiara Rizkyvea Debby, Santy Paulla Dewi
DOI: 10.14710/jpk.7.1.46-56

Abstract


Kawasan Pecinan adalah kawasan cagar budaya yang sejak awal terbentuknya di abad ke 18 hingga saat ini didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa. Di sisi lain, terjadi penurunan jumlah penduduk yang cukup signifikan selama 7 tahun terakhir. Singkatnya, transformasi demografi dan ekonomi mengakibatkan perubahan pola pemanfaatan ruang fungsional dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi nilai budaya kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis transformasi sosio-spasial Kawasan Pecinan Kota Semarang yang direncanakan sebagai salah satu lokasi wisata budaya. Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi sehingga dapat memahami isu-isu perkembangan kawasan Pecinan. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat migrasi masyarakat relatif tinggi yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas berdagang. Peningkatan aktvitas ini mempengaruhi kondisi fisik kawasan seperti pemanfaatan lahan dan fungsi bangunan. Namun demikian, perubahan fasade bangunan tidak banyak berubah, sehingga pola permukiman eksisting dapat dikatakan mengalami transformasi minor. Faktor kepercayaan dan memegang teguh prinsip adat juga melatarbelakangi masyarakat tetap mempertahankan desain bangunannya. Oleh karena itu, citra kawasan Pecinan sebagai kawasan cagar budaya tetap terjaga

Keywords


Transformasi; Sosio; Spasial; Cagar Budaya; Kawasan Pecinan

Full Text: PDF

References


Afifuddin, B. A. S., & Saebani, B. A. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Kesteloot, C. (1998). Over de Beperkingen van Sociale Mix als Beleidsstrategie. Planologisch nieuws, 18(3), 143-147. Retrieved from https://lirias.kuleuven.be/1737817?limo=0

Kunasegaran, M., Ismail, M., Rasdi, R. M., & Ismail, I. A. (2016). Intercultural and Workplace Adaptation: A Case Study of Malaysian Professional Returnees. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 219, 448-454. doi:10.1016/j.sbspro.2016.05.019

Kurniati, R., & Erlambang, F. R. (2015). Changes the Pattern of Residential Space into Commercial Space in Chinatown Semarang. Procedia Environmental Sciences, 23, 307-314. doi:10.1016/j.proenv.2015.01.045

Lexy, J. M. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya.

Liao, P.-s. (2004). Emotional Attachment, Residential Satisfaction, and Mobility Propensity. Journal of Population Study, 28, 49-79. Retrieved from http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/summary?doi=10.1.1.531.4911

Neuman, W. L. (2003). Social Research Methods, Qualitative and Quantitative Approaches (Fifth Edition). Boston: Pearson Education.

Nurdiani, N. (2014). Teknik Sampling Snowball dalam Penelitian Lapangan. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 5(2), 1110-1118. doi:10.21512/comtech.v5i2.2427

Purwanto, E. (2010). Eksistensi “Pasar Semawis” sebagai Salah Satu Strategi Revitalisasi Kawasan Pecinan Semarang. TEKNIK, 31(2), 90-97. doi:10.14710/teknik.v31i2.1765

Qu, J., Cao, S., Li, G., Niu, Q., & Feng, Q. (2014). Conservation of Natural and Cultural Heritage in Dunhuang, China. Gondwana Research, 26(3), 1216-1221. doi:10.1016/j.gr.2013.08.017

Sudarwani, M. M. (2004). Karakter Visual Area Kelenteng Kawasan Pecinan Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/14931/

Sudarwani, M. M. (2015). Karakter Fisik dan Nonfisik Gang Baru Pecinan Semarang. NEO TEKNIKA, 1(1), 1-9. Retrieved from http://jurnal.unpand.ac.id/index.php/NT/article/view/352/346

Widiastuti, R., Rahmat, A., & Aseani, W. (2015). Conservation and Revitalitation in Semarang Chinatown (Klenteng “Chinese Shrine” as Physical Characteristic in Semarang Chinatown). Procedia Environmental Sciences, 28, 549-556. doi:10.1016/j.proenv.2015.07.065

Yuliastuti, N., & Khaerunnisa, I. (2012). Kualitas Lingkungan Permukiman Kawasan Pecinan Kota Semarang. TEKNIK, 32(3), 212-217. doi:10.14710/teknik.v32i3.1740

Zahnd, M. (1999). Perancangan Sistem Kota secara Terpadu: Teori Perancangan Kota dan Penerapannya. Yogyakarta: Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pengembangan Kota

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.