BibTex Citation Data :
@article{JPK2929, author = {Diana Kristina and Wido Tyas}, title = {PELIBATAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KAMPUNG NELAYAN}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {6}, number = {1}, year = {2018}, keywords = {penataan; pelibatan masyarakat; kampung nelayan}, abstract = {Kawasan Tambaklorok merupakan permukiman nelayan di Kota Semarang, yang rentan terhadap rob dan penurunan tanah. Laju penurunan tanah saat ini mencapai > 8 cm/tahun dan akan semakin parah. Sebagai satu-satunya permukiman nelayan dan masuk dalam deliniasi kawasan kumuh, pemerintah merencanakan program pembangunan berkonsep kampung nelayan. Program ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan lingkungan serta meningkatkan perekonomian. Sebagai program yang direncanakan di kawasan yang sudah terbangun, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta preferensi masyarakat terhadap program kampung nelayan. Metode yang digunakan adalah explanatory sequential mixed methods . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak terlibat dalam proses perencanaan. Masyarakat tidak memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagian masyarakat nelayan memiliki preferensi yang berbeda dengan desain yang ditawarkan. Warga lebih memilih penataan kawasan dengan desain yang sederhana. Rekomendasi terkait dengan penelitian ini adalah perlunya bentuk-bentuk pelibatan masyarakat yang lebih banyak melibatkan masyarakat, di antaranya sosialisasi yang lebih intensif. Sudah ada sosialisasi namun perlu lebih ditingkatkan.}, issn = {2503-0361}, pages = {35--44} doi = {10.14710/jpk.6.1.35-44}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/2929} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Andreas, H. (2016). Penurunan Tanah di Semarang Kian Mengkhawatirkan. Diakses dari https://indonesiana.tempo.co/read/83531/2016/07/28/heriandreas49/penurunan-tanah-di-semarang-kian-mengkhawatirkan,
Andreas, H., Abidin, H. Z., Gumilar, I., Sidiq, T. P., & Yuwono, B. (2017). Adaptation and Mitigation of Land Subsidence in Semarang. Artikel dipresentasikan di AIP Conference Proceedings.
Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2017). Kota Semarang dalam Angka. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.
Bappeda Kota Semarang. (2016). Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman Kawasan Tambaklorok: Menciptakan Kampung Nelayan yang Berjati Diri. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.
Baser, V., & Biyik, C. (2016). The Problems and Resolution Approaches to Land Management in the Coastal and Maritime Zones of Turkey. Ocean & Coastal Management, 119, 30-37. doi: Bonati,S.,&Mendes,M.P.(2014).BuildingParticipationtoReduceVulnerability:HowCanLocalEducationalStrategiesPromoteGlobalResilience?ACaseStudyinFunchal–MadeiraIsland.ProcediaEconomicsandFinance,18,165-172." target="_blank">10.1016/j.ocecoaman.2015.09.018
Creswell, J. W. (2013). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed methods Approaches. California: Sage Publications.
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2001). Peta Amblesan Tanah Semarang tahun 2000-2001, diukur dengan menggunakan GPS. Jakarta: Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dinas Tata Ruang Kota Semarang. (2015). Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Tambaklorok. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.
Ferreira, A., Seixas, S., & Marques, J. C. (2015). Bottom-up Management Approach to Coastal Marine Protected Areas in Portugal. Ocean & Coastal Management, 118, 275-281. doi:10.1016/j.ocecoaman.2015.05.008
Hu, R. L., Yue, Z. Q., Wang, L. C., & Wang, S. J. (2004). Review on Current Status and Challenging Issues of Land Subsidence in China. Engineering Geology, 76(1), 65-77. doi:10.1016/j.enggeo.2004.06.006
Karlsson, M., & Hovelsrud, G. K. (2015). Local Collective Action: Adaptation to Coastal Erosion in the Monkey River Village, Belize. Global Environmental Change, 32, 96-107. doi:10.1016/j.gloenvcha.2015.03.002
Kawabe, M., Kohno, H., Ikeda, R., Ishimaru, T., Baba, O., Horimoto, N., . . . Oshima, Y. (2013). Developing Partnerships with the Community for Coastal ESD. International Journal of Sustainability in Higher Education, 14(2), 122-132. doi:10.1108/14676371311312842
Kim, S., & Rowe, P. G. (2013). Are Master Plans Effective in Limiting Development in China's Disaster-prone Areas? Landscape and Urban Planning, 111, 79-90. doi:10.1016/j.landurbplan.2012.12.001
Lloret, J., Cowx, I. G., Cabral, H., Castro, M., Font, T., Gonçalves, J. M. S., . . . Erzini, K. (2016). Small-scale Coastal Fisheries in European Seas are Not What They Were: Ecological, Social and Economic Changes. Marine Policy. doi:10.1016/j.marpol.2016.11.007
Marfai, M. A., Almohammad, H., Dey, S., Susanto, B., & King, L. (2008). Coastal Dynamic and Shoreline Mapping: Multi-sources Spatial Data Analysis in Semarang Indonesia. Environmental Monitoring and Assessment, 142(1), 297-308. doi:10.1007/s10661-007-9929-2
Marfai, M. A., & King, L. (2008). Tidal Inundation Mapping Under Enhanced Land Subsidence in Semarang, Central Java Indonesia. Natural Hazards, 44(1), 93-109. doi:10.1007/s11069-007-9144-z
Marpaung, B. O. Y. (2016). Communication Strategy Planning of Fisherman Kampung Medan Belawan as a Tourist Destination. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 234, 344-352. doi:10.1016/j.sbspro.2016.10.251
Midori, K., Hiroshi, K., Reiko, I., Takashi, I., Osamu, B., Naho, H., . . . Minlee, Y. (2013). Developing Partnerships with the Community for Coastal ESD. International Journal of Sustainability in Higher Education, 14(2), 122-132. doi:10.1108/14676371311312842
Mutimukuru-Maravanyika, T., Mills, D. J., Asare, C., & Asiedu, G. A. (2016). Enhancing Women's Participation in Decision-making in Artisanal Fisheries in the Anlo Beach fishing Community, Ghana. Water Resources and Rural Development. doi:10.1016/j.wrr.2016.04.001
Najafinasab, F., Karbassi, A. R., & Ghoddousi, J. (2015). Fuzzy Analytic Network Process Approach to Evaluate Land and Sea Criteria for Land Use Planning in Coastal Areas. Ocean & Coastal Management, 116, 368-381. doi:10.1016/j.ocecoaman.2015.07.023
Prenzel, P. V., & Vanclay, F. (2014). How Social Impact Assessment Can Contribute to Conflict Management. Environmental Impact Assessment Review, 45, 30-37. doi:10.1016/j.eiar.2013.11.003
Satker PKP Jawa Tengah. (2017). Rencana Aksi Perbaikan Lingkungan (Neighborhood Upgrading Action Plan – NUAP) pada Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP-2). Kelurahan Tanjung Mas Tahun 2017. Semarang.
Schuhbauer, A., & Sumaila, U. R. (2016). Economic Viability and Small-scale Fisheries — A Review. Ecological Economics, 124, 69-75. doi:10.1016/j.ecolecon.2016.01.018
Setioko, B., Pandelaki, E. E., & Murtini, T. W. (2013). Towards Sustainable Urban Growth: The Unaffected Fisherman Settlement Setting (with case study Semarang Coastal Area). Procedia Environmental Sciences, 17, 401-407. doi:10.1016/j.proenv.2013.02.053
Shubin, M. (2016). The Destruction of the Foundations of Structures in Coastal Areas of the Volgograd Region. Procedia engineering, 150, 2232-2237. doi:10.1016/j.proeng.2016.07.273
Takagi, H., Esteban, M., Mikami, T., & Fujii, D. (2016). Projection of Coastal Floods in 2050 Jakarta. Urban Climate, 17, 135-145. doi:10.1016/j.uclim.2016.05.003
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.