PELIBATAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KAMPUNG NELAYAN

Diana Kristina, Wido Prananing Tyas
DOI: 10.14710/jpk.6.1.35-44

Abstract


Kawasan Tambaklorok merupakan permukiman nelayan di Kota Semarang, yang rentan terhadap rob dan penurunan tanah. Laju penurunan tanah saat ini mencapai > 8 cm/tahun dan akan semakin parah. Sebagai satu-satunya permukiman nelayan dan masuk dalam deliniasi kawasan kumuh, pemerintah merencanakan program pembangunan berkonsep kampung nelayan. Program ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan lingkungan serta meningkatkan perekonomian. Sebagai program yang direncanakan di kawasan yang sudah terbangun, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta preferensi masyarakat terhadap program kampung nelayan. Metode yang digunakan adalah explanatory sequential mixed methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak terlibat dalam proses perencanaan. Masyarakat tidak memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagian masyarakat nelayan memiliki preferensi yang berbeda dengan desain yang ditawarkan. Warga lebih memilih penataan kawasan dengan desain yang sederhana. Rekomendasi terkait dengan penelitian ini adalah perlunya bentuk-bentuk pelibatan masyarakat yang lebih banyak melibatkan masyarakat, di antaranya sosialisasi yang lebih intensif. Sudah ada sosialisasi namun perlu lebih ditingkatkan.

Keywords


penataan; pelibatan masyarakat; kampung nelayan

Full Text: PDF

References


Andreas, H. (2016). Penurunan Tanah di Semarang Kian Mengkhawatirkan. Diakses dari https://indonesiana.tempo.co/read/83531/2016/07/28/heriandreas49/penurunan-tanah-di-semarang-kian-mengkhawatirkan,

Andreas, H., Abidin, H. Z., Gumilar, I., Sidiq, T. P., & Yuwono, B. (2017). Adaptation and Mitigation of Land Subsidence in Semarang. Artikel dipresentasikan di AIP Conference Proceedings.

Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2017). Kota Semarang dalam Angka. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.

Bappeda Kota Semarang. (2016). Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman Kawasan Tambaklorok: Menciptakan Kampung Nelayan yang Berjati Diri. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.

Baser, V., & Biyik, C. (2016). The Problems and Resolution Approaches to Land Management in the Coastal and Maritime Zones of Turkey. Ocean & Coastal Management, 119, 30-37. doi:10.1016/j.ocecoaman.2015.09.018

Bonati, S., & Mendes, M. P. (2014). Building Participation to Reduce Vulnerability: How Can Local Educational Strategies Promote Global Resilience? A Case Study in Funchal–Madeira Island. Procedia Economics and Finance, 18, 165-172. doi:10.1016/S2212-5671(14)00927-7

Creswell, J. W. (2013). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed methods Approaches. California: Sage Publications.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2001). Peta Amblesan Tanah Semarang tahun 2000-2001, diukur dengan menggunakan GPS. Jakarta: Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dinas Tata Ruang Kota Semarang. (2015). Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Tambaklorok. Semarang: Pemerintah Kota Semarang.

Ferreira, A., Seixas, S., & Marques, J. C. (2015). Bottom-up Management Approach to Coastal Marine Protected Areas in Portugal. Ocean & Coastal Management, 118, 275-281. doi:10.1016/j.ocecoaman.2015.05.008

Hu, R. L., Yue, Z. Q., Wang, L. C., & Wang, S. J. (2004). Review on Current Status and Challenging Issues of Land Subsidence in China. Engineering Geology, 76(1), 65-77. doi:10.1016/j.enggeo.2004.06.006

Karlsson, M., & Hovelsrud, G. K. (2015). Local Collective Action: Adaptation to Coastal Erosion in the Monkey River Village, Belize. Global Environmental Change, 32, 96-107. doi:10.1016/j.gloenvcha.2015.03.002

Kawabe, M., Kohno, H., Ikeda, R., Ishimaru, T., Baba, O., Horimoto, N., . . . Oshima, Y. (2013). Developing Partnerships with the Community for Coastal ESD. International Journal of Sustainability in Higher Education, 14(2), 122-132. doi:10.1108/14676371311312842

Kim, S., & Rowe, P. G. (2013). Are Master Plans Effective in Limiting Development in China's Disaster-prone Areas? Landscape and Urban Planning, 111, 79-90. doi:10.1016/j.landurbplan.2012.12.001

Lloret, J., Cowx, I. G., Cabral, H., Castro, M., Font, T., Gonçalves, J. M. S., . . . Erzini, K. (2016). Small-scale Coastal Fisheries in European Seas are Not What They Were: Ecological, Social and Economic Changes. Marine Policy. doi:10.1016/j.marpol.2016.11.007

Marfai, M. A., Almohammad, H., Dey, S., Susanto, B., & King, L. (2008). Coastal Dynamic and Shoreline Mapping: Multi-sources Spatial Data Analysis in Semarang Indonesia. Environmental Monitoring and Assessment, 142(1), 297-308. doi:10.1007/s10661-007-9929-2

Marfai, M. A., & King, L. (2008). Tidal Inundation Mapping Under Enhanced Land Subsidence in Semarang, Central Java Indonesia. Natural Hazards, 44(1), 93-109. doi:10.1007/s11069-007-9144-z

Marpaung, B. O. Y. (2016). Communication Strategy Planning of Fisherman Kampung Medan Belawan as a Tourist Destination. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 234, 344-352. doi:10.1016/j.sbspro.2016.10.251

Midori, K., Hiroshi, K., Reiko, I., Takashi, I., Osamu, B., Naho, H., . . . Minlee, Y. (2013). Developing Partnerships with the Community for Coastal ESD. International Journal of Sustainability in Higher Education, 14(2), 122-132. doi:10.1108/14676371311312842

Mutimukuru-Maravanyika, T., Mills, D. J., Asare, C., & Asiedu, G. A. (2016). Enhancing Women's Participation in Decision-making in Artisanal Fisheries in the Anlo Beach fishing Community, Ghana. Water Resources and Rural Development. doi:10.1016/j.wrr.2016.04.001

Najafinasab, F., Karbassi, A. R., & Ghoddousi, J. (2015). Fuzzy Analytic Network Process Approach to Evaluate Land and Sea Criteria for Land Use Planning in Coastal Areas. Ocean & Coastal Management, 116, 368-381. doi:10.1016/j.ocecoaman.2015.07.023

Prenzel, P. V., & Vanclay, F. (2014). How Social Impact Assessment Can Contribute to Conflict Management. Environmental Impact Assessment Review, 45, 30-37. doi:10.1016/j.eiar.2013.11.003

Satker PKP Jawa Tengah. (2017). Rencana Aksi Perbaikan Lingkungan (Neighborhood Upgrading Action Plan – NUAP) pada Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP-2). Kelurahan Tanjung Mas Tahun 2017. Semarang.

Schuhbauer, A., & Sumaila, U. R. (2016). Economic Viability and Small-scale Fisheries — A Review. Ecological Economics, 124, 69-75. doi:10.1016/j.ecolecon.2016.01.018

Setioko, B., Pandelaki, E. E., & Murtini, T. W. (2013). Towards Sustainable Urban Growth: The Unaffected Fisherman Settlement Setting (with case study Semarang Coastal Area). Procedia Environmental Sciences, 17, 401-407. doi:10.1016/j.proenv.2013.02.053

Shubin, M. (2016). The Destruction of the Foundations of Structures in Coastal Areas of the Volgograd Region. Procedia engineering, 150, 2232-2237. doi:10.1016/j.proeng.2016.07.273

Takagi, H., Esteban, M., Mikami, T., & Fujii, D. (2016). Projection of Coastal Floods in 2050 Jakarta. Urban Climate, 17, 135-145. doi:10.1016/j.uclim.2016.05.003


Wang, G., Liu, Y., Wang, H., & Wang, X. (2014). A Comprehensive Risk Analysis of Coastal Zones in China. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 140, 22-31. doi:10.1016/j.ecss.2013.12.019


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Pengembangan Kota

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.