FUNGSI RUMAH SEBAGAI TEMPAT USAHA BIDANG PARIWISATA DI DESA COLO, KUDUS

Deny Aditya Puspasari, Maya Damayanti
DOI: 10.14710/jpk.6.1.17-25

Abstract


Perkembangan aktivitas wisata di Desa Wisata Colo telah meningkat pada beberapa dekade terakhir, di mana dengan adanya aktivitas tersebut telah menyerap sumber daya manusia di sekitarnya. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak dari masyarakat yang tinggal di Desa Colo menggunakan rumah sebagai media untuk melakukan bisnis di bidang pariwisata. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan bisnis wisata adalah adanya peningkatan pendapatan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis usaha yang menggunakan rumah sebagai tempat usaha bidang pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa fungsi rumah tidak hanya dapat digunakan sebagai tempat tinggal saja melainkan sebagai tempat usaha dalam penyediaan jasa pariwisata.

Keywords


rumah; aktivitas wisata; home based enterprises

Full Text: PDF

References


Abolade, O., Adigun, F. O., & Akande, A. O. (2013). Impacts of Home Based Enterprises on the quality of Life of Operators in Ibadan North Local Government, Nigeria. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 2(7), 1-7.

Arikunto, S. (2002). Metode penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 89-71.

Budiningtyas, E. S. (2013). Showroom Batik di Kampoeng Batik Lawean: Respon Masyarakat Terhadap Pengembangan Pariwisata di Kawasan Cagar Budaya. Jurnal Nasional Pariwisata, 5(3), 168-179. doi:https://doi.org/10.22146/jnp.6690

Gunn, C. A., & Var, T. (2002). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases: Psychology Press.

Kellett, P., & Tipple, A. G. (2000). The Home as Workplace: A Study of Income-Generating Activities Wthin the Domestic Setting. Environment and Urbanization, 12(1), 203-214. doi:https://doi.org/10.1177/095624780001200115

Kigochie, P. W. (2001). Squatter Rehabilitation Projects that Support Home-Based Enterprises Create Jobs and Housing: The Case of Mathare 4A, Nairobi. Cities, 18(4), 223-233. doi:https://doi.org/10.1016/S0264-2751(01)00015-4

Kusmayanti, J. D., & Tyas, W. P. (2017). Kajian Perkembangan Kawasan Akibat Keberadaan UMKM Berbasis Rumah (HBE) Pengolah Pangan Tradisional Getuk ‘Kethek’ Satu Rasa, Kota Salatiga. Jurnal Pengembangan Kota, 4(2), 160-168. doi:https://doi.org/10.14710/jpk.4.2.160-168

Lee, T. H. (2013). Influence Analysis of Community Resident Support for Sustainable Tourism Development. Tourism Management, 34, 37-46. doi:https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.03.007

Liu, A. (2006). Tourism in Rural Areas: Kedah, Malaysia. Tourism Management, 27(5), 878-889. doi:https://doi.org/10.1016/j.tourman.2005.05.007

Puspasari, D. A., & Sariffuddin, S. (2015). Peran Gender dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Wisata Colo Kabupaten Kudus. TATALOKA, 17(4), 223-230. doi:https://doi.org/10.14710/tataloka.17.4.223-230

Swarbrooke, J. (1999). Sustainable Tourism Management: Cabi.

Tipple, G. (2004). Settlement Upgrading and Home-Based Enterprises: Discussions
from Empirical Data. Cities, 21(5), 371-379. doi:https://doi.org/10.1016/j.cities.2004.07.006

Turner, J. F. (1972). Housing as a Verb. Freedom to build, 148-175.

Urtasun, A., & Gutiérrez, I. (2006). Tourism Agglomeration and Its Impact on Social Welfare: An Empirical Approach to the Spanish Case. Tourism Management, 27(5), 901-912. doi:https://doi.org/10.1016/j.tourman.2005.05.004

Vitasurya, V. R. (2016). Local Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 216, 97-108. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.12.014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Pengembangan Kota

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0