TINGKAT KERENTANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR ROB DI KAMPUNG TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG

Dina Auliya Kharisma, Landung Esariti, Mardwi Rahdriawan
DOI: 10.14710/jpk.13.1.24-38

Abstract


Kampung Tambak Lorok merupakan salah satu wilayah permukiman pesisir di Kota Semarang yang sering mengalami banjir rob serta penurunan muka tanah akibat pembangunan permukiman tak terkendali, sehingga menyebabkan kekumuhan. Permukiman kumuh menyebabkan banyak permasalahan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Penurunan kualitas hidup masyarakat dan banjir rob yang terus melanda memicu tingginya kerentanan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan. Upaya mengurangi kerentanan menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan penentuan prioritas pengembangan wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan masyarakat terhadap banjir rob dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian dipilih dengan metode random sampling sebanyak 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kerentanan fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat Kampung Tambak Lorok terhadap banjir rob masih tinggi. Sebagian besar rumah tangga memiliki kerentanan fisik sedang, kerentanan ekonomi tinggi, kerentanan sosial rendah, dan kerentanan lingkungan tinggi. Tingkat kerentanan masyarakat yang paling berpengaruh di Kampung Tambak Lorok adalah kerentanan ekonomi, karena adanya ketidakstabilan ekonomi menyebabkan kesejahteraan hidup masyarakat berkurang dan menimbulkan kerentanan masyarakat lainnya sebab setiap kerentanan memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain.

Keywords


Banjir Rob; Kerentanan; Kualitas Hidup; Permukiman; Tambak Lorok

Full Text: PDF

References


Adhiana, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerentanan Masyarakat Nelayan Pasca Tsunami di Aceh. Paper presented at the Seminar Nasional II USM 2017.

Adissa, K. N., Hamid, N., Riyadi, A., Kasmuri, K., & Mudhofi, M. (2023). Pengelolaan Lingkungan Berbasis Partisipasi Masyarakat Secara Berkelanjutan Di Kampung Bahari Tambak Lorok Kota Semarang. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 9(2), 211-236. doi:10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i2.18989

Afif, F., & Yuliastuti, N. (2019). Tingkat kerentanan sosial pada kawasan kumuh di Keluraha n Rejomul yo, Keca mata n Sema rang Timur. Jurnal Teknik PWK, 8(4), 170-179. doi:https://doi.org/10.14710/tpwk.2019.25378

Aksa, F. I., & Afrian, R. (2022). Community adaptation strategies toward tidal flood: A Case study in Langsa, Indonesia. Jamba: Journal of Disaster Risk Studies, 14(1), 1-8. doi:10.4102/JAMBA.V14I1.1258

Andraina, S. (2023). Kerentanan Fisik Kawasan Permukiman Rawan Bencana Banjir dan Rob di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. repository.unissula.ac.id, Retrieved from http://repository.unissula.ac.id/32953/

Anindita, R. M., Susilowati, I., & Muhammad, F. (2020, 2020/11//). Flood risk spatial index analysis in the coastal Pekalongan, Central Java, Indonesia.

Anita, J. (2020). Perencanaan Kampung Bahari Sebagai Upaya Keberlanjutan, Perkampungan Nelayan Tambak Lorok, Semarang. Arsitektur TERRACOTTA, 1(3), 171-179.

Arif, D. A., Mardiatna, D., & Giyarsih, S. R. (2017). Kerentanan Masyarakat Perkotaan terhadap Bahaya Banjir di Kelurahan Legok, Kecamatan Telanipura, Kota Jambi. Majalah Geografi Indonesia, 31(2), 79-87. doi:10.22146/mgi.25493

Astuti, M. F. K., & Handayani, W. (2020). Livelihood vulnerability in Tambak Lorok, Semarang: an assessment of mixed rural-urban neighborhood. Review of Regional Research, 40(2), 137-157. doi:10.1007/s10037-020-00142-7

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Panduan Penilaian Kapasitas dalam Penanggulangan Bencana. Retrieved from Jakarta:

Binta Usfuroh, D., Istijanto, S., & Rolalisasi, A. (2024). Penanganan Kawasan Kumuh Melalui Redevelopment Hunian Vertikal Di Kota Semarang. Jurnal Arsitektur Kolaborasi, 4(1), 8-16. doi:10.54325/kolaborasi.v4i1.57

Christiawan, P. I., & Budiarta, I. G. (2017). Entitas Permukiman Kumuh Di Wilayah Pesisir. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 178-187.

Diposaptono, S., Fauzi, A., Anna, Z., Helmi, M., & Nugroho, D. (2009). Identification of coastal vulnerability due to climate change in Indonesia. the Minister of Science and Technology.

Fajrin, A. R. M. (2020). Konsep penataan permukiman pesisir berbasis strategi adaptasi terhadap bencana banjir rob Studi Kasus: Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Surabaya.

Khasanah, N., & Nurrahima, A. (2019). Upaya Pemeliharaan Kesehatan Pada Korban Banjir Rob. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 2(2), 15-15. doi:10.32584/jikk.v2i2.410

Kinasih, P. I., & Purnaweni, H. (2019). Pemanfaatan mangrove untuk pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kiswari, D. M. N., Listiati, E. E., & Mulyani, I. M. T. H. (2020). Strategi Pengembangan Perencanaan dan Perancangan Rumah Tinggal Nelayan Sebagai Respon Terhadap Rob. Praxis, 3(1), 36-36. doi:10.24167/praxis.v3i1.2799

Mahesa Cahya, H., Astuti, P., Supratiwi, & Retno, N. (2018). Analisis Manajemen Bencana Dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Banjir Pasang Air Laut (Rob) Di Kampung Nelayan Tambak Lorok. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1), 10-27.

Mantika, N. J., Hidayati, S. R., & Fathurrohmah, S. (2020). Identifikasi Tingkat Kerentanan Bencana di Kabupaten Gunungkidul. MATRA, 1(1), 59-70.

McElwee, P., Nghiem, T., Le, H., & Vu, H. (2017). Flood vulnerability among rural households in the Red River Delta of Vietnam: implications for future climate change risk and adaptation. Natural Hazards, 86(1), 465-492. doi:10.1007/s11069-016-2701-6

Mussadun, Jannata, P. F., & Islamiyah, F. W. P. (2016). Upaya Adaptasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob (Studi Kasus: Kampung Tambak Lorok, Kota Semarang). Ruang, 2(4), 331-340. doi:http://dx.doi.org/10.14710/ruang.1.4.331-340

Ningtyas, O. S., & Ikhwanudin. (2023). Pengendalian Banjir dan Rob Kawasan Tambak Lorok Tahap II Semarang, Semarang.

Pahleviannur, M. R., Ayuni, I. K., Widiastuti, A. S., Umaroh, R., Aisyah, H. R., Afiyah, Z., . . . Rahardjo, N. (2023). Kerentanan sosial ekonomi terhadap bencana banjir di Hilir DAS Citanduy bagian Barat Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Media Komunikasi Geografi, 24(2), 189-205. doi:10.23887/mkg.v24i2.66370

Pontoh, M. R. N., Sangkertadi, & Tilaar, S. (2021). Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Spasial, 8(3), 379-388.

Pradana, A., Yew, Y., Demetriou, C., Prayitno, H., Delgado, R., González, P., & Utami, R. D. (2023). It’s Sinking: Coastal Cities of Jakarta and Semarang, Indonesia. In (Vol. 38, pp. s94-s94).

Puspitotanti, E., & Karmilah, M. (2021). Kajian Kerentanan Sosial Terhadap Bencana Banjir. Jurnal Kajian Ruang, 1(2), 177-197. doi:https://doi.org/10.30659/jkr.v1i2.20023

Rao, S., Doherty, F. C., Teixeira, S., Takeuchi, D. T., & Pandey, S. (2023). Social and structural vulnerabilities: Associations with disaster readiness. Global Environmental Change, 78, 1-15. doi:10.1016/j.gloenvcha.2023.102638

Rijanta, & Pramono Hadi, R. (2012). Tingkat Kerentanan dan Kapasitas Masyarakat Dalam Menghadapi Risiko Banjir di Kecamatan Pasarkliwon Kota Surakarta. Majalah Geografi Indonesia, 26(1), 119-148.

Roziqin, A., & Hasdiyanti, F. (2017). Pemetaan Daerah Rawan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pulau Batam. Jurnal Integrasi, 9(2), 106-112. doi:https://doi.org/10.30871/ji.v9i2.342

Rudiarto, I., Pamungkas, D., Annisa A, H., & Adam, K. (2016). Kerentanan Sosio-Ekonomi terhadap Paparan Bencana Banjir dan Rob di Pedesaan Pesisir Kabupaten Demak. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 4(3), 153-170. doi:10.14710/jwl.4.3.153-170

Sattar, M. A., Biswas, A. K. M. A. A., Islam, M. T., Hossain, M. A., Siddeqa, M., Rahim, M. A., . . . Aktar, S. (2020). Disaster vulnerability and mitigation of humanitarian issues in coastal Bangladesh: Local evidence and knowledge gaps. Progress in Disaster Science, 8, 1-11. doi:10.1016/j.pdisas.2020.100138

Septian, L. H., Abadi, A. A., & Nurdini, A. (2022). Strategi Adaptasi Bermukim dalam Merespon Banjir Rob di Tambak Lorok, Semarang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 20(2), 144-155. doi:10.21776/ub.ruas.2022.020.02.13

Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Wismarini, D., & Sukur, M. (2015). Penentuan Tingkat Kerentanan Banjir Secara Geospasial. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, 20(1), 57-76.

Yuliastuti, N., Sariffudin, & Syafrudin. (2023). Social Vulnerability Level Appraisal at Tidal Flood Areas The Case of A Coastal Settlement in Indonesia. International Review for Spatial Planning and Sustainable Development, 11(2), 99-113. doi:10.14246/irspsd.11.2_99


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Pengembangan Kota