BibTex Citation Data :
@article{JPK28402, author = {Renindya Kartikakirana and Arif Laksito and Gardyas Adninda and Irfan Rifani}, title = {IDENTIFIKASI FUNGSI PERKOTAAN KAWASAN KOTABARU, KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN DATA SURVEI LAPANGAN DAN POINT OF INTEREST GOOGLE MAPS}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {12}, number = {2}, year = {2024}, keywords = {Fungsi Perkotaan; Point of Interest; Interpretasi; Survei Lapangan}, abstract = { Identifikasi fungsi kota yang akurat dan efektif sangat penting untuk mengoptimalkan pengalokasian tata ruang kota dan memonitoring perkembangan kota, termasuk di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Penelitian ini berusaha membandingkan hasil antara 2 metode identifikasi fungsi perkotaan, yaitu interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil identifikasi fungsi perkotaan Kawasan Kotabaru antara metode identifikasi melalui interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Perbedaan hasil ini dikarenakan POI yang diperoleh dari google maps secara gratis hanya 60 POI (tidak semua POI pada kawasan). Adapun metode identifikasi fungsi perkotaan yang lebih efektif dari segi output yang dihasilkan yaitu metode interpretasi citra disertai survei lapangan. Dari segi efektivitas waktu dan efisiensi biaya, metode yang lebih baik yaitu metode data POI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh data yang akurat lebih baik menggunakan metode interpretasi disertai validasi survei lapangan. Namun jika untuk memonitoring perkembangan kota secara cepat dan murah, maka metode data POI lebih baik digunakan dari pada metode interpretasi disertai survei lapangan. }, issn = {2503-0361}, pages = {162--173} doi = {10.14710/jpk.12.2.162-173}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/28402} }
Refworks Citation Data :
Identifikasi fungsi kota yang akurat dan efektif sangat penting untuk mengoptimalkan pengalokasian tata ruang kota dan memonitoring perkembangan kota, termasuk di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Penelitian ini berusaha membandingkan hasil antara 2 metode identifikasi fungsi perkotaan, yaitu interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil identifikasi fungsi perkotaan Kawasan Kotabaru antara metode identifikasi melalui interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Perbedaan hasil ini dikarenakan POI yang diperoleh dari google maps secara gratis hanya 60 POI (tidak semua POI pada kawasan). Adapun metode identifikasi fungsi perkotaan yang lebih efektif dari segi output yang dihasilkan yaitu metode interpretasi citra disertai survei lapangan. Dari segi efektivitas waktu dan efisiensi biaya, metode yang lebih baik yaitu metode data POI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh data yang akurat lebih baik menggunakan metode interpretasi disertai validasi survei lapangan. Namun jika untuk memonitoring perkembangan kota secara cepat dan murah, maka metode data POI lebih baik digunakan dari pada metode interpretasi disertai survei lapangan.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.