KONSERVASI MENARA SLEKO MENUJU LANSEKAP KAWASAN KOTA KUNO SEMARANG

R Siti Rukayah, Muhammad Abdullah, Annica Etenia
DOI: 10.14710/jpk.9.1.13-25

Abstract


Konservasi arsitektur dan kawasan bersejarah menjadi issu penting dalam pengembangan kota dewasa ini. Semarang memiliki Kawasan Kota Lama dengan Menara Sleko di Kawasan Sleko yang berfunsgi sebagai kawasan pelabuhan di era kolonial.  Menara ini berfungsi sebagai menara pandang yang digunakan untuk memantau keadaan pelabuhan dan pedagang kecil, serta  untuk istirahat para pedagang. Namun, karena kini tertutup oleh bangunan kumuh maka kemegahan bangunan Menara Sleko sebagai landmark pada kawasan Kota Kuno Semarang tak nampak lagi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan penggalian sejarah dari beberapa arsip kolonial berupa buku, peta dan foto untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kota Lama Semarang di masa lalu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menara Sleko merupakan satu kesatuan rancang kota dengan kota benteng yang kini dikenal dengan nama Kota Lama Semarang. Lokasinya menjadi lansekap kota tepi sungai sebagai tempat kapal berlabuh menuju kota lama dan pusat kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah  sebagai alat analisa maka terkuak gambaran kota lama dengan bangunan menara sebagai landmark kota di masa lalu yang terintegrasi dengan lansekap sungai yang bisa digunakan sebagai guideline konservasi kawasan Kota Lama Semarang secara utuh.  


Keywords


Kawasan Kota Lama; Kota Kolonial Semarang; Kawasan Bersejarah; Sleko; Konservasi

Full Text: PDF

References


Afif, M., & Pigawati, B. (2017). Pengembangan Kawasan Vihara Buddhagaya Watugong Sebagai Objek Wisata di Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), 128-138. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.3.2.128-138

Agus, S. (2001). Hubungan Antara Pelabuhan Dengan Daerah-Daerah Hinterland: Studi Kasus di Pelabuhan Semarang pada Masa Kolonial Belanda Abad XX. Lembaga Penelitian Universitas Indonesia: Yayasan Adikarya IKAPI.

Arsandi, A. S., Ismiyati, I., & Hermawan, F. (2017). Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Infrastruktur Di Kota Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(4), 01-14.

Asnan, G. (2011). Sungai-Sungai di Sumatera dalam Catatan Perjalanan dan Laporan Penelitian pada Masa Kolonial. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Konferensi Nasional Sejarah IX.

Australian ICOMOS Inc. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance. 1–10.

Ballesteros, M. M. (2010). Linking Poverty and The Environment: Evidence from Slums in Philippine Cities. Philippine: PIDS Discussion Paper Series.

Baschak, L. A., & Brown, R. D. (1995). An Ecological Framework for The Planning, Design and Management of Urban River Greenways. Landscape and Urban Planning, 33(1-3), 211-225. Doi: https://doi.org/10.1016/0169-2046(94)02019-C

Baskoro, S. (2017). Surabaya Sebagai Kota Kolonial Modern pada Akhir Abad Ke-19: Industri, Transportasi, Permukiman, dan Kemajemukan Masyarakat. Mozaik Humaniora, 17(1), 157. Doi: http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v17i1.6597

Breen, A., & Rigby, D. (1996). The New Waterfront: A Worldwide Urban Success Story. London: Thames and Hudson.

Burmil, S., Daniel, T. C., & Hetherington, J. D. (1999). Human Values and Perceptions of Water in Arid Landscapes. Landscape and Urban Planning, 44(2-3), 99-109. Doi: https://doi.org/10.1016/S0169-2046(99)00007-9

Chakraborty, S., & Chakraborty, A. (2017). Satoyama Landscapes and Their Change in A River Basin Context: Lessons for Sustainability. Issues in Social Science, 5(1), 38-64. Doi: http://dx.doi.org/10.5296/iss.v5i1.10892

Chandan, S., & Kumar, A. (2019). Review of Urban Conservation Practices in Historic Cities. Int. J. Emerg. Technol, 10, 74-84.

Chapman, E. H., & Lynch, K. (1962). The Image of The City. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 21(1), 91. Doi: https://doi.org/10.2307/427643

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. London and Thousand Oaks: Sage Publications.

Girard, L. F., Kourtit, K., & Nijkamp, P. (2014). Waterfront Areas as Hotspots of Sustainable and Creative Development of Cities. Sustainability. Doi: https://doi.org/10.3390/su6074580

Gret-Regamey, A., Weibel, B., Vollmer, D., Burlando, P., & Girot, C. (2016). River Rehabilitation as an Opportunity for Ecological Landscape Design. Sustainable Cities and Society, 20, 142-146. Doi: https://doi.org/10.1016/j.scs.2015.09.013

Guan, T. C. (2011). Learning from The Singapore Shophouse: Towards A Sustainable Tropical Architecture. (Doctoral Dissertation), University of Florida, Florida.

Hillman, M., & Brierley, G. (2005). A Critical Review of Catchment-Scale Stream Rehabilitation Programmes. Progress in Physical Geography, 29(1), 50-76. Doi: https://doi.org/10.1191%2F0309133305pp434ra

Irwansyah, I. (2019). Konservasi Bangunan Bersejarah “Studi Kasus: Istana Niat Lima Laras Batubara". PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 2(2), 131-142. Doi: http://dx.doi.org/10.22303/proporsi.2.2.2017.131-142

Kobori, H., Primack, R., & Uva, R. (2003). Conservation for Satoyama, The Traditional Landscape of Japan. Environmental Protection, 62(4), 3-10.

Kostecki, J., & Greinert, A. (2017). Influence of Technic Surfaces on The Selected Properties of Ekranic Technosols. Paper presented at the International Congress on Soils of Urban, Industrial, Traffic, Mining and Military Areas. Doi: 10.1007/978-3-319-89602-1_4

Kurniawan, B. (2014). Penataan Bantaran Sungai Berbasis Komunitas sebagai Upaya Membangun Pemerintahan yang Partisipatif: Sebuah Analisis Pendekatan Penataan Bantaran DAS Cisadane. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 67-74.

Lapenna, M. R., Rosati, L., Salerno, G., Villani, M., Fascetti, S., & Filesi, L. (2014). Landscape Planning and Biodiversity Conservation of River Habitats Require Vegetation Analysis and Mapping: The Case of Cilento National Park (Italy). Paper presented at the Latest Trends in Energy, Proceedings of the 7th International Conference on Environmental and Geological Science and Engineering (EG 14).

Latif, J. M., Arif, I., & Mulyawati, L. S. (2020). Pengembangan Ruang Kawasan Tepi Pantai Untuk Rekreasi Dalam Mendukung Kota Ternate Sebagai Waterfront City. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perencanaan Wilayah & Kota, 1(1), 1-11.

Lynch, K. (1960). The Image of The City (Vol. 11). Cambridge: MIT press.

Makkelo, I. D. (2017). Sejarah Perkotaan: Sebuah Tinjauan Historiografis dan Tematis. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 12(2), 83-101. Doi: https://doi.org/10.34050/jlb.v12i2.3052

Nas, P. J. (2002). Java and De Groote Postweg, La Grande Route, The Great Mail Road, Jalan Raya Pos. Bijdragen tot de taal-, land-en volkenkunde, 158(4), 707-725. Doi: 10.1163/22134379-90003763

Ningsih, T. R. (2017). Pengaruh Keberadaan Kampus Terhadap Perubahan Fisik Kawasan di Sekitarnya (Studi Kasus: Kawasan Babarsari, Kecamatan Depok, Yogyakarta). Jurnal Pengembangan Kota, 5(2), 159-165. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.5.2.159-165

Poedjioetami, E. (2008). Penataan Ulang Kawasan Bantaran Sungai Dengan Menghadirkan Sentra Ekonomi dan Rekreasi Kota. Jurnal rekayasa perencanaan, 4(3).

Purwanto, L. M. F. (2005). Kota Kolonial Lama Semarang (Tinjauan Umum Sejarah Perkembangan Arsitektur Kota). Journal of Architecture and Built Environment, 33(1), 27-33. Doi: https://doi.org/10.9744/dimensi.33.1

Puspitasari, A. Y., & Ramli, W. O. S. K. (2017). Manajemen Pelestarian Kawasan Kota Lama Sebagai Bagian Penting Kota Pusaka Semarang. Paper presented at the Seminar Nasional SPACE.

Putra, D. W. (2017). Identifikasi Kelestarian Kawasan Kota Lama Melalui Proteksi Bangunan Cagar Budaya Oleh Pemerintah Kota Surabaya. Jurnal Pengembangan Kota, 4(2), 139-150. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.4.2.139-150

Rachmayanti, S., Rusli, C., & Wulandari, A. A. A. (2017). Cultural Acculturation in Interior and Architecture of Old Straits-Born Chinese Lasem House. Humaniora, 8(3), 279-290. Doi: https://doi.org/10.21512/humaniora.v8i3.3718

Rees, P. W. (1994). Conservation Areas in the City of London. London: Department of Planning & Transportation.

Rubiantoro, E. A. (2018). Kajian Konservasi Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Jl. Kepodang Kota Semarang. Jurnal Riptek, 12(1), 89-96.

Rukayah, R. S., Juwono, S., & Puguh, D. R. (2019). Post Office and Traditional City Center Square As City Linkage in Java. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 4(10), 126-132. Doi: https://doi.org/10.21834/e-bpj.v4i10.1624

Rukayah, R. S., Sardjono, A., Abdullah, M., & Aziz, A. (2021). Inventory of Old Buildings and Land Subsidence in Semarang Old Colonial City. Paper presented at the International Conference on Environment, Sustainability Issues, and Community Development 21 October 2020, Semarang, Indonesia. Doi: 10.1088/1755-1315/623/1/012072

Rukayah, R. S., Susilo, E. S., Abdullah, M., & Saputro, S. (2018). Exploring The Position of Old Semarang Sea Port: Based on Javanese City Pattern. Paper presented at the 3rd International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development 2017 2–4 October 2017, Yogyakarta, Indonesia. Doi: 10.1088/1755-1315/116/1/012036

Sairinen, R., & Kumpulainen, S. (2006). Assessing Social Impacts in Urban Waterfront Regeneration. Environmental impact assessment review, 26(1), 120-135. Doi: https://doi.org/10.1016/j.eiar.2005.05.003

Sori, N. D. (2012). Identifying and Classifying Slum Development Stages From Spatial Data. (Master's thesis), University of Twente, Belanda.

Supriyadi, B. (2008). Kajian Waterfront di Semarang. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman, 7(1), 50-58.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Valencia, L. N., Herlambang, S., & Tjung, L. J. (2019). Planning of urban slum settlement in adaptation to landslide disaster. Paper presented at the Tarumanagara International Conference on the Applications of Technology and Engineering 22–23 November 2018, Jakarta, Indonesia. Doi: 10.1088/1757-899X/508/1/012030

Vidiyanti, C. (2014). Sustainable Waterfront Develepmont sebagai Strategi Penataan Kembali Kawasan Bantaran Sungai. Studi Kasus: Bantaran Sungai Ciliwung Segmen Kampung Melayu. Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), 7–12.

Violita, R., & Yuliastuti, N. (2020). Identitas Keberadaan Kampung Lama Berdasarkan Tradisi dan Kebiasaan di Kampung Purwodinatan, Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 8(1), 1-11. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.8.1.1-11

Waloejono, D. (2015). Transformasi Kawasan Pelabuhan Dalam Aspek Industri di Coastal City Semarang. Paper presented at the Seminar Nasional Menuju Ruang Arsitektur & Perkotaan Yang Ber-Kearifan Lokal, 12 Mei 2015, Semarang.

Watanabe, T., Okuyama, M., & Fukamachi, K. (2012). A Review of Japan’s Environmental Policies for Satoyama and Satoumi Landscape Restoration. Global Environmental Research, 16(2), 125-135.

Wibowo, A. (2011). Kerentanan Lingkungan Pantai Kota Pesisir di Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 3(2). Doi: https://doi.org/10.28930/jitkt.v3i2.7818

Wihardyanto, D., & Rahmi, D. H. (2020). Pengaruh Kolonialisasi Belanda di Kawasan Pusat Kota Pulau Jawa: Sebuah Kajian Literatur. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(1), 15-35. Doi: https://doi.org/10.24252/nature.v7i1a2

Yang, Z., Lei, J., & Li, J.-G. (2019). Identifying The Determinants of Urbanization In Prefecture-Level Cities in China: A Quantitative Analysis Based on Spatial Production Theory. Sustainability, 11(4), 1204. Doi: https://doi.org/10.3390/su11041204

Yeoh, B. S., & Kong, L. (2012). Singapore’s Chinatown: Nation Building and Heritage Tourism in A Multiracial City. Localities, 2, 117-159.

Yin, R. K. (2009). Case Study Research: Design and Methods (Vol. 5). London, UK: Sage.

Yue, J. (2012). Urban Rivers: A Landscape Ecological Perspective. Hydrology: Current Research, 3(1), 3–8. Doi: https://doi.org/10.4172/2157-7587.1000125


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengembangan Kota

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0