BibTex Citation Data :
@article{JPK10911, author = {R Rukayah and Muhammad Abdullah and Annica Etenia}, title = {KONSERVASI MENARA SLEKO MENUJU LANSEKAP KAWASAN KOTA KUNO SEMARANG}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {9}, number = {1}, year = {2021}, keywords = {Kawasan Kota Lama; Kota Kolonial Semarang; Kawasan Bersejarah; Sleko; Konservasi}, abstract = { Konservasi arsitektur dan kawasan bersejarah menjadi issu penting dalam pengembangan kota dewasa ini. Semarang memiliki Kawasan Kota Lama dengan Menara Sleko di Kawasan Sleko yang berfunsgi sebagai kawasan pelabuhan di era kolonial. Menara ini berfungsi sebagai menara pandang yang digunakan untuk memantau keadaan pelabuhan dan pedagang kecil, serta untuk istirahat para pedagang. Namun, karena kini tertutup oleh bangunan kumuh maka kemegahan bangunan Menara Sleko sebagai landmark pada kawasan Kota Kuno Semarang tak nampak lagi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan penggalian sejarah dari beberapa arsip kolonial berupa buku, peta dan foto untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kota Lama Semarang di masa lalu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menara Sleko merupakan satu kesatuan rancang kota dengan kota benteng yang kini dikenal dengan nama Kota Lama Semarang. Lokasinya menjadi lansekap kota tepi sungai sebagai tempat kapal berlabuh menuju kota lama dan pusat kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai alat analisa maka terkuak gambaran kota lama dengan bangunan menara sebagai landmark kota di masa lalu yang terintegrasi dengan lansekap sungai yang bisa digunakan sebagai guideline konservasi kawasan Kota Lama Semarang secara utuh. }, issn = {2503-0361}, pages = {13--25} doi = {10.14710/jpk.9.1.13-25}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/10911} }
Refworks Citation Data :
Konservasi arsitektur dan kawasan bersejarah menjadi issu penting dalam pengembangan kota dewasa ini. Semarang memiliki Kawasan Kota Lama dengan Menara Sleko di Kawasan Sleko yang berfunsgi sebagai kawasan pelabuhan di era kolonial. Menara ini berfungsi sebagai menara pandang yang digunakan untuk memantau keadaan pelabuhan dan pedagang kecil, serta untuk istirahat para pedagang. Namun, karena kini tertutup oleh bangunan kumuh maka kemegahan bangunan Menara Sleko sebagai landmark pada kawasan Kota Kuno Semarang tak nampak lagi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan penggalian sejarah dari beberapa arsip kolonial berupa buku, peta dan foto untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kota Lama Semarang di masa lalu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menara Sleko merupakan satu kesatuan rancang kota dengan kota benteng yang kini dikenal dengan nama Kota Lama Semarang. Lokasinya menjadi lansekap kota tepi sungai sebagai tempat kapal berlabuh menuju kota lama dan pusat kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai alat analisa maka terkuak gambaran kota lama dengan bangunan menara sebagai landmark kota di masa lalu yang terintegrasi dengan lansekap sungai yang bisa digunakan sebagai guideline konservasi kawasan Kota Lama Semarang secara utuh.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.