skip to main content

KONSERVASI MENARA SLEKO MENUJU LANSEKAP KAWASAN KOTA KUNO SEMARANG

*R Siti Rukayah orcid scopus  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Abdullah  -  Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Annica Etenia  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Pengembangan Kota

Citation Format:
Abstract

Konservasi arsitektur dan kawasan bersejarah menjadi issu penting dalam pengembangan kota dewasa ini. Semarang memiliki Kawasan Kota Lama dengan Menara Sleko di Kawasan Sleko yang berfunsgi sebagai kawasan pelabuhan di era kolonial.  Menara ini berfungsi sebagai menara pandang yang digunakan untuk memantau keadaan pelabuhan dan pedagang kecil, serta  untuk istirahat para pedagang. Namun, karena kini tertutup oleh bangunan kumuh maka kemegahan bangunan Menara Sleko sebagai landmark pada kawasan Kota Kuno Semarang tak nampak lagi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan penggalian sejarah dari beberapa arsip kolonial berupa buku, peta dan foto untuk menguak keberadaan Menara Sleko sebagai bagian dari Kota Lama Semarang di masa lalu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menara Sleko merupakan satu kesatuan rancang kota dengan kota benteng yang kini dikenal dengan nama Kota Lama Semarang. Lokasinya menjadi lansekap kota tepi sungai sebagai tempat kapal berlabuh menuju kota lama dan pusat kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah  sebagai alat analisa maka terkuak gambaran kota lama dengan bangunan menara sebagai landmark kota di masa lalu yang terintegrasi dengan lansekap sungai yang bisa digunakan sebagai guideline konservasi kawasan Kota Lama Semarang secara utuh.  

Keywords: Kawasan Kota Lama; Kota Kolonial Semarang; Kawasan Bersejarah; Sleko; Konservasi

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Afif, M., & Pigawati, B. (2017). Pengembangan Kawasan Vihara Buddhagaya Watugong Sebagai Objek Wisata di Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), 128-138. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.3.2.128-138
  2. Agus, S. (2001). Hubungan Antara Pelabuhan Dengan Daerah-Daerah Hinterland: Studi Kasus di Pelabuhan Semarang pada Masa Kolonial Belanda Abad XX. Lembaga Penelitian Universitas Indonesia: Yayasan Adikarya IKAPI
  3. Arsandi, A. S., Ismiyati, I., & Hermawan, F. (2017). Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Infrastruktur Di Kota Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(4), 01-14
  4. Asnan, G. (2011). Sungai-Sungai di Sumatera dalam Catatan Perjalanan dan Laporan Penelitian pada Masa Kolonial. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Konferensi Nasional Sejarah IX
  5. Australian ICOMOS Inc. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance. 1–10
  6. Ballesteros, M. M. (2010). Linking Poverty and The Environment: Evidence from Slums in Philippine Cities. Philippine: PIDS Discussion Paper Series
  7. Baschak, L. A., & Brown, R. D. (1995). An Ecological Framework for The Planning, Design and Management of Urban River Greenways. Landscape and Urban Planning, 33(1-3), 211-225. Doi: https://doi.org/10.1016/0169-2046(94)02019-C
  8. Baskoro, S. (2017). Surabaya Sebagai Kota Kolonial Modern pada Akhir Abad Ke-19: Industri, Transportasi, Permukiman, dan Kemajemukan Masyarakat. Mozaik Humaniora, 17(1), 157. Doi: http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v17i1.6597
  9. Breen, A., & Rigby, D. (1996). The New Waterfront: A Worldwide Urban Success Story. London: Thames and Hudson
  10. Burmil, S., Daniel, T. C., & Hetherington, J. D. (1999). Human Values and Perceptions of Water in Arid Landscapes. Landscape and Urban Planning, 44(2-3), 99-109. Doi: https://doi.org/10.1016/S0169-2046(99)00007-9
  11. Chakraborty, S., & Chakraborty, A. (2017). Satoyama Landscapes and Their Change in A River Basin Context: Lessons for Sustainability. Issues in Social Science, 5(1), 38-64. Doi: http://dx.doi.org/10.5296/iss.v5i1.10892
  12. Chandan, S., & Kumar, A. (2019). Review of Urban Conservation Practices in Historic Cities. Int. J. Emerg. Technol, 10, 74-84
  13. Chapman, E. H., & Lynch, K. (1962). The Image of The City. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 21(1), 91. Doi: https://doi.org/10.2307/427643
  14. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. London and Thousand Oaks: Sage Publications
  15. Girard, L. F., Kourtit, K., & Nijkamp, P. (2014). Waterfront Areas as Hotspots of Sustainable and Creative Development of Cities. Sustainability. Doi: https://doi.org/10.3390/su6074580
  16. Gret-Regamey, A., Weibel, B., Vollmer, D., Burlando, P., & Girot, C. (2016). River Rehabilitation as an Opportunity for Ecological Landscape Design. Sustainable Cities and Society, 20, 142-146. Doi: https://doi.org/10.1016/j.scs.2015.09.013
  17. Guan, T. C. (2011). Learning from The Singapore Shophouse: Towards A Sustainable Tropical Architecture. (Doctoral Dissertation), University of Florida, Florida
  18. Hillman, M., & Brierley, G. (2005). A Critical Review of Catchment-Scale Stream Rehabilitation Programmes. Progress in Physical Geography, 29(1), 50-76. Doi: https://doi.org/10.1191%2F0309133305pp434ra
  19. Irwansyah, I. (2019). Konservasi Bangunan Bersejarah “Studi Kasus: Istana Niat Lima Laras Batubara". PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 2(2), 131-142. Doi: http://dx.doi.org/10.22303/proporsi.2.2.2017.131-142
  20. Kobori, H., Primack, R., & Uva, R. (2003). Conservation for Satoyama, The Traditional Landscape of Japan. Environmental Protection, 62(4), 3-10
  21. Kostecki, J., & Greinert, A. (2017). Influence of Technic Surfaces on The Selected Properties of Ekranic Technosols. Paper presented at the International Congress on Soils of Urban, Industrial, Traffic, Mining and Military Areas. Doi: 10.1007/978-3-319-89602-1_4
  22. Kurniawan, B. (2014). Penataan Bantaran Sungai Berbasis Komunitas sebagai Upaya Membangun Pemerintahan yang Partisipatif: Sebuah Analisis Pendekatan Penataan Bantaran DAS Cisadane. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 67-74
  23. Lapenna, M. R., Rosati, L., Salerno, G., Villani, M., Fascetti, S., & Filesi, L. (2014). Landscape Planning and Biodiversity Conservation of River Habitats Require Vegetation Analysis and Mapping: The Case of Cilento National Park (Italy). Paper presented at the Latest Trends in Energy, Proceedings of the 7th International Conference on Environmental and Geological Science and Engineering (EG 14)
  24. Latif, J. M., Arif, I., & Mulyawati, L. S. (2020). Pengembangan Ruang Kawasan Tepi Pantai Untuk Rekreasi Dalam Mendukung Kota Ternate Sebagai Waterfront City. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perencanaan Wilayah & Kota, 1(1), 1-11
  25. Lynch, K. (1960). The Image of The City (Vol. 11). Cambridge: MIT press
  26. Makkelo, I. D. (2017). Sejarah Perkotaan: Sebuah Tinjauan Historiografis dan Tematis. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 12(2), 83-101. Doi: https://doi.org/10.34050/jlb.v12i2.3052
  27. Nas, P. J. (2002). Java and De Groote Postweg, La Grande Route, The Great Mail Road, Jalan Raya Pos. Bijdragen tot de taal-, land-en volkenkunde, 158(4), 707-725. Doi: 10.1163/22134379-90003763
  28. Ningsih, T. R. (2017). Pengaruh Keberadaan Kampus Terhadap Perubahan Fisik Kawasan di Sekitarnya (Studi Kasus: Kawasan Babarsari, Kecamatan Depok, Yogyakarta). Jurnal Pengembangan Kota, 5(2), 159-165. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.5.2.159-165
  29. Poedjioetami, E. (2008). Penataan Ulang Kawasan Bantaran Sungai Dengan Menghadirkan Sentra Ekonomi dan Rekreasi Kota. Jurnal rekayasa perencanaan, 4(3)
  30. Purwanto, L. M. F. (2005). Kota Kolonial Lama Semarang (Tinjauan Umum Sejarah Perkembangan Arsitektur Kota). Journal of Architecture and Built Environment, 33(1), 27-33. Doi: https://doi.org/10.9744/dimensi.33.1
  31. Puspitasari, A. Y., & Ramli, W. O. S. K. (2017). Manajemen Pelestarian Kawasan Kota Lama Sebagai Bagian Penting Kota Pusaka Semarang. Paper presented at the Seminar Nasional SPACE
  32. Putra, D. W. (2017). Identifikasi Kelestarian Kawasan Kota Lama Melalui Proteksi Bangunan Cagar Budaya Oleh Pemerintah Kota Surabaya. Jurnal Pengembangan Kota, 4(2), 139-150. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.4.2.139-150
  33. Rachmayanti, S., Rusli, C., & Wulandari, A. A. A. (2017). Cultural Acculturation in Interior and Architecture of Old Straits-Born Chinese Lasem House. Humaniora, 8(3), 279-290. Doi: https://doi.org/10.21512/humaniora.v8i3.3718
  34. Rees, P. W. (1994). Conservation Areas in the City of London. London: Department of Planning & Transportation
  35. Rubiantoro, E. A. (2018). Kajian Konservasi Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Jl. Kepodang Kota Semarang. Jurnal Riptek, 12(1), 89-96
  36. Rukayah, R. S., Juwono, S., & Puguh, D. R. (2019). Post Office and Traditional City Center Square As City Linkage in Java. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 4(10), 126-132. Doi: https://doi.org/10.21834/e-bpj.v4i10.1624
  37. Rukayah, R. S., Sardjono, A., Abdullah, M., & Aziz, A. (2021). Inventory of Old Buildings and Land Subsidence in Semarang Old Colonial City. Paper presented at the International Conference on Environment, Sustainability Issues, and Community Development 21 October 2020, Semarang, Indonesia. Doi: 10.1088/1755-1315/623/1/012072
  38. Rukayah, R. S., Susilo, E. S., Abdullah, M., & Saputro, S. (2018). Exploring The Position of Old Semarang Sea Port: Based on Javanese City Pattern. Paper presented at the 3rd International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development 2017 2–4 October 2017, Yogyakarta, Indonesia. Doi: 10.1088/1755-1315/116/1/012036
  39. Sairinen, R., & Kumpulainen, S. (2006). Assessing Social Impacts in Urban Waterfront Regeneration. Environmental impact assessment review, 26(1), 120-135. Doi: https://doi.org/10.1016/j.eiar.2005.05.003
  40. Sori, N. D. (2012). Identifying and Classifying Slum Development Stages From Spatial Data. (Master's thesis), University of Twente, Belanda
  41. Supriyadi, B. (2008). Kajian Waterfront di Semarang. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman, 7(1), 50-58
  42. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya
  43. Valencia, L. N., Herlambang, S., & Tjung, L. J. (2019). Planning of urban slum settlement in adaptation to landslide disaster. Paper presented at the Tarumanagara International Conference on the Applications of Technology and Engineering 22–23 November 2018, Jakarta, Indonesia. Doi: 10.1088/1757-899X/508/1/012030
  44. Vidiyanti, C. (2014). Sustainable Waterfront Develepmont sebagai Strategi Penataan Kembali Kawasan Bantaran Sungai. Studi Kasus: Bantaran Sungai Ciliwung Segmen Kampung Melayu. Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), 7–12
  45. Violita, R., & Yuliastuti, N. (2020). Identitas Keberadaan Kampung Lama Berdasarkan Tradisi dan Kebiasaan di Kampung Purwodinatan, Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 8(1), 1-11. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.8.1.1-11
  46. Waloejono, D. (2015). Transformasi Kawasan Pelabuhan Dalam Aspek Industri di Coastal City Semarang. Paper presented at the Seminar Nasional Menuju Ruang Arsitektur & Perkotaan Yang Ber-Kearifan Lokal, 12 Mei 2015, Semarang
  47. Watanabe, T., Okuyama, M., & Fukamachi, K. (2012). A Review of Japan’s Environmental Policies for Satoyama and Satoumi Landscape Restoration. Global Environmental Research, 16(2), 125-135
  48. Wibowo, A. (2011). Kerentanan Lingkungan Pantai Kota Pesisir di Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 3(2). Doi: https://doi.org/10.28930/jitkt.v3i2.7818
  49. Wihardyanto, D., & Rahmi, D. H. (2020). Pengaruh Kolonialisasi Belanda di Kawasan Pusat Kota Pulau Jawa: Sebuah Kajian Literatur. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(1), 15-35. Doi: https://doi.org/10.24252/nature.v7i1a2
  50. Yang, Z., Lei, J., & Li, J.-G. (2019). Identifying The Determinants of Urbanization In Prefecture-Level Cities in China: A Quantitative Analysis Based on Spatial Production Theory. Sustainability, 11(4), 1204. Doi: https://doi.org/10.3390/su11041204
  51. Yeoh, B. S., & Kong, L. (2012). Singapore’s Chinatown: Nation Building and Heritage Tourism in A Multiracial City. Localities, 2, 117-159
  52. Yin, R. K. (2009). Case Study Research: Design and Methods (Vol. 5). London, UK: Sage
  53. Yue, J. (2012). Urban Rivers: A Landscape Ecological Perspective. Hydrology: Current Research, 3(1), 3–8. Doi: https://doi.org/10.4172/2157-7587.1000125

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.