skip to main content

Pola Antartahunan Muka Air Laut Pasang Bulan Mei (2021-2025) dan Kaitannya dengan Banjir Rob di Tanjung Mas, Kota Semarang (Studi Kasus Banjir Rob Mei 2022)

1Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 20 Jul 2026; Revised: 8 Oct 2026; Accepted: 10 Oct 2026; Available online: 22 Oct 2026; Published: 10 Nov 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran strategis sebagai kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta kawasan industri, namun tetap rentan terhadap berbagai tekanan lingkungan, termasuk banjir rob yang telah menjadi persoalan kronis di Kota Semarang sejak era kolonial. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) yang mencapai 9–13 cm per tahun di sejumlah zona pesisir. Meskipun berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pola spasial dan temporal banjir rob di Semarang, karakterisasi kuantitatif komponen harmonik pasang surut di kawasan Tanjung Mas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik harmonik pasang surut serta parameter elevasi muka air laut di perairan Tanjung Mas dan mengkaji keterkaitannya dengan kejadian banjir rob Mei 2022. Data time series pasang surut bulan Mei periode 2021–2025 diperoleh secara sekunder dari Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC-UNESCO) dan diolah menggunakan metode Least Square untuk memperoleh nilai amplitudo dan fase sembilan konstituen pasut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen diurnal, khususnya K1 dan O1, secara konsisten memiliki amplitudo lebih tinggi dibandingkan komponen semidiurnal M2 dan S2, dengan nilai Formzahl berkisar 1,52 hingga 2,58, yang mengklasifikasikan tipe pasut di lokasi kajian sebagai pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Peningkatan signifikan pada nilai muka air rerata (So) dan amplitudo K1 terjadi pada tahun 2022 dan 2025, dua tahun yang berkaitan erat dengan kejadian banjir rob, mengindikasikan hubungan erat antara dinamika pasang surut dengan intensitas genangan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data harmonik pasang surut jangka panjang ke dalam sistem peringatan dini banjir rob, guna mendukung strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi kawasan permukiman pesisir Kota Semarang yang terus berkembang.

Keywords: pasang surut; metode Least Square; elevasi muka air laut; banjir rob; Tanjung Mas

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.