1Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
2Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT34884, author = {Endah Nur Aini and Baskoro Rochaddi and Chrisna Suryono}, title = {Pola Antartahunan Muka Air Laut Pasang Bulan Mei (2021-2025) dan Kaitannya dengan Banjir Rob di Tanjung Mas, Kota Semarang (Studi Kasus Banjir Rob Mei 2022)}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {pasang surut; metode Least Square; elevasi muka air laut; banjir rob; Tanjung Mas}, abstract = { Wilayah pesisir memiliki peran strategis sebagai kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta kawasan industri, namun tetap rentan terhadap berbagai tekanan lingkungan, termasuk banjir rob yang telah menjadi persoalan kronis di Kota Semarang sejak era kolonial. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) yang mencapai 9–13 cm per tahun di sejumlah zona pesisir. Meskipun berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pola spasial dan temporal banjir rob di Semarang, karakterisasi kuantitatif komponen harmonik pasang surut di kawasan Tanjung Mas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik harmonik pasang surut serta parameter elevasi muka air laut di perairan Tanjung Mas dan mengkaji keterkaitannya dengan kejadian banjir rob Mei 2022. Data time series pasang surut bulan Mei periode 2021–2025 diperoleh secara sekunder dari Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC-UNESCO) dan diolah menggunakan metode Least Square untuk memperoleh nilai amplitudo dan fase sembilan konstituen pasut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen diurnal, khususnya K1 dan O1, secara konsisten memiliki amplitudo lebih tinggi dibandingkan komponen semidiurnal M2 dan S2, dengan nilai Formzahl berkisar 1,52 hingga 2,58, yang mengklasifikasikan tipe pasut di lokasi kajian sebagai pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Peningkatan signifikan pada nilai muka air rerata (So) dan amplitudo K1 terjadi pada tahun 2022 dan 2025, dua tahun yang berkaitan erat dengan kejadian banjir rob, mengindikasikan hubungan erat antara dinamika pasang surut dengan intensitas genangan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data harmonik pasang surut jangka panjang ke dalam sistem peringatan dini banjir rob, guna mendukung strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi kawasan permukiman pesisir Kota Semarang yang terus berkembang. }, issn = {2528-3111}, pages = {409--416} doi = {10.14710/jkt.v29i3.34884}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/34884} }
Refworks Citation Data :
Wilayah pesisir memiliki peran strategis sebagai kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta kawasan industri, namun tetap rentan terhadap berbagai tekanan lingkungan, termasuk banjir rob yang telah menjadi persoalan kronis di Kota Semarang sejak era kolonial. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) yang mencapai 9–13 cm per tahun di sejumlah zona pesisir. Meskipun berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pola spasial dan temporal banjir rob di Semarang, karakterisasi kuantitatif komponen harmonik pasang surut di kawasan Tanjung Mas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik harmonik pasang surut serta parameter elevasi muka air laut di perairan Tanjung Mas dan mengkaji keterkaitannya dengan kejadian banjir rob Mei 2022. Data time series pasang surut bulan Mei periode 2021–2025 diperoleh secara sekunder dari Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC-UNESCO) dan diolah menggunakan metode Least Square untuk memperoleh nilai amplitudo dan fase sembilan konstituen pasut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen diurnal, khususnya K1 dan O1, secara konsisten memiliki amplitudo lebih tinggi dibandingkan komponen semidiurnal M2 dan S2, dengan nilai Formzahl berkisar 1,52 hingga 2,58, yang mengklasifikasikan tipe pasut di lokasi kajian sebagai pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Peningkatan signifikan pada nilai muka air rerata (So) dan amplitudo K1 terjadi pada tahun 2022 dan 2025, dua tahun yang berkaitan erat dengan kejadian banjir rob, mengindikasikan hubungan erat antara dinamika pasang surut dengan intensitas genangan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data harmonik pasang surut jangka panjang ke dalam sistem peringatan dini banjir rob, guna mendukung strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi kawasan permukiman pesisir Kota Semarang yang terus berkembang.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.