skip to main content

Effect of Cofiring Using Sawdust on Steam Coal Power Plant Heat Rate Value

1Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2022 Jurnal Energi Baru dan Terbarukan

Citation Format:
Abstract
Guna mencapai bauran energi nasional tahun 2025 perlu akselerasi pengembangan  kapasitas energi baru terbarukan. Salah satu energi baru terbarukan yang berpotensi dikembangkan di Indonesia adalah biomassa untuk bahan bakar, dengan cara co-firing. Biomassa bisa menjadi energi alternatif yang efektif, guna meminimaslir penggunaan bahan bakar fosil. Biomassa bisa dicampurkan kedalam bunker batubara, campuran bahan bakar tersebut di alirkan menuju ruang bakar atau furnace. Beberapa keuntungan penggunaan biomasa  pada PLTU antara lain investasi relatif lebih rendah dan dampak lingkungan lebih baik jika dibandingkan dengan yang 100% batubara. Serbuk kayu ini merupakan limbah produksi karena tidak dapat menghasilkan produk (output) yang bernilai tinggi dari segi ekonomi. Sawdust/Serbuk kayu sisa hasil pengerajin. Perhitungan tara kalor dengan metode input-output, dilakukan dengan cara menghitung total  konsumsi bahan bakar dalam satuan kg/jam, dikalikan dengan nilai kalor rata-rata batubara selama pengujian kemudian dibagi dengan rata-rata daya yang dihasilkan dalam satuan kWh/jam, sehingga didapatkan energi. Kesimpulannya Penggunaan subtitusi pembakaran dengan cara menambahkan sawdust pada boiler dengan blending 95% Batubara dan 5% sawdust tidak ada perbedaan signifikan, hasil perhitungan heat rate metode input-output nilai GPHR coal firing 2649 kCaI/kWh, sementara nilai GPHR co-firing yaitu 2705 kCal/kWh, dengan penurunan kWh produksi gross sebesar 1% pada saat co-firing. Nilai SFC relatif sama yaitu SFC coal firing adalah 0,617 dan SFC co-firing adalah 0,621. Dari hasil perhitungan heat rate metode heat loss didapatkan efisiensi boiler saat coal firing adalah 84,34% sementara saat co-firing adalah 84,72%. Nilai GPHR pada saat coal firing adalah sebesar 2.668,37 kCaI/kWh dan saat co-firing adalah 2.688,16 kCal/kWh.
Fulltext View|Download
Keywords: cofiring; sawdust; heat rate; SFC; heat loss

Article Metrics:

  1. . S. T. (2014). Energy and Exergy Analysis for Biomass Co-Firing Coal Fuel Based Thermal Power Plant. International Journal of Research in Engineering and Technology, 03(04), 54–59. https://doi.org/10.15623/ijret.2014.0304010
  2. Agung Pribadi. (2021). Forum Kehumasan Dewan Energi Nasional: Menuju Bauran Energi Nasional Tahun 2025. Direktorat Jendtral Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi. https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/04/09/2838/forum.kehumasan.dewan.energi.nasional.menuju.bauran.energi.nasional.tahun.2025?lang=en
  3. Fogarasi, S., & Cormos, C. C. (2017). Assessment of coal and sawdust co-firing power generation under oxy-combustion conditions with carbon capture and storage. Journal of Cleaner Production, 142(2016), 3527–3535. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.10.115
  4. Gil, M. V., & Rubiera, F. (2018). Coal and biomass cofiring. In New Trends in Coal Conversion: Combustion, Gasification, Emissions, and Coking. Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-102201-6.00005-4
  5. Karampinis, E., Grammelis, P., Agraniotis, M., Violidakis, I., & Kakaras, E. (2014). Co-firing of biomass with coal in thermal power plants: Technology schemes, impacts, and future perspectives. Wiley Interdisciplinary Reviews: Energy and Environment, 3(4), 384–399. https://doi.org/10.1002/wene.100
  6. Kommalapati, R. R., Hossan, I., Botlaguduru, V. S. V., Du, H., & Huque, Z. (2018). Life cycle environmental impact of biomass co-firing with coal at a power plant in the greater Houston area. Sustainability (Switzerland), 10(7). https://doi.org/10.3390/su10072193
  7. Križan, P., Matúš, M., Šooš, L., Kers, J., Peetsalu, P., Kask, Ü., & Menind, A. (2011). Briquetting of municipal solid waste by different technologies in order to evaluate its quality and properties. Agronomy Research, 9(SPPL. ISS. 1), 115–123
  8. Marangwanda, G. T., Madyira, D. M., Ndungu, P. G., & Chihobo, C. H. (2021). Combustion characterisation of bituminous coal and pinus sawdust blends by use of thermo-gravimetric analysis. Energies, 14(22). https://doi.org/10.3390/en14227547
  9. Menteri LHK RI No 15. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal. -, 1–36. https://icel.or.id/wp-content/uploads/PERMENLHK-NO-15-TH-2019-ttg-BM-Emisi-Pembangkit-Listrik-Thermal.pdf
  10. Miedema, J. H., Benders, R. M. J., Moll, H. C., & Pierie, F. (2017). Renew, reduce or become more efficient? The climate contribution of biomass co-combustion in a coal-fired power plant. Applied Energy, 187, 873–885. https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2016.11.033
  11. PT PLN (Persero). (2012). Palabuhan ratu 3 x 350 MW Coal Fired Power Plant Operation Manual. 192
  12. Sugiarti. (2015). Gas Pencemar Udara dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Manusia. Jurnal Chemical, 50–58
  13. Tchapda, A. H., & Pisupati, S. V. (2014). A review of thermal co-conversion of coal and biomass/waste. Energies, 7(3), 1098–1148. https://doi.org/10.3390/en7031098
  14. Wander, P. R., Bianchi, F. M., Caetano, N. R., Klunk, M. A., & Indrusiak, M. L. S. (2020). Cofiring low-rank coal and biomass in a bubbling fluidized bed with varying excess air ratio and fluidization velocity. Energy, 203. https://doi.org/10.1016/j.energy.2020.117882
  15. Xu, Y., Yang, K., Zhou, J., & Zhao, G. (2020). Coal-biomass co-firing power generation technology: Current status, challenges and policy implications. Sustainability (Switzerland), 12(9). https://doi.org/10.3390/su12093692
  16. Y. Ningsih, “Pengaruh Suhu Pada Proses Hydrothermal Terhadap Karakteristik Batubara,” Seminar Nasional Added Value of Energy Resources, vol. 6, p. 2, 2014

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.