BibTex Citation Data :
@article{JBCN29996, author = {Diyani Utami and Etisa Murbawani and Hertanto Subagio and Muhammad Sulchan}, title = {HUBUNGAN STATUS GIZI, KEKUATAN GENGGAM TANGAN, DAN KOMPOSISI TUBUH DENGAN ATHEROGENIC INDEX OF PLASMA PADA PASIEN RAWAT INAP LANSIA}, journal = {Journal of Biomedical and Clinical Nutrition}, volume = {1}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Latar belakang: Atherogenic Index of Plasma (AIP) merupakan indikator risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Faktor-faktor seperti status gizi, kekuatan genggam tangan, dan komposisi tubuh diduga berperan terhadap peningkatan nilai AIP, terutama pada lansia yang mengalami perubahan fisiologis tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi, kekuatan genggam tangan, dan komposisi tubuh dengan AIP pada pasien rawat inap lansia di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 55 pasien lansia (≥60 tahun) selama Oktober 2024–Maret 2025. Status gizi diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), kekuatan genggam tangan dengan handgrip dynamometer, dan komposisi tubuh (Fat Mass Index/FMI, Fat Free Mass Index/FFMI, dan Visceral Fat/VAT) menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Nilai AIP dihitung dari log₁₀ (TG/HDL-C). Analisis korelasi Pearson digunakan dengan p<0,05 dianggap signifikan. Hasil: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT, kekuatan genggam tangan, FMI, dan FFMI dengan AIP (p>0,05). Namun terdapat korelasi positif bermakna antara lemak viseral dan AIP (r=0,424; p=0,001). Simpulan: Lemak viseral berhubungan signifikan dengan AIP pada pasien lansia, sedangkan IMT, kekuatan genggam tangan, FMI, dan FFMI tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengukuran lemak viseral dapat menjadi prediktor awal risiko penyakit kardiometabolik pada lansia. }, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jbcn/article/view/29996} }
Refworks Citation Data :
Latar belakang: Atherogenic Index of Plasma (AIP) merupakan indikator risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Faktor-faktor seperti status gizi, kekuatan genggam tangan, dan komposisi tubuh diduga berperan terhadap peningkatan nilai AIP, terutama pada lansia yang mengalami perubahan fisiologis tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi, kekuatan genggam tangan, dan komposisi tubuh dengan AIP pada pasien rawat inap lansia di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 55 pasien lansia (≥60 tahun) selama Oktober 2024–Maret 2025. Status gizi diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), kekuatan genggam tangan dengan handgrip dynamometer, dan komposisi tubuh (Fat Mass Index/FMI, Fat Free Mass Index/FFMI, dan Visceral Fat/VAT) menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Nilai AIP dihitung dari log₁₀ (TG/HDL-C). Analisis korelasi Pearson digunakan dengan p<0,05 dianggap signifikan. Hasil: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT, kekuatan genggam tangan, FMI, dan FFMI dengan AIP (p>0,05). Namun terdapat korelasi positif bermakna antara lemak viseral dan AIP (r=0,424; p=0,001). Simpulan: Lemak viseral berhubungan signifikan dengan AIP pada pasien lansia, sedangkan IMT, kekuatan genggam tangan, FMI, dan FFMI tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengukuran lemak viseral dapat menjadi prediktor awal risiko penyakit kardiometabolik pada lansia.
Last update: