skip to main content

HUBUNGAN ASUPAN ASAM LEMAK OMEGA-3 DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA

Ray Steven Santosa  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Enny Probosari  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang : Gangguan tidur sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan fungsi fisiologis serta kualitas hidup. Asam lemak omega-3, khususnya alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA) berperan dalam modulasi neurotransmiter, sintesis melatonin, dan proses antiinflamasi yang memengaruhi regulasi tidur. Namun, bukti ilmiah mengenai hubungan asupan asam lemak omega-3 dengan kualitas tidur lansia masih bervariasi.

Tujuan : Menganalisis hubungan antara asupan asam lemak omega-3 dengan kualitas tidur pada lansia.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu Bulusan, Semarang, pada Mei 2025. Sampel adalah 47 responden lansia berusia > 60 tahun yang diambil menggunakan metode consecutive sampling. Asupan asam lemak omega-3 diambil dengan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan kualitas tidur diambil dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Variabel perancu dalam penelitian ini meliputi aktivitas fisik dan tingkat depresi, yang diukur dengan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) dan Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.  

Hasil : Sebanyak 20 responden (42,6%) memiliki asupan asam lemak omega-3 dalam kategori kurang, 14 responden (29,8%) dalam kategori lebih, dan 13 responden (27,7%) dalam kategori baik. Sebanyak 26 responden (55,3%) memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 21 responden (44,7%) memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan asam lemak omega-3 total dan kualitas tidur (p = 0,022). Hubungan serupa juga ditemukan pada asupan ALA (p = 0,032) dan EPA (p = 0,043). Namun, asupan DHA (p = 0,313), aktivitas fisik (p = 0,476), dan tingkat depresi (p = 0,314) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kualitas tidur.

Kesimpulan : Asupan asam lemak omega-3 total, ALA, dan EPA menunjukkan hubungan yang signifikan serta berkorelasi positif dengan kualitas tidur, sedangkan asupan DHA, aktivitas fisik, dan tingkat depresi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kualitas tidur.

Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.