Perintah Memberdayakan Akal dalam Islam

*Muhammad Afif Zia Ul-Haq  -  Faculty of Law, Diponegoro University, Indonesia
Published: 1 Apr 2020.
View
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Citation Format:
Abstract

Abstrak
Dalam agama Islam, akal memiliki kedudukan yang mulia. Perintah untuk berpikir dan memperhatikan ciptaan Allah telah banyak disinggung baik melalui Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Namun dalam perkembangannya, tidak sedikit umat Islam yang terkena penyakit taqlid dan jumud, yaitu penyakit yang menjadi salah satu sebab utama kemunduran peradaban Islam dimasa lampau. Sehingga untuk melawan penyakit tersebut, penyegaran pemahaman umat Islam mengenai perintah untuk berpikir perlu digalakkan. Salah satunya dengan dibukanya kembali pintu ijtihad. Dalam kaitannya dengan akal dan ijtihad metode yang sering dikaitkan ialah metode burhani yakni metode yang mengutamakan pendekatan rasionalitas.
Kata kunci: akal, Al-Qu’ran dan As-sunnah

Article Metrics:

  1. Bakry, Nazar. 2003. Fiqh dan Ushul Fiqh. Jakarta: PT Grafindo Persada
  2. Natsir, Mohammad. 2015. Islam dan Akal Merdeka. Bandung: Sega Arsy
  3. Nasution, Harun. 1986. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: PT. UI-Press
  4. Rahardjo, M.Dawam. 2012. Kritik Nalar Islamisme dan Kebangkitan Islam. Jakarta: freedom institute
  5. Su, Ahmad Ridlo. 2017. Ibnu Rusyd Api Islam dari Andalusia. Yogyakarta: Sociality

Last update: 2021-04-21 21:22:57

No citation recorded.

Last update: 2021-04-21 21:22:57

No citation recorded.