Terminal Kalibaru sebagai Solusi Mengatasi Kemacetan Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 2011-2016

*P. Padliansyah -  Program Studi Magister Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutejo K. Widodo -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Susilowati -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 11 Jun 2019; Revised: 3 Jun 2019; Accepted: 4 Jul 2019; Published: 7 Jul 2019; Available online: 6 Jul 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 189 89

Abstract

This study argues that container loading and unloading congestion at Tanjung Priok Port is caused by long dwelling time due to the limited capacity of existing container terminals. Therefore, the Kalibaru Terminal was built to overcome this problem. The research objective is to look at the planning, construction, and operation of the Kalibaru Terminal. This study uses historical methods consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the construction of the Kalibaru Terminal is a superior project of government and private cooperation so that it must go through an international tender. The development of Kalibaru Terminal aims to increase productivity and accelerate economic growth. The existence of the Kalibaru Terminal also caused the flow of goods to run smoothly and decrease in dwelling time from eight to three days.

Keywords
Container Loading and Unloading; Kalibaru Terminal; Tanjung Priok Port; Dwelling Time.

Article Metrics:

  1. Abdullah, T. dan Surjomihardjo, A. (1985). Ilmu Sejarah dan Historiografi: Arah dan Perspektif. Jakarta: PT. Gramedia.
  2. Anita, Sherly L. Asmadewa, I. (2017). Analisis Dwelling Time Impor pada Pelabuhan Tanjung Priok Melalui Penerapan Theory of Constraints. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 1 (1): 73-87.
  3. Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Laporan Rencana Induk PT Pelabuhan Tanjung Priok Provinsi DKI Jakarta, tahun 2012.
  4. Frederick, W. H. S. (1984). Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Reformasi. Jakarta: LP3ES.
  5. Hamid, A. R. dan Majid, M. (2011) Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Ombak.
  6. http://dephub.go.id/beta2017/post/read/pengoperasian-terminal-kalibaru-diharapkan-dapat-meningkatkan-daya-saing-dalam-era-kompetisi-yang-semakin-ketat, (diunduh pada Jumat, 30 Maret 2018, Pukul, 11.00 WIB).
  7. https://www.npct1.co.id/introduction/, diunduh 30 Maret 2018.
  8. https://www.viva.co.id/arsip/347928-pelindo-ii-raih-konsesi-70-tahun-terminal-kalibaru, diunduh pada Jumat, 30 Maret 2018.
  9. Laporan Tahunan PT Pelabuhan Indonesia II Tahun 2014, 2015.
  10. Susantono, B. dan Berawi, Mohammed A. (2012). Perkembangan kebijakan pembiayaan infrastruktur transportasi berbasis kerjasama pemerintah swasta di Indonesia. Jurnal Transportasi, 12 (2): 93-102.
  11. “Pelabuhan Baru Mendesak Dibangun: Pelabuhan Tanjung Priok Sudah Stagnan”, dalam Kompas, Jumat, 25 Maret 2011.
  12. “Pengembangan Tanjung Priok: Lima Konsorsium Lulus di Kalibaru”, dalam Kompas, Jumat, 26 Agustus 2011.
  13. “Tender Terminal Kalibaru Dimulai Mei: BUMN Boleh Bersinergi untuk Kalibaru, tetapi Tetap Harus Tender” dalam Kompas, Sabtu, 25 Maret 2011.
  14. “Terminal Kalibaru Diperebutkan: Tujuh Konsorsium Bertarung di Pelabuhan Kalibaru”, dalam Kompas, Jumat, 12 Agustus 2011.
  15. “Terminal Kalibaru Diuji Coba: Biaya Logistik Diharapkan Segera Turun” dalam Kompas, Sabtu 26 Mei 2016.
  16. “Terminal Kalibaru Sebagai Magnet Pertumbuhan”, dalam Kompas, Jumat, 1 Februari 2013.