skip to main content

The Impact of Institutional Development at Universitas Tidar on The Socio-Economic Conditions in Magelang City, 1979–2022

*Ilham Habib Adjie Nugroho  -  Master Program of History, Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia., Indonesia
Yety Rochwulaningsih  -  Department of History, Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia., Indonesia
Singgih Tri Sulistiyono  -  Department of History, Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia., Indonesia

Citation Format:
Abstract

This study examines the economic and social impacts of Untidar’s institutional development on the community of Magelang City between 1979 and 2022. Untidar was established in Magelang City in 1979, originally named Universitas Tidar Magelang (UTM), as a private higher education institution (PTS). Its transition into a public higher education institution (PTN) in 2014 significantly impacted the economic and social aspects of life for the city's residents. The study employs the historical method, comprising heuristics, criticism, interpretation, and historiography, alongside a qualitative-historical approach involving the analysis of secondary data from archival documents, literature reviews, local policies, Statistics Indonesia (BPS) data, and fieldwork. The central focus is the impact experienced by the Magelang City community resulting from Untidar's evolution as a higher education institution. Both the private institution era (1979-2013) and the subsequent public institution era (2014-2022) have significantly influenced the economic and social lives of the local population. The research focuses specifically on economic impacts regarding the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and social impacts concerning societal changes. The findings indicate that Untidar’s institutional development has spurred economic growth through the proliferation of MSMEs in the surrounding area. However, managing the consequences of this development, particularly the social aspects, presents ongoing challenges. Shifts in lifestyle and increasing social heterogeneity could lead to social conflicts that require mitigation by the Magelang City Government. Furthermore, both the Magelang City Government and Untidar must provide continuous support to the community, enabling residents to capitalize on opportunities arising from the institution's growth while prioritizing improvements in living standards and overall well-being.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  Source Text
Fenomena Kinerja Usaha Mikro Industri Perdagangan, Hotel, dan Restoran di Kota Magelang
Subject kinerja UMKM; faktor internal dan eksternal
Type Source Text
  Download (220KB)    Indexing metadata
 Source Text
Kotamadya Magelang dalam Angka 1973 - 1977
Subject statistika; Kotamadya Magelang;
Type Source Text
  Download (5MB)    Indexing metadata
 Research Materials
Kotamadya Magelang dalam Angka 1973 - 1977
Subject statistika; Kotamadya Magelang;
Type Research Materials
  Download (5MB)    Indexing metadata
 Research Results
DAMPAK PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN UNIVERSITAS TIDAR TERHADAP KONDISI EKONOMI-SOSIAL DI KOTA MAGELANG, 1979-2022
Subject Tidar University; impact; socio-economic conditions; Magelang City
Type Research Results
  Download (304KB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Economic and Social Impact; Institutional Evolution; Tidar University; Magelang City.
Funding: Universitas Diponegoro under contract Singgih Tri Sulistyono; Universitas Diponegoro under contract Yetty Rochwulaningsih

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. Aisyah, R. (2025). Dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan Program Studi Pendidikan Sosiologi di UNP. Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial, 2(2). https://doi.org/10.24036/scemp.v2i2.326
  2. Anakotta, R. (2019). Akulturasi masyarakat lokal dan pendatang di Papua Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 29–37. https://doi.org/10.25077/jantro.v21.n1.p29-37.2019
  3. Andriawan, R., Martanto, R., & Muryono, S. (2020). Evaluasi kesesuaian potensi lahan pertanian pangan berkelanjutan terhadap rencana tata ruang wilayah. Jurnal Tunas Agraria, 3(3). https://doi.org/10.31292/jta.v3i3.126
  4. Anggriani, R. (2024). Analisis dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap perekonomian dan UKM: Pendekatan kuantitatif. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(1). https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i1.5932
  5. Atmoko, H. (2017, September 11). Pemkot Magelang akan bangun tempat PKL Untidar. Antara Jateng. https://jateng.antaranews.com/berita/174741/pemkot-magelang-akan-bangun-tempat-pkl-untidar
  6. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (1973–1977). Kotamadya Magelang dalam angka
  7. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (1980). Kotamadya Magelang dalam angka
  8. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (1990). Kotamadya Magelang dalam angka
  9. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (2000). Kota Magelang dalam angka
  10. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (2010). Kota Magelang dalam angka
  11. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (2020). Kota Magelang dalam angka
  12. BPS-Statistics of Magelang Municipality. (2022). Kota Magelang dalam angka
  13. Compilation Team. (1981). Dies Natalis II Universitas Tidar Magelang 1981. Universitas Tidar Magelang
  14. Cueto, V. (2024). Town and gown: Engagement and collaboration between local municipalities and institutions of higher education. Journal of Community Engagement and Higher Education, 16(1). https://scholars.indianastate.edu/jcehe/vol16/iss1/3
  15. Darpitamurti, G. (2017). Dampak pembangunan kampus Akbid (Akademi Kebidanan) Yogyakarta terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Dusun Prancakglondong, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul [Undergraduate thesis, Yogyakarta State University]
  16. Department of Education and Culture of the Republic of Indonesia. (1997). Sejarah pendidikan daerah Jawa Tengah
  17. Dewi, K., & Sugiharti, R. (2022). Analisis pengembangan potensi wisata sejarah di Kota Magelang. Jurnal Paradigma Multidisipliner, 3(1)
  18. Dewi, Rr. (2018). Pengembangan Pasar Rejowinangun di Kota Magelang tahun 1964–1986. Jurnal Prodi Ilmu Sejarah, 3(1)
  19. Ernawati, R. (2016). Analisis kelayakan sosial ekonomi pengembangan Kampus II UIN Sunan Ampel di Kelurahan Gunung Anyar Kota Surabaya. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 2(1). https://doi.org/10.29080/emara.v2i1.18
  20. Fadli, M., & Kumalasari, D. (2019). Sistem pendidikan Indonesia pada masa Orde Lama (periode 1945–1966). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 9(2). https://doi.org/10.25273/ajsp.v9i2.4168
  21. Haholongan. (2022). Dampak keberadaan kampus IAIN Padangsidempuan pada peningkatan ekonomi masyarakat Kelurahan Sihitang Kota Padangsidempuan [Undergraduate thesis, State Islamic Institute of Padangsidempuan]
  22. Handini, N. (2025). Peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 2(5). https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.5793
  23. Harasta, J. (2022). Town & gown – University and community leaders’ perceptions on mutually beneficial relationships: An urban American university case study. Athens Journal of Mass Media and Communications, 8(3). https://doi.org/10.30958/ajmmc.8-3-2
  24. Hisyam, C. (2024). Habitus mempengaruhi gaya hidup dan identitas sosial mahasiswa Universitas Negeri Jakarta menurut perspektif Bourdieu. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 2(2). https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v2i2.3378
  25. Juwono, H., Priyatmoko, H., & Widiatmoko, A. (2018). Toponim Kota Magelang. Directorate of History, Directorate General of Culture, Ministry of Education and Culture
  26. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1973 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. (1973)
  27. Kuntowijoyo. (2003). Pengantar ilmu sejarah. Bentang Budaya
  28. Kurniawan, D. (2005). Hubungan antara eksistensi kampus perguruan tinggi dengan perubahan penggunaan lahan di perkotaan Yogyakarta [Undergraduate thesis, Universitas Gadjah Mada]
  29. Kusuma, S., Juliprijanto, W., & Jalunggono, G. (2019). Analisis pendapatan UMKM di sekitar Universitas Tidar tahun 2018 (studi kasus sebelum dan sesudah Universitas Tidar menjadi negeri di Tuguran Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara). DINAMIC: Directory Journal of Economic, 1(1). https://doi.org/10.31002/dinamic.v1i1
  30. Larsen, K., Redden, T., Dedenbach, L., & Frank, K. (2025). Historic town-gown partnerships: Planning, race, and power. Journal of Planning History, 24(2). https://doi.org/10.1177/15385132241265981
  31. Lawolo, L. (2023). Peranan pemerintah dalam penanganan konflik sosial pada Kelurahan Kenangan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 10(2). https://doi.org/10.56015/gjikplp.v10i2.115
  32. Library and Archives Office of Magelang City. (2021). Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 125
  33. Maliki, S. A. (2011). Penyelesaian ganti rugi pengadaan tanah (studi kasus Gedung Olahraga GOR Samapta) di Kota Magelang [Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]
  34. Muhlisin, A. (2017). Analisis motivasi mahasiswa dalam menempuh Program Sarjana Pendidikan IPA Universitas Tidar. Indonesian Journal of Science and Education, 1(1). https://doi.org/10.31002/ijose.v1i1.424
  35. Nazifah, M., & Ikhwan, K. (2021). Analisis faktor kendala industri kecil menengah (studi pada IKM makanan di Kelurahan Tidar Utara Kota Magelang). Jurnal Manajemen dan Bisnis Equilibrium, 7(1). https://doi.org/10.47329/jurnal_mbe.v7i1.515
  36. Ningrum, S., & Harnawan, T. (2023). Proyek tata kota dan nostalgia kolonial di Magelang. Patrawidya, 24(2)
  37. Nurpratama, M. (2024). Pengembangan yayasan perguruan tinggi swasta membentuk badan layanan kegiatan usaha. Jurnal Investasi, 10(1). https://doi.org/10.31943/investasi.v10i1.297
  38. Olatoye, G. (2023). Town-gown relationship: A compelling synergy for functional higher education in Nigeria. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 7(6). https://doi.org/10.47772/IJRISS.2023.7728
  39. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2016 tentang Pedoman Penulisan Peristiwa Sejarah. (2016)
  40. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengumpulan Sumber Sejarah. (2016)
  41. Pradnyawan, D. (2019). Kota-kota eks Keresidenan Kedu (kajian morfologi kota bersejarah). Berkala Arkeologi, 39(2). https://doi.org/10.30883/jba.v39i2.331
  42. Purwaningsih, S., et al. (1994). Pengaruh keberadaan perguruan tinggi di Tembalang terhadap kepedulian penduduk desa sekitar kampus akan pendidikan anak [Research report]. Universitas Diponegoro
  43. Rusjdi, M. (2025). Dampak kehadiran perguruan tinggi terhadap masyarakat sekitar: Studi dampak sosial. Education, Language, and Culture (EDULEC), 5(3). https://doi.org/10.56314/edulec.v5i3.414
  44. Salam, M. (2022). Peran pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM. Jurnal Kebijakan Publik, 13(2). https://doi.org/10.31258/jkp.v13i2.8012
  45. Sandra, P. (2023). Analisis dampak studentifikasi pada kawasan pendidikan sekitar kampus Universitas Indonesia Depok. Jurnal Pengembangan Kota, 11(2), 202–210. https://doi.org/10.14710/jpk.11.2.202-210
  46. Septiani, V. (2023). Jenis dan jenjang pendidikan dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. ATTAQWA: Jurnal Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini, 2(3). https://doi.org/10.58355/attaqwa.v2i3.48
  47. Shania, M., & Ummah, R. (2020). Fenomena kinerja usaha mikro industri perdagangan, hotel, dan restoran di Kota Magelang. Journal of Management Research, 2(1)
  48. Siagian, S. P. (1994). Organisasi, kepemimpinan, perilaku administrasi. CV Haji Mas Agung
  49. Sinamo, N. (2024). Pengaruh keberadaan kampus terhadap pola hidup dan budaya masyarakat sekitar. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(4)
  50. Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah. Ombak
  51. Sujatmiko, Putra, A., & Tarigan, J. (2024). Analisis mitigasi bencana alam dengan pendekatan sistem informasi geografis di Magelang. Jurnal Teknik Sipil Pertahanan, 11(2). https://doi.org/10.63824/jptsp.v11i2.206
  52. Susilowati, S. (2016). Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1), 35–55. https://doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.35-55
  53. Suyitno, H. (2016, October 13). Kota Magelang minta dimasukkan ke Joglosemar. Antara Jateng. https://jateng.antaranews.com/berita/152626/kota-magelang-minta-dimasukkan-ke-joglosemar
  54. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. (2012)
  55. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003)
  56. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. (2004)
  57. Utami, W. (2022). Kota Magelang dalam penataan saujana pusaka. SMART: Seminar on Architecture Research and Technology, 6(1), 105–118
  58. Utami, W., & Adianti, I. (2024). Pelestarian kawasan pusaka niaga Kota Magelang. Journal of Architectural Design and Development, 5(2). https://doi.org/10.37253/jad.v5i2.9829
  59. Waruwu, L. (2022). Analisis dampak keberadaan kampus Yayasan Pendidikan Nias Selatan (YPNS) dalam perekonomian masyarakat sekitar Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 3(1). https://doi.org/10.57094/jpe.v3i1.469
  60. Yusuf, C. (2014). Memori penegerian Universitas Tidar Magelang: Pendirian perguruan tinggi pemerintah Universitas Tidar. Universitas Tidar

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.