Fenomena Kecanduan Penggunaan Gawai (Gadget) pada Kalangan Remaja Suku Bajo

Chaidirman Chaidirman  -  School of Health Science Karya Kesehatan, Indonesia
*Diah Indriastuti  -  School of Health Science Karya Kesehatan, Indonesia
Narmi Narmi  -  School of Health Science Karya Kesehatan, Indonesia
Received: 10 Jul 2019; Accepted: 5 Nov 2019; Published: 29 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Holistic Nursing and Health Science

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 3341 1728
Abstract

Background: Socially the use of devices causes teenagers to become less sociable. Many teenagers spend most of their time playing gadgets so they carry them wherever they go. This happens to the Bajo tribes who experience social changes that have an impact on their life patterns.

Method: This study was a qualitative study with a phenomenological approach with the population in this study were the teenagers of the Bajo Tribe in Wakatobi Regency as many as 227 people and the number of samples was six adolescences Bajo Tribe. Using samples with a purposive sampling technique. For gathering the data, the investigator employed interview and observation guidelines, video recorder, and field note. The researchers used observation, interview and video recording in collecting the data and employed thematic analysis in data analysis.

Results: The results of the research on these were three themes including namely the use of devices, addiction and socialization revealed that the use of devices requires costs for operations and excessive use of devices will have an impact on health where adolescents have a sense of dependence on devices that have attractive designs, and cause individual and indifferent attitudes.

Discussion: The conclusion of this study is that adolescents begin to lose time for socializing due to the use of devices that are interested in the applications in it
Keywords: Addictions; Bajo Tribe; Gadget; Teenagers

Article Metrics:

  1. Admar, H., Yakub, E., & Rosmawati. (2018). Penggunaan gadget dan kepribadian penggunanya di SMPN 3 Pekanbaru. Jom Fkip, 5(2), 1–12.
  2. Alauddin, I. M., Bauto, M. L. O., & Sarpin. (2016). Perubahan pola kehidupan Suku Bajo pasca penetapan zonasi taman nasional: Studi di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Jurnal Neo Societal, 1(1), 23–33.
  3. Al Ayouby, M. H. (2017). Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini: Studi di PAUD dan TK Handayani Bandar Lampung. Universitas Lampung.
  4. Aziz, A. (2016). Handphone mempengaruhi terhadap perilaku remaja usia SLTP (13-15 Tahun) di Dusun Tegalpare Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, VII(2), 352–377.
  5. Dalillah. (2019). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perilaku sosial siswa di SMA Darussalam Ciputat. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
  6. Darnoto, A. R. P. (2016). Hubungan penggunaan smartphone dengan perilaku seksual remaja di SMAN “X” Jember. Universitas Jember.
  7. Hafni, N. D. (2018). Nomophobhia, penyakit masyarakat modern. Al-Hikmah, 6(2), 41–50.
  8. Mawitjere, O. T., Onibala, F., & Ismanto, Y. A. (2017). Hubungan lama penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada siswa siswi di SMA Negeri 1 Kawangkoan. E-Journal Keperawatan, 5(1), 1–5.
  9. Mukarim, Y. (2014). Monitoring pengaksesan layanan Wifi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadyah Surakarta.
  10. Pandey, C. M., Ratag, B. T., & Langi, F. L. F. (2019). Hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Kesmas, 8(2), 22–29.
  11. Pangastuti, R. (2017). Fenomena gadget dan perkembangan sosial bagi anak usia dini. Indonesia Journal of Islamic Early Chlidhood Education, 2(2), 166–174.
  12. Purwanto, E., Atina, V., & Desylawati, E. S. (2017). Sistem pakar deteksi dini gangguan mata dan syaraf akibat penggunaan smartphone. Jurnal Informatika Upgris, 3(2), 152–162.
  13. Riani, V. F. (2016). Gambaran ketergantungan smartphone terhadap produktivitas kerja pada pekerja CV. Traveline Citra Nusantara Yogyakarta. Sanata Dharma Yogyakarta.
  14. Sari, I. M., & Prajayanti, E. D. (2017). Peningkatan pengetahuan siswa SMP tentang dampak negatif game online bagi kesehatan. Gemassika, 1(2), 31–39.
  15. Saryono, & Anggreani, M. D. (2017). Metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam bidang kesehatan (H. Isna, Ed.). Yogyakarta: Nuha Medika.
  16. Setianingsih, Ardani, A. W., & Khayati, F. N. (2018). Dampak penggunaan gadget pada anak usia prasekolah dapat meningkatkan resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Gaster, XVI(2), 191–205.
  17. Suerni, T., & Ph, L. (2019). Gambaran faktor predisposisi pasien isolasi sosial. Jurnal Keperawatan, 11(1), 57-66.
  18. Suryanegara, E., Suprajaka, & Nahib, I. (2015). Perubahan sosial pada kehidupan Suku Bajo: studi kasus di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara [Social Change on Bajo Tribe: Case Study in Wakatobi Islands, Southeast Sulawesi]. Globe, 17(1), 67–78.
  19. Tarigan, M. B. (2018). Hubungan gaya hidup remaja terhadap kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Binjai Tahun 2018. Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia, 4(1), 20–28.
  20. Waty, L. P., & Fourianalistyawati, E. (2018). Dinamika kecanduan telepon Pintar (Smartphone) pada remaja dan trait mindfulness sebagai alternatif solusi. Jurnal Psikologi Unsyiah, 1(2), 84–101