skip to main content

Skrining In Silico Potensi Essential oil Lengkuas Merah sebagai Agen Antibakteri melalui Mekanisme Inhibisi Enzim β-ketoacyl-ACP Synthase III (FabH)

Septiatun Khasanah  -  University of Diponegoro, Indonesia
*Mukhammad Asy'ari orcid scopus publons  -  University of Diponegoro, Indonesia
Purbowatiningrum Ria Sardjono  -  University of Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2024 Greensphere: Journal of Environmental Chemistry

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Enzim FabH (Fatty Acid β-Ketoacyl ACP Synthase III) berperan penting dalam kehidupan bakteri yaitu sebagai biokatalis dalam biosintesis asam lemak. Inhibisi enzim FabH menyebabkan terhambatnya biosintesis asam lemak sehingga tidak terbentuk lipid bilayer membran sel, dan akhirnya menyebabkan kematian sel bakteri. Pada penelitian in silico dan in vitro enzim FabH sering menjadi protein target dari senyawa antibakteri. Beberapa senyawa Essential Oil (EO) dalam lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terbukti memiliki aktivitas antibakteri, tapi mekanisme antibakterinya belum diketahui. Pada penelitian ini telah dilakukan tahapan skrining dan prediksi mekanisme antibakteri senyawa bioaktif EO lengkuas merah dalam menginhibisi enzim FabH. Berdasarkan skrining in silico awal menggunakan parameter Rule of Five (RO5) Lipinski dan nilai binding affinity berhasil diperoleh 2 senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri terbaik yaitu α-selinene dan β-cariophyllene. Hasil docking acak menunjukkan adanya kecenderungan senyawa bioaktif menempati klaster 3 pada permukaan protein FabH. Mekanisme inhibisi senyawa bioaktif diprediksi terjadi pada klaster 3 dan membentuk 3 jalur menuju sisi aktif enzim FabH. Berdasarkan hasil docking terarah menunjukkan bahwa α-selinene memiliki pola posisi, orientasi dan interaksi terbaik pada sisi aktif enzim FabH. Kekuatan interaksi α-selinene pada enzim FabH bakteri Gram positif (-7,4 kkal/mol) lebih kuat daripada Gram negatif (-6,9 kkal/mol ). Berdasarkan nilai binding affinity yang lebih negatif dan kemampuan menginhibisi substrat lebih baik maka α-selinene diprediksi memiliki potensi sebagai agen antibakteri lebih kuat daripada β-cariophyllene. Berdasarkan hasil analisis boxplot dan statistika deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata binding affinity α-selinene lebih negatif dan pola distribusi lebih homogen dan representatif daripada β-cariophyllene.

Fulltext View|Download
Keywords: antibakteri, in silico, essential oil, lengkuas merah, β-ketoacyl-ACP synthase III (FabH), molecular docking.
Funding: Universitas Diponegoro

Article Metrics:

  1. Alam, M. S., Jebin, S., Rahman, M. M., dan Bari, L., 2016, Original article: Biological and Quantitative-Sar Evaluation, EXCLI Journal, 15, 350–361
  2. Almi, Z., Belaidi, S., Lanez, T., dan Tchouar, N., 2014, Structure Activity Relationships ,QSAR Modeling and Drug-like calculations of TP inhibition of 1 , 3 , 4- oxadiazoline-2-thione Derivatives, Internationan Letter of Chemistry, Physick and Astronomy, 37, 113–124
  3. Burt, S., 2004, Essential oils: their antibacterial properties and potential applications in foods - a review, International Journal of Food Microbiology., 94, 223–253
  4. Dzidic, S., Suskofic, J., dan Kos, B., 2008, Antibiotic Resistance Mechanisms in Bacteria : Biochemical and Genetic Aspects, Antibiotic Resistance in Bacteria, Food Technol Biotechnol, 46 (1), 11–21
  5. Frojuello, M., Bernstorff, C., Miyata, M., dan Augusto, O., 2016, New antibacterial agents: Hybrid bioisoster derivatives as potential E. coli FabH inhibitors. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters, 26, 3988–3993
  6. Ibrahim, S., 2010, Antimicrobial herb and spice compounds in food, Food Control, 1199-1218
  7. Lipinski, C. A., et.al, (2001), Experimental and Computational Approaches to Estimate Solubility and Permeability in Drug Discovery and Development Settings, Advanced Drug Delivery Reviews, 46, 3-2
  8. Mckinney, D. C., Eyermann, C. J. Gu, R. Hu, J., Kazmirski, S. L., Lahiri, S. D., dan Breault, G., 2016, Antibacterial FabH Inhibitors with Mode of Action Validated in Haemophilus in fluenzae by in vitro Resistance Mutation Mapping, Infectious Diseases, American
  9. Nazzaro, F., Fratianni, F., dan Martino, L. De., 2013, Effect of Essential oils on Pathogenic Bacteria, Pharmaceticals, 6, 1451–1474
  10. Rialita, T., Rahayu, W.P., Nuraida, L., dan Nurtama, B., 2015, Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Terhadap Bakteri Patogen Dan Perusak Pangan, Agritech, 35, 43-5
  11. Santos, G. K. N., Dutra, K. A., Barros, R. A., Claudio, A. G., Lira, D. D., Gusmão, N. B., dan Navarro, D. M. A. F., 2012, Essential oils from Alpinia purpurata (Zingiberaceae): Chemical composition, oviposition deterrence, larvicidal and antibacterial activity, Indrustrial Crops and Product, 40, 254–260

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.