BibTex Citation Data :
@article{GenRes30668, author = {Tiara Pratama and Novita Ikakusumawati and Shaffa Az-zahra and Inayatush Sholikhah}, title = {Studi Farmakovigilans Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan pada Pasien Bipolar}, journal = {Generics: Journal of Research in Pharmacy}, volume = {6}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Bipolar; Mania; Depresi; Algoritma Naranjo; Terapi; Adverse Drug Reaction}, abstract = { Bipolar merupakan suatu penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami suatu perubahan suasana hati yang ekstrim meliputi fase mania dan depresi. Pasien bipolar biasanya mengonsumsi berbagai kombinasi obat seperti antidepresan, anticemas, antikolinergik, dan antipsikotik. Penggunaan jangka panjang berbagai jenis obat tersebut dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi obat yang tidak dikehendaki dari penggunaan obat pasien bipolar di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif nonprobability sampling dengan metode restrospektif. Didapatkan 34 pasien populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan algoritma Naranjo. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pengobatan pada pasien bipolar dapat menimbulkan adverse drug reaction (ADR) yang dibagi menjadi 4 jenis, yaitu gangguan gastrointestinal, gangguan ekstrapiramidal, gangguan kardiovaskular, dan gejala lainnya. Terdapat 4 tipe kejadian yaitu >9 (definite) sebanyak 16 pasien, skor 5-8 (probable) sebanyak 2 pasien, serta tidak ada pasien dengan hasil skor 1-4 (possible) dan skor 0 (doubtful). Tingkat kejadian ADR terbanyak adalah pusing yang diderita oleh 7 pasien, ADR mual diderita oleh 5 pasien, ADR mual dan muntah diderita oleh 2 pasien, ADR tremor diderita oleh 2 pasien, ADR kenaikan berat badan diderita oleh 1 pasien, dan ADR mengantuk diderita oleh 1 pasien. }, issn = {2774-9967}, pages = {180--194} doi = {10.14710/genres.v6i2.30668}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/generics/article/view/30668} }
Refworks Citation Data :
Bipolar merupakan suatu penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami suatu perubahan suasana hati yang ekstrim meliputi fase mania dan depresi. Pasien bipolar biasanya mengonsumsi berbagai kombinasi obat seperti antidepresan, anticemas, antikolinergik, dan antipsikotik. Penggunaan jangka panjang berbagai jenis obat tersebut dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi obat yang tidak dikehendaki dari penggunaan obat pasien bipolar di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif nonprobability sampling dengan metode restrospektif. Didapatkan 34 pasien populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan algoritma Naranjo. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pengobatan pada pasien bipolar dapat menimbulkan adverse drug reaction (ADR) yang dibagi menjadi 4 jenis, yaitu gangguan gastrointestinal, gangguan ekstrapiramidal, gangguan kardiovaskular, dan gejala lainnya. Terdapat 4 tipe kejadian yaitu >9 (definite) sebanyak 16 pasien, skor 5-8 (probable) sebanyak 2 pasien, serta tidak ada pasien dengan hasil skor 1-4 (possible) dan skor 0 (doubtful). Tingkat kejadian ADR terbanyak adalah pusing yang diderita oleh 7 pasien, ADR mual diderita oleh 5 pasien, ADR mual dan muntah diderita oleh 2 pasien, ADR tremor diderita oleh 2 pasien, ADR kenaikan berat badan diderita oleh 1 pasien, dan ADR mengantuk diderita oleh 1 pasien.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Generics is published by Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
View My Stats