skip to main content

Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: A Systematic Review

*Sri Yuliana  -  Magister Manajemen Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
Dwi Endarti orcid  -  Departemen Farmasetika, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Chairun Wiedyaningsih  -  Departemen Farmasetika, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Received: 21 Apr 2025; Revised: 21 May 2025; Accepted: 23 May 2025; Available online: 29 Jan 2026; Published: 29 Jan 2026.
Open Access Copyright 2026 Generics: Journal of Research in Pharmacy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Penyakit jantung koroner adalah penyakit dimana kondisi pembuluh arteri jantung mengalami penumpukan plak. Penyakit ini membutuhkan penanganan jangka panjang baik itu rawat inap maupun rawat jalan, dan mempunyai dampak sosio-ekonomi yang berkaitan dengan pengobatan. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap pengobatan penyakit jantung koroner, diantaranya jumlah penggunaan obat, usia, jenis kelamin, lama rawat inap, dan penyakit komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya pengobatan penyakit jantung koroner dan faktor yang mempengaruhi besarnya pengobatan tersebut. Sistematik review ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Pengumpulan informasi dilakukan melalui penelusuran di PubMed, Scopus, dan Garuda dari tahun 2014 hingga 2024, dengan mempertimbangkan kriteria kelayakan dan inklusi. Delapan artikel dibahas dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total penyakit jantung koroner adalah Rp 31.347.990 – Rp 42.231.110,00, sedangkan biaya rawat inap rata-rata Rp 3.298.129,00-Rp 9.171.522,00. Faktor yang mempengaruhi biaya penyakit jantung koroner adalah jumlah penggunaan obat, sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi adalah jenis kelamin. Penyakit jantung koroner menimbulkan dampak sosio ekonomi karena biayanya yang besar, sehingga diperlukan informasi biaya sebagai analisis biaya manfaat untuk program pencegahan penyakit.


Fulltext View|Download
Keywords: Arteri; Beban; Komorbid; PRISMA

Article Metrics:

  1. Alaydrus, S. (2020) ‘Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit X’, Medical Sains Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 2(4): 137–144. https://doi.org/10.37874/ms.v4i2.132
  2. Candradewi, S.F., Perwitasari, D.A., & Nabilah. (2021) ‘Analisis Biaya dan Luaran Klinis Sindrom Koroner Akut Berbasis Clinical Pathway’, JMPF, 2(11): 91–99. https://doi.org/10.22146/jmpf.51176
  3. CDC. (2024) ‘Coronary Artery Disease [WWW Document]. Centers for Disease Control and Prevention’, URL https://www.cdc.gov/heart-disease/about/coronary-artery-disease.html
  4. Darba, S., Safaei, N., Mahboub-Ahari, A., Nosratnejad, S., Alizadeh, G., Ameri, H., & Yousefi, M. (2020) ‘Direct and Indirect Cost Associated with Coronary Artery (Heart) Disease in Tabriz, Iran’, Risk Management and Healthcare Policy, 13 969–978. https://doi.org/10.2147/RMHP.S261612
  5. Ghani, L., Susilawati, M.D., & Novriani, H. (2016) ‘Faktor Risiko Dominan Penyakit Jantung Koroner di Indonesia’, Buletin Penelitian Kesehatan, 44(3): 153–164. https://doi.org/10.22435/bpk.v44i3.5436.153-164
  6. Kazemi, Z., Emamgholipour, S., Daroudi, R., Yunesian, M., & Hassanvand, M.S. (2024) ‘Estimation and Determinants of Direct Hospitalisation Cost For Coronary Heart Disease in A Low-­Middle-­Income Country: Evidence From A Nationwide Study in Iranian Hospitals’, BMJ Open, 14(8): 1-11. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-074711
  7. Kosasih, L., & Kurniawidjaja, M. (2024) ‘Intervensi Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner di Tempat Kerja: A Systematic Review’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(8); 10–18. https://doi.org/10.64094/fqanc998
  8. Le, C., Fang, Y., Linxiong, W., Shulan, Z., & Golden, A.R. (2015) ‘Economic Burden and Cost Determinants of Coronary Heart Disease in Rural Southwest China: A Multilevel Analysis’, Public Health, 129(1): 68–73. http://dx.doi.org/10.1016/j.puhe.2014.11.002
  9. Melyani, M., Tambunan, L.N., & Baringbing, E.P. (2023) ‘Hubungan Usia dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah: The Correlation of Age with Coronary Heart Disease Incidence in Outpatients at RSUD dr. Doris Sylvanus Central Kalimantan Province’, Jurnal Surya Medika, 9(1): 119–125. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5158
  10. Naamin, J., Kuhon, F.V., & Ottay, R.I. (2022) ‘Gambaran Penanganan Penyakit Kronis: Program Rujuk Balik Penyakit Jantung Koroner Pada Dokter Keluarga di Kota Manado’, Jurnal Kedokteran dan tropik, 2(10): 399–402. https://doi.org/10.35790/jkkt.v10i2.44875
  11. Negara, I.N.A.K.N., Budhitresna, A.A.G., Eka, N.L.P., & Sari, K. (2022) ‘Hubungan Antara Komorbiditas dengan Derajat Keparahan Infeksi Covid-19 di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar’, Aesculapius Medical Journal, 2(1): 13–20
  12. Nelwan, J.E. (2019) Penyakit Jantung Koroner Tinjauan dari Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: CV Budi Utama,
  13. Nisa, B.I., & Raharjo, B.B. (2021), ‘Determinan Selisih Biaya Riil dan Tarif INA CBG’s Pada Pasien Jantung Koroner’, Higeia, 5(1): 13-23. https://doi.org/10.15294/higeia.v5i1. 37998
  14. Nugroho, I.D.W., Pingky Sukmawati, L., & Yana Utami, T.F. (2021) ‘Analisis Biaya Pengobatan Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit’, Jophus, 2 29–40. https://doi.org/10.46772/jophus.v2i02.428
  15. Putri, D.N., Kesumadewi, T., & Inayati, A. (2022), ‘Penerapan Breathing Exercise Untuk Menurunkan Tingkat Kelelahan (Level Fatigue) Pasien Jantung Koroner’, Jurnal Cendikia Muda, 1(2): 32–39
  16. Rascati, K. L. (2014). Essentials of Pharmacoeconomics, 2nd Ed. Baltimore: Wolters Kluwer Health
  17. Sanchis-Gomar, F., Perez-Quilis, C., Leischik, R., & Lucia, A. (2016) ‘Epidemiology of Coronary Heart Disease and Acute Coronary Syndrome’, Annals of Translational Medicine, 4(13): 256–256. https://doi.org/10.21037/atm.2016.06.33
  18. Saputri, M., & Dewi, S.R. (2023) ‘Potensi Interaksi Polifarmasi Pasien Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit I.A. Moeis Samarinda: Polypharmacy Potential Interactions in Coronary Heart (CHD) Patients at I.A. Moeis Hospital, Samarinda’ Jurnal Sains Kesehatan, 5(2): 109–114. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i2.1709
  19. Shahjehan, R.D., & Bhutta, B.S. (2024) Coronary Artery Disease. Treasure Island: StatPearls Publishing LLC
  20. The Joanna Briggs Institute. (2017) ‘Critical Appraisal Checklist for Economic Evaluations’, URL https://jbi.global/sites/default/files/2019-05/JBI_Critical_Appraisal-Checklist_for_Economic_Evaluations2017_0.pdf
  21. Wahyuni, R.T., Witcahyo, E., & Herawati, Y.T. (2023) ‘Hubungan Karakteristik Pasien, Prosedur, dan Penyakit Penyerta Dengan Biaya Langsung Medis Pada Pasien Rawat Inap Jantung Koroner’, Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 8(1): 1-10. https://doi.org/10.7454/eki.v8i1.6240

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.