PENGUKURAN LUAS METODE TERESTRIS MENGGUNAKAN ALAT UKUR GPS DAN METODE FOTOGRAMETRI MENGGUNAKAN FOTO UDARA UAV DI KOLAM RETENSI MUKTIHARJO KIDUL SEMARANG

*Bambang Sudarsono scopus  -  Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
L M Sabri  -  Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tjiong Susilo Dinoto  -  Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 3 Nov 2020; Published: 4 Dec 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang perkembangan kotanya sangat pesat. Selain itu Semarang juga merupakan pusat perdagangan dan bisnis, pusat pendidikan dan lain-lain. Di sisi lain karena kepadatan penduduknya tinggi, maka timbul berbagai masalah antara lain terdapat kawasan kumuh, kawasan terdampak genangan banjir air pasang (rob)  dan lain-lain. Kemudian untuk menanggulangi banjir Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah secara bersama-sama melakukan berbagai pembangunan prasarana fisik antara lain membangun Kolam Retensi yang terletak di wilayah Muktiharjo Kidul. Tujuan pembangunan Kolam Retensi adalah untuk menampung air ketika terjadi hujan besar di sekitar Muktiharjo Kidul, sehingga diharapkan dapat mengurangi banjir di sekitar wilayah kolam retensi. Pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo Kidul sangat penting, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian luas area yang akan digunakan untuk menghitung kemampuan daya tampung volume kolam retensi. Pengukuran luas dilakukan dengan metode terestris menggunakan alat ukur GPS dan metode fotogrametri menggunakan foto udara UAV. Data hasil perhitungan luas Kolam Retensi dapat digunakan untuk keperluan evaluasi terhadap pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo Kidul. Dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur GPS metode RTK luas Kolam Retensi sebesar 53.198 m2 , sedangkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan data foto udara UAV diperoleh luas sebesar 53.196 m2. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, maka pengukuran luas menggunakan foto udara UAV hasilnya cukup bagus dan mendekati pengukuran dengan alat ukur GPS

Article Metrics:

  1. Abidin, H.Z., 2000, Penentuan Posisi Dengan GPS dan Aplikasinya, PT. Pradnya Paramitha, Jakarta
  2. Ahmad Syauqani , 2017, Pengaruh Variasi Tinggi Terbang Menggunakan Wahana Unmanned Aerial Vehicle (Uav) Quadcopter Dji Phantom 3 Pro Pada Pembuatan Peta Orthofoto, Program Studi Teknik Geodesi UNDIP, Semarang
  3. Anggoro Pratomo Adi, 2017, Pengujian Akurasi Dan Ketelitian Planimetrik Pada Pemetaan Bidang Tanah Pemukiman Skala Besar Menggunakan Wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Program Studi Teknik Geodesi UNDIP, Semarang
  4. Bagnolo, V., dan Paba, N., 2019, UAV-based photogrammetry for archaeological heritage site survey and 3D modeling of the Sardus Pater temple (Italy), International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences - ISPRS Archives, vol. 42, hal. 45–51
  5. Naryoko, 2019, Kajian Terapan Teknologi UAV Dan SIG Dalam Pembuatan Peta Desa Skala 1:1000 Untuk Wilayah Rw-04 Kelurahan Tembalang Tahun 2017, Program Studi Teknik Geodesi UNDIP, Semarang
  6. Rahaman, H., dan Champion, E., 2019, To 3D or Not 3D: Choosing a Photogrammetry Workflow for Cultural Heritage Groups, Heritage, vol 2, 1835–1851

Last update: 2021-05-04 15:50:57

No citation recorded.

Last update: 2021-05-04 15:50:57

No citation recorded.