skip to main content

ANALISIS DAMPAK FREKUENSI KUNJUNGAN WISATAWAN LAWANG SEWU TERHADAP TOTAL ECONOMIC VALUE

*Nurhadi Bashit  -  Diponegoro University, Indonesia
Sawitri Subiyanto  -  Diponegoro University, Indonesia
Bandi Sasmito  -  Diponegoro University, Indonesia
Selli Angelita Sitepu  -  Diponegoro University, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu. Wisata Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Keberadaan Lawang Sewu memberikan peluang masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya dalam bidang pariwisata. Lawang Sewu memiliki peluang untuk berkembang dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dari wisatawan sehingga peran wisatawan sangatlah penting dalam perkembangan pariwisata Lawang Sewu. Daya tarik objek wisata memberikan peningkatan frekuensi kunjungan dari tahun ke tahun. Frekuensi kunjungan wisatawan dapat dianalisis tentang pengembangan objek wisata berdasarkan frekuensi kunjungan. Pengembangan pariwisata dapat dilihat dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Metode Penilaian Kontinjensi (CVM) untuk menentukan nilai WTP (Kesediaan Membayar) untuk melihat pengembangan pariwisata. Metode pengambilan sampel (responden) adalah nonprobability sampling dengan teknik insidental sampling, yaitu untuk responden yang kebetulan ditemukan di lokasi wawancara. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda maka perhitungan untuk menentukan nilai penggunaan langsung (DUV) dan untuk menentukan nilai keberadaan (EV) menggunakan perangkat lunak Maple 17. Hasil penelitian ini besaran Consumer Surplus sebesar Rp. 35.169.196,-. Berdasarkan proses perhitungan dan penilaian diperoleh Total Economic Value (TEV) Kawasan Lawang Sewu sebesar Rp. 24.298.525.308.440,- pada tahun 2015, Rp. 30.381.191.942.980,- pada tahun 2016 dan Rp. 34.303.510.184.660,- pada tahun 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu adalah total biaya, usia, lama kunjungan dan lokasi alternatif. Peningkatan frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu menjadikan Total Economic Value meningkat.
Fulltext View|Download
  1. Dharmawan A. 2016. Analisis Nilai Ekonomi Kawasan Cagar Budaya Keraton Di Kota Cirebon Bersadarkan WTP (Willingness To Pay). Jurnal Geodesi Undip. Vol.5. No.2
  2. D. Pearce dan D. Moran 1994. The economic value of biodiversity. Earthscan, London, UK.172 pages. ISBN 1-85383-195-6
  3. Ghozali I, 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro
  4. Harold Hotelling. 1931. The Economics of Exhaustible Resources. Jurnal of Political Economy. Vol. 39. No.2. pp. 137-175
  5. Muhammad Subardin. 2009. Valuasi Ekonomi Kawasan Konservasi (Ilustrasi Pendekatan Biaya Perjalanan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 2. No. 2
  6. Roger Perman, Ye Ma, James MCGilvray, dan Michael Common.1996. Natural Resource and Environmental Economics. Longman Group Limited. ISBN 0273655590
  7. Yakin, (1997), Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan; Teori dan Kebijaksanaan. Pembangunan Berkelanjutan. Edisi I. Cetakan I. Penerbit Akademika

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.