skip to main content

KAJIAN JALUR PELABUHAN “MARINE SCIENCE TECHNO PARK UNDIP” TELUK AWUR JEPARA MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (MBES) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

1Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

2Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Received: 23 Nov 2018; Published: 23 Nov 2018.

Citation Format:
Abstract

Universitas Diponegoro mempunyai Science and Technological Parks (STP) yang dibangun di Teluk Awur, Jepara yang diberi nama Marine Science Techno Park (MSTP). Dalam lingkungan MSTP terdapat fasilitas dermaga yang kini tidak dipergunakan dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji jalur pelabuhan menuju dan keluar dermaga MSTP dengan data-data baru sehingga dermaga dapat dipergunakan. Metode yang digunakan adalah pengukuran kedalaman dengan peralatan Multibeam Echosounder (MBES). Sedangkan metode penentuan jalurnya menggunakan pemodelan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis. Hasil pengolahan yang diharapkan adalah model dasar perairan MSTP dan analisis penentuan jalur pelabuhan keluar masuk dermaga yang disajikan secara spasial (Peta Tematik). Hasil diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan dan perencanaan revitalisasi MSTP dalam jangka panjang.

Kata kunci :  Marine Science Techno Park, Multibeam Echosounder, Sistem Informasi Geografis             

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. tps://www.google.co.id/maps/place/Telukawur,+Tahunan,+Jepara+Regency,+Central+Java/@-6.6246689,110.6351087,15z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e711e3ef79b22ed:0xe19ef4d2a3c274b8!8m2!3d-6.6253264!4d110.6422198
  2. Hellequin, L., Boucher, J.-., & Lurton, X. (2003). Processing of high-frequency multibeam echo sounder data for seafloor characterization. IEEE Journal of Oceanic Engineering, 28(1), 78–89. https://doi.org/10.1109/JOE.2002.808205
  3. IHO. (2005). MANUAL ON HYDROGRAPHY (Vol. 2005)
  4. Indonesia, R. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2001 Tentang Kepelabuhanan
  5. Indonesia, R. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
  6. Lanzoni, J. C., & Weber, T. C. (2010). High-resolution calibration of a multibeam echo sounder. In OCEANS 2010 MTS/IEEE SEATTLE (pp. 1–7). https://doi.org/10.1109/OCEANS.2010.5664519
  7. Moustier, C. de, Lonsdale, P. F., & Shor, A. N. (1990). Simultaneous operation of the Sea Beam multibeam echo-sounder and the SeaMARC II bathymetric sidescan sonar system. IEEE Journal of Oceanic Engineering, 15(2), 84–94. https://doi.org/10.1109/48.50693
  8. Perhubungan, K. (2010). Standar Kapal Non-Konvensinon-Convention Vessel Standard Berbendera Indonesia, 1–39
  9. Perrot, Y., Brehmer, P., Roudaut, G., Gerstoft, P., Josse, E., Perrot, Y., … Gerstoft, P. (2014). Efficient multibeam sonar calibration and performance evaluation, 3(4), 808–820
  10. Poerbandono, D., & Djunarsjah, E. (2005). Survei Hidrografi. Refika Aditama. Bandung
  11. R.Sathishkumar, Gupta, T. V. . P., & Babu, M. A. (2013). Echo Sounder for Seafloor Object Detection and Classification. Journal of Engineering, Computers & Applied Sciences (JEC&AS), 2(1), 32–37
  12. Vilming, S. (1998). The development of the multibeam echosounder: An historical account. The Journal of the Acoustical Society of America, 103(5), 2935. https://doi.org/10.1121/1.422177

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.