Pengaruh Alelokimia Ekstrak Gulma Pilea microphylla terhadap Kandungan Superoksida dan Perkecambahan Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis)

Copyright (c) 2017 Buletin Anatomi dan Fisiologi

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 30-03-2017
Published: 30-03-2017
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi  masyaraka, namun produksinya sering menurun akibat  gangguan gulma, diantaranya adalah gulma Pilea microphylla. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian ekstrak alelokimia Pilea microphylla terhadap akumulasi superoksida, perkecambahan dan pertumbuhan awal kecambah sawi hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor berupa konsentrasi ekstrak alelokimia Pilea microphylla yaitu : 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% ,  masing-masing perlakuan dengan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah kandungan fenol total Pilea microphylla serta kandungan superoksida, laju perkecambahan, persentase perkecambahan, panjang hipokotil, tinggi kecambah, panjang akar, bobot basah, bobot kering dan warna daun gulma Pilea microphylla. Data dianalisis dengan  Analisys of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan fenol total  dalam 100% ekstrak Pilea microphylla adalah 8.242 µg/g. Semakin tinggi konsentrasi alelokimia ekstrak Pilea microphylla menyebabkan kandungan superoksida sawi hijau semakin meningkat dan penurunan pertumbuhan awal kecambah  tetapi tidak berpengaruh terhadap  laju perkecambahan dan daya perkecambahan sawi hijau.

Kata kunci : alelopati, gulma, fenolik, superoksida, Pilea microphylla

  1. Hesti Siti Astuti 
    Program Studi Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Sri Darmanti 
    Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Sri Haryanti 
    Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia