Evaluasi Program Kelas Literasi Anak Disleksia di Perpustakaan Umum Kota Surabaya

Rena Tiyasa Nurzeta, Mecca Arfa

Abstract


Umum Kota Surabaya melalui kelas literasi anak disleksia sebagai upaya mendukung anak dengan kesulitan belajar, khususnya disleksia. Fenomena rendahnya kemampuan literasi di Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil yang diujikan oleh Program for International Student Assessment (PISA) selama kurun waktu 2018–2022 pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kelas literasi bagi anak disleksia, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 4 informan sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pra-pelaksanaan mencakup perencanaan kegiatan, penyusunan jadwal, serta persiapan media pembelajaran seperti LexiPal dan buku bacaan anak. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan multisensori, yaitu melibatkan indera visual, auditori, kinestetik, dan taktil agar anak lebih mudah memahami huruf, fonem, dan struktur kata. Kegiatan meliputi latihan fonem, penyusunan suku kata, membaca buku sederhana, serta latihan menulis manual untuk melatih motorik halus. Tahap pasca-pelaksanaan berfokus pada evaluasi hasil belajar dan penyusunan laporan perkembangan anak dalam bentuk rapor yang digunakan untuk menentukan tindak lanjut program berikutnya. Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran multisensori berbasis media digital dan manual mampu menciptakan suasana belajar yang adaptif serta membantu meningkatkan partisipasi dan konsentrasi anak disleksia dalam proses literasi.

Keywords


Disleksia, Pelaksanaan Program, Literasi, Perpustakaan Inklusif

References


Abidin, Y. (2014). “Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013.” Bandung: Refika Aditama.

Afhika, D. S., & Utami, F. (2023). Penggunaan Teknik Multisensori untuk Mengatasi Disleksia atau Gangguan dalam Kesulitan Membaca pada Siswa. Jurnal Edukasi Nonformal, 4(2), 115–123.

Ana, Ketut Trika Adi. (2025). TrikaIndoDyslexic Font Khusus bagi Anak Disleksia Visual . Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), p.77-101. Retrieved from http://eprints.uwe.ac.uk/11735/2/thematic_analysis_revised_- _final.pdf.

Christine Bruce, S. E. (2009). Six Frames for Information literacy Education: a conceptual framework for interpreting the relationships between theory and practice. Italics, 1-19. https://doi.org/10.11120/ital.2006.05010002

Dewi, S. M., Prawiyogi, A. G., Anwar, A. S., & Wahyuni, C. S. (2021). Efektivitas Strategi Direct Reading Thingking Activities terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(1), 453–455. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i1.786

Hasil survei PISA (Program for International Student Assessment) periode 2018–2022.

Fika Safitri, F. N. (2022). Ketidakmampuan Membaca (Disleksia) dan Dampaknya Terhadap Educational Testing Service, 1-80

IFLA. (2015). Guidelines for Library Services to Persons with Dyslexia. International Federation of Library Associations and Institutions.

Ilhami, M. W., Vera Nurfajriani, W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, W. (2024). Penerapan Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462– 469

Lo, (2019). Direct Reading Thingking Activities dan Dampaknya Terhadap Educational Testing Service,. Jurnal Basicedu, 5(1),

Kemendikbudristek (2021). Tentang Risalah Kebijakan Data Pisa Pusat Penelitian Kebijakan Indonesia.

Ningrum, D. F. (2019). Kegiatan Inklusi Sosial di Perpustakaan Ganesha SMA N 1 Jetis Bantul. UNILIB

: Jurnal Perpustakaan, 10(2), 123–131

Nur, R., Ibrahim, A., & Mulyadi, I. (2024). Analisis Penerapan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Bekerjasama Dengan Komunitas Pegiat Literasi. Journal Papyrus: Sosial, Humaniora, Perpustakaan Dan Informasi, 3(2), 38-51.

Payong, Marselus Ruben. (2020). "Zone Of Proximal Development And Social Constructivism Based Education According To Lev Semyonovich Vygotsky." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio 1-16. https://doi.org/10.36928/jpkm.v12i2.589

Putri, N. A., & Nugraha, H. (2022). “Implementasi Kebijakan Program Literasi Inklusif di Lingkungan Pendidikan Dasar.” Jurnal Kebijakan Pendidikan Indonesia, 11(2), 87–96.

Riski Kurniawan M, I. M. (2023). ”Analisis Kritis Teori Belajar Sosiokultural Terhadap Karakter Sosial Komunikatif Siswa di Era Digital.” Jurnal Ilmiah Mandala Education, 1-14. https://10.58258/jime.v9i1.5491

Rofiah, N. (2022). “Penggunaan Media Digital Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Disleksia.” Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, 4(2), 115–123.

Sa’adati, T. I. (2015). Intervensi Psikologis Pada Siswa Dengan Kesulitan Belajar (Disleksia, Disgrafia dan Diskalkulia). Jurnal Lentera. Vol. 1, 13–37.

Septiyantono, T. (2016). Materi Pokok Literasi Informasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Shirley, H., & Nair, B. M. (2024). The role of school libraries in supporting dyslexic students: An analysis of resources and services. Journal of Library and Information Science, 10(1), 1–12.

Sumarsono. (2019). Layanan Disleksia (Dyslexia Center Indonesia). https://www.disleksia.co.id/.

Tangerangkota.com. (2023, 27 Mei ). Learning Cnter Pertama di Kota Tangerang Penuhi Kebutuhan Anak Disleksia. Diakses pada 10 Oktober , dari https://tangerangkota.go.id/berita/detail/34765/learning- center-pertama-di-kota-tangerang-penuhi-kebutuhan-anak-disleksia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan.” Pusat Data dan Informasi Pendidikan, 1-42. https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154

Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework.

Administration & Society, 6(4), 445–488. https://doi.org/10.1177/009539977500600404

Windasari, I., & Apriliana, A. C. (2022). Studi Kasus Terhadap Anak Berkesulitan Membaca (Disleksia) Pada Siswa Kelas II SDN Parakanmuncang I Kabupaten Sumedang. Literat-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 53-63. https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat

Yin, R. K. (2003). Case Study Research: Design and Methods (3rd edition).Thousand Oaks, CA: Sage Publications

Yudhisaputri, N., et al. (2024). Discrabble: Permainan Kata sebagai Media Literasi dan Penerapan Karakter Pancasila bagi Anak Disleksia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Jurpikat), 5(1), 307–319.

Yuliana, S., Susanti, R., & Mahendra, A. (2023). Strategi Literasi Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Inklusif Indonesia, 5(1), 45–56.

Yusuf, M. (2019). “Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan.” Jakarta: Prenadamedia Group.


Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.10.1.75