EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI, PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DAN JAGUNG LOKAL DI KECAMATAN KEMUSUK, KABUPATEN BOYOLALI

*Ari Wahyuningsih -  Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Indonesia
Bambang Mulyatno Setiyawan -  Universitas Diponegoro, Indonesia
B A Kristanto -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 May 2018; Published: 19 May 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 786 440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung (ii) menganalisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi usahatani jagung, dan (iii) menganalisis pendapatan usahatani jagung. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali dengan metode survei dan jumlah responden sebanyak 175 petani jagung. Hasil analisis dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas menunjukkan bahwa variabel jumlah benih, pupuk NPK, tenaga kerja, usia petani, pengalaman petani bertani jagung, dan dummy varietas jagung hibrida berpengaruh nyata terhadap produksi jagung hibrida. Produksi jagung lokal secara nyata dipengaruhi oleh faktor produksi benih, pupuk kandang, pupuk NPK, dan tenaga kerja. Secara ekonomi penggunaan variabel benih, pupuk kandang, pupuk NPK dan pupuk SP36 pada usahatani jagung hibrida belum efisien, dan penggunaan variabel pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien. Penggunaan variabel benih, pupuk kandang, dan pupuk NPK pada usahatani jagung lokal belum efisien, penggunaan pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien. Usahatani jagung di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali menguntungkan, hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani jagung hibrida dan jagung lokal.

Kata kunci: efisiensi; pendapatan; usahatani; jagung.

Article Metrics:

  1. Akil, M. 2009. Aplikasi pupuk urea pada tanaman jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Proshiding. Seminar Nasional Serealia Tahun 2009. p. 169176.
  2. Antara, M. 2010. Analisis produksi dan komparatif antara usahatani jagung hibrida dengan nonhibrida di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Jurnal Agroland 17(1): 56-62.
  3. Ayub, S. dan Pranata. 2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik. Agromedia Pustaka. Jakarta
  4. Badan Ketahanan Pangan. 2016. Neraca Bahan Makanan Tahun 2006-2015. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  5. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Panduan Umum Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung. Departemen Pertanian. Jakarta.
  6. Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali. 2016. Boyolali Dalam Angka: Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Jagung di Kabupaten Boyolali Tahun 2006-2015. Boyolali.
  7. Badan Pusat Statistik. 2016. Data Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Jagung Tahun 2011-2015. Jakarta.
  8. Bilman. 2011. Analisis pertumbuhan tanaman jagung (Zea Mays L.), pergeseran komposisi gulma pada beberapa jarak tanam dan pengolahan tanah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 3 (1): 25-31.
  9. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2016. Petunjuk Teknis Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida 2016. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  10. Erawati, B.T.R dan A. Hipi. 2016. Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas jagung hibrida di kawasan pengembangan jagung Kabupaten Sumbawa. Prosiding. Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. p. 608-616.
  11. Fadwiwati, A.Y., dan Tahir. 2013. Analisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 16(2): 92-101.
  12. Fauziyah, E. 2010. Analisis efisiensi teknis usahatani tembakau (suatu kajian dengan menggunakan fungsi produksi frontier stokastik). Journal Embryo. 7(1): 1-7.
  13. Ghozali, I. 2011. Ekonometrika: Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan SPSS 17. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
  14. Isaac, O. 2011. Technical efficiency of maize production in Oyo State. Journal Of Economics And International Finance. 3(4): 211-216.
  15. Kasno, A., dan T. Rostaman. 2013. Serapan hara dan peningkatan produktivitas jagung dengan aplikasi pupuk npk majemuk. Balai Penelitian Tanah Cimanggu Bogor. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 32(3): 179186.
  16. Meade, G., S.T.J. Lalor, and T.Mc. Cabe. 2011. An Evaluation of the combined usage of separated liquid pig manure and inorganic fertilizer in nutrient programmes for winter wheat production. European Journal of Agronomy 34(2): 62-70.
  17. Nursan, M. 2015. Efisiensi Dan Daya Saing Usahatani Jagung Pada Lahan Kering Dan Sawah Di Kabupaten Sumbawa. Tesis. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  18. Peraturan Menteri Pertanian RI. 2016. Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor: 69/Permentan/SR.310/12/2016 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian tahun Anggaran 2017. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  19. PT Petrokimia Gresik. 2017. Budidaya Tanaman Menggunakan Phonska Petroganik. Pupuk Indonesia Holding Company. Palembang.
  20. Pratikta, D, S. Hartatik, dan K.A. Wijaya.2013. Pengaruh penambahan pupuk NPK terhadap beberapa aksesi tanaman jagung (Zea mays L.). Journal Berkala Ilmiah Pertanian. 1(2): 19-21.
  21. Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian. 2016. Data Impor Tahun 2006-2015. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  22. Saptana. 2011. Efisiensi Produksi Dan Perilaku Petani Terhadap Risiko Produktivitas Cabai Merah Di Provinsi Jawa Tengah. Disertasi. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  23. Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.
  24. Shinta, A. 2011. Ilmu Usahatani. Universitas Brawijaya Press. Malang.
  25. Soekartawi. 2002. Teori Ekonomi Produksi, Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  26. Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. UI Press. Jakarta.
  27. Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
  28. Syaifullah, M.I, A.F, Sunartomo, dan Sudarko. 2014. Pengaruh faktor-faktor eksternal dan internal terhadap partisipasi dan hasil produksi jagung di Desa Tutul Kecamatan Baung Kabupaten Jember (Studi Kasus Penyuluhan PT. Syngenta Indonesia). Journal Berkala Ilmiah Pertanian (BIP). p. 1-13.
  29. Togatorop, R.B. 2011. Analisis efisiensi produksi dan pendapatan pada usahatani jagung di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Jurnal. http://eprints.Universitas Diponegoro.ac.id/26497/1/buat_jurnal.p df. Diakses tanggal 11 Maret 2017.
  30. Widiyanti. 2016. Kinerja Usahatani dan
  31. Motivasi Petani dalam Penerapan Inovasi Benih Jagung Hibrida pada Lahan Kering di Kabupaten Lombok Timur. Tesis. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  32. Wijaya, T. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Teori dan Praktik. Graha Ilmu. Yogyakarta.