skip to main content

Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Streptococcus sanguinis

Department of Dentistry, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 29 Sep 2025; Revised: 2 Feb 2026; Accepted: 3 Mar 2026; Available online: 4 Aug 2026; Published: 1 Dec 2026.
Open Access Copyright 2026 Farilla Putri Salsabilla, Ira Anggar Kusuma, Oedijani Santoso, Indah Lestari Vidyahayati
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang: Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kemenkes RI menunjukkan prevalensi karies gigi mencapai 82,8%, yang disebabkan oleh pembentukan plak gigi. Plak gigi diawali oleh bakteri primer seperti Streptococcus sanguinis membentuk biofilm matang melalui koagregasi dengan bakteri kariogenik seperti Streptococcus mutans. Kontrol plak menggunakan obat kumur klorheksidin 0,2% dapat menimbulkan efek samping. Keanekaragaman hayati di Indonesia berpotensi sebagai alternatif kontrol plak berbahan herbal, seperti ekstrak daun kersen (Muntingia calabura). Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus sanguinis. Metode: Penelitian laboratoris in vitro dengan post-test only control group design. Besar sampel sebanyak 28 sampel, terdiri dari K+ (klorheksidin glukonat 0,2%), K- (akuades), serta kelompok perlakuan yaitu ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) P1 (6,25%), P2 (12,5%), P3 (25%), P4 (50%), dan P5 (100%). Uji daya hambat dengan metode dilusi agar berdasarkan pengamatan visual tumbuh atau tidak tumbuh bakteri Streptococcus sanguinis. Data dianalisis menggunakan uji Cramer's V dan Fisher’s Exact. Hasil: Ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) P3 (25%), P4 (50%), dan P5 (100%) tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri serupa dengan hasil K+ dan berbeda signifikan dengan K-, dengan nilai KHM pada konsentrasi 25%. Kesimpulan: Terdapat efektivitas antibakteri ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap pertumbuhan Streptococcus sanguinis pada konsentrasi 25%. 

 

Keywords: Oral Biology, Muntingia calabura, antibakteri, dilusi agar, Streptococcus sanguinis

Article Metrics:

Article Info
Section: Original Research
Language : ID
  1. WHO, Global Oral Health Status Report: Towards Universal Health Coverage for Oral Health by 2030. 6–14 hlm, 2022. [Daring]. Tersedia pada: http://apps.who.int/bookorders
  2. Badan Kebijakan Pembangunan, Dalam Angka. Kementerian Kesehatan, 356–86 hlm, 2023
  3. A. Warreth, “Dental Caries and Its Management,” Int J Dent, vol. 2023, hlm. 1–15, Jan 2023, doi: 10.1155/2023/9365845
  4. B. Zhu, L. C. Macleod, T. Kitten, dan P. Xu, “Streptococcus sanguinis Biofilm Formation & Interaction with Oral Pathogens,” Future Microbiol, vol. 13, no. 8, hlm. 915–932, Jun 2018, doi: 10.2217/fmb-2018-0043
  5. H. M. Elgamily, A. A. Gamal, S. A. A. Saleh, W. A. Abdel Wahab, A. M. Hashem, dan M. A. Esawy, “Microbiological and Environmental Assessment of Human Oral Dental Plaque Isolates,” Microb Pathog, vol. 135, hlm. 103626, Okt 2019, doi: 10.1016/j.micpath.2019.103626
  6. R. A. Putranto, “Peran Irigasi Klorheksidin pada Perawatan Penyakit Periodontal,” Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, vol. 1, no. 1, hlm. 35–39, 2019
  7. Y. Habboush dan N. Guzman, Antibiotic Resistance. 1–6 hlm, 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513277/
  8. WHO, “Draft Traditional Medicine Strategy 2025-2034,” hlm. 1–5, 2024
  9. A. Vonna, L. S. Desiyana, R. Hafsyari, dan D. N. Illian, “Analisis Fitokimia dan Karakterisasi dari Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.),” Indonesia. Jurnal Bioleuser, vol. 5, no. 3, hlm. 8–12, 2021, [Daring]. Tersedia pada: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/bioleuser
  10. T. H. Bamasri, “Daun Kersen Muntingia Calabura sebagai Antibakteri,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, vol. 3, no. 2, hlm. 231–236, Mar 2021, doi: 10.37287/jppp.v3i2.396
  11. T. Medika Jurnal Kedokteran, M. Weni, S. Marfuati, S. Nur Fauzah, dan T. Thysmelia Affandi, “Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Bakteri Escherichia coli,” Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, vol. 10, no. 3, hlm. 1–7, 2024, [Daring]. Tersedia pada: http://journal.ugj.ac.id/index.php/tumed
  12. A. Y. Sulaiman dkk., “Uji Antibakteri Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.)Terhadap Koloni Streptococcus viridians,” Indones. J. Heal.Sci, vol. 01, no. 02, hlm. 1–7, 2017, [Daring]. Tersedia pada: http://journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/
  13. Ifmaily, “Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Cherry (Muntingia calabura L) Sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Streptococcus mutans,” Prosiding POKJANAS TOI ke 57, hlm. 75–8, 2019
  14. M. Lailiyah dan D. Rahayu, “Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Cair dari Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus,” J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology), vol. 2, no. 1, hlm. 15, Jun 2019, doi: 10.25139/htc.v2i1.1448
  15. W. Yulianti, G. Ayuningtyas, R. Martini, dan I. Resmeiliana, “Pengaruh Metode Ekstraksi dan Polaritas Pelarut terhadap Kadar Fenolik Total Daun Kersen (Muntingia calabura L),” Jurnal Sains Terapan, vol. 10, no. 2, hlm. 41– 49, Jul 2021, doi: 10.29244/jstsv.10.2.41-49
  16. S. A. Prayitno dan A. R. Rahim, “The Comparison of Extracts (Ethanol And Aquos Solvents) Muntingia calabura Leaves on Total Phenol, Flavonid And Antioxidant (Ic50) Properties,” Kontribusia (Research Dissemination for Community Development), vol. 3, no. 2, hlm. 319, Agu 2020, doi: 10.30587/kontribusia.v3i2.1451
  17. Nur Latipah Sulistiawanti, Hairunnisa Hairunnisa, Niken Widya Ningrum3, dan Salma Fitriyanti, “Perbedaan Penggunaan Pelarut Terhadap Nilai Rendemen yang Dihasilkan dengan Berbagai Metode Ekstraksi dalam Proses Ekstraksi,” An-Najat, vol. 3, no. 3, hlm. 213–231, Agu 2025, doi: 10.59841/an-najat.v3i3.3169
  18. S. A. Sari, M. Ernita, dan M. N. Mara, “Identification of Active Compounds on Muntingia calabura L. Leaves using Different Polarity Solvents,” Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST), vol. 3, no. 1, hlm. 1– 7, 2023
  19. N. T. Dwiputri, S. Sabila, dan M. Umami, “Analisis Fitokimia Daun Kersen (Mutingia calabura),” Otus Education: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, vol. 3, no. 2, hlm. 51–58, Agu 2025, doi: 10.62588/otusedu.2025.v3i2.0266
  20. S. P. Sinaga, D. A. Lumbangao, Iksen, R. F. R. Situmorang, dan K. Gurning, “Determination of Phenolic, Flavonoid Content, Antioxidant and Antibacterial Activities of Seri (Muntingia calabura L.) Leaves Ethanol Extract from North Sumatera, Indonesia,” Rasayan Journal of Chemistry (RJC), vol. 15, no. 02, hlm. 1534–1538, 2022, doi: 10.31788/RJC.2022.1526730
  21. A. K. Rifai dan R. P. Puspitawati, “Respons Morfologi, Anatomi dan Fisiologi Daun Kersen (Muntingia calabura) Akibat Paparan Timbal Pb yang Berbeda di Surabaya,” vol. 11, no. 1, hlm. 8–14, 2022, [Daring]. Tersedia pada: https://journal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/index8
  22. H. Wang, X. Cao, Z. Yuan, dan G. Guo, “Untargeted metabolomics coupled with chemometrics approach for Xinyang Maojian green tea with cultivar, elevation and processing variations,” Food Chem, vol. 352, hlm. 129359, Agu 2021, doi: 10.1016/j.foodchem.2021.129359
  23. M. Shamloo, E. A. Babawale, A. Furtado, R. J. Henry, P. K. Eck, dan P. J. H. Jones, “Effects of Genotype and Temperature on Accumulation of Plant Secondary Metabolites in Canadian and Australian Wheat Grown Under Controlled Environments,” Sci Rep, vol. 7, no. 1, hlm. 9133, Agu 2017, doi: 10.1038/s41598-017-09681-5
  24. A. Anjani, Penetapan Kadar Total Tanin pada Daun Kersen (Muntingia calabura L.) yang Diekstraksi dengan Metode Ultrasonic Assisted Exctraction (UAE). Yogyakarta, 2024, hlm. 21–28
  25. A. Candraningsih, N. Hidayati Fithriyah, T. Yuni Hendrawati, dan J. Teknik Kimia, “Proses Pengeringan dan Ekstraksi Ultrasonik Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) sebagai Antioksidan Potensial,” 2022, doi: 10.24853/jurtek.14.2.247-254
  26. A. Schumacher, T. Vranken, A. Malhotra, J. J. C. Arts, dan P. Habibovic, “In vitro antimicrobial susceptibility testing methods: agar dilution to 3D tissue-engineered models,” European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases, vol. 37, no. 2, hlm. 187–208, Feb 2018, doi: 10.1007/s10096-017-3089-2
  27. A. Nurul dan I. Setiawan, “Uji Mikrobiologi,” Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), vol. 12, no. 2, hlm. 31–36, 2023
  28. Rusli dan A. Amin, “Pengaruh Variasi Konsentrasi Medium Pertumbuhan dan Identifikasi Bakteri Pembentuk Biofilm Oral,” Al-Iqra Medical Journal, vol. 6, no. 2, hlm. 16–23, 2023
  29. H. J. Jafaar, O. Isbilen, E. Volkan, dan G. Sariyar, “Alkaloid Profiling and Antimicrobial Activities of Papaver glaucum and P. decaisnei,” BMC Res Notes, vol. 14, no. 1, hlm. 348, Des 2021, doi: 10.1186/s13104-021-05762-x
  30. P. Anggraeni Putri, M. Chatri, dan L. Advinda, “Characteristics of Saponin Secondary Metabolite Compounds in Plants,” Serambi Biologi, vol. 8, no. 2, hlm. 251–258, 2023
  31. V. Mierza, A. Antolin, A. Ichsani, N. Dwi, S. Sridevi, dan S. Dwi, “Research Article: Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid,” Jurnal Surya Medika, vol. 9, no. 2, hlm. 134–141, Agu 2023, doi: 10.33084/jsm.v9i2.5681
  32. S. Sunani dan R. Hendriani, “Indonesian Journal of Biological Pharmacy Review Article: Classification and Pharmacological Activities of Bioactive Tannins,” Indonesian Journal of Biological Pharmacy (IJPB), vol. 3, no. 2, hlm. 130–136, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://jurnal.unpad.ac.id/ijbp

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.